“Selamat Jalan Sang Pecinta”

PicsArt_09-12-08.23.19Sang pecinta akhirnya berjumpa kekasihnya
Pada sewajah petang rabu nan rembang
Selepas berjihad memerangi sakit di raga
Ikhlas menghadap Rabb pencipta alam

Tak perlu lagi rangkaian sedap malam
Yang engkau urai sebagai artikulasi sayang
Disertai segaris doa sebentuk cinta
Meluncur tiap Jumat secara khidmat

Karena engkau kini terbaring di sampingnya
Usai menimbun rindu ratusan purnama
Saatnya bersua dengan separuh jiwa
Dalam dimensi berbeda dengan dunia

Beristirahatlah dengan tenang Bapak Bangsa
Semangatmu untuk Indonesia tetap menyala-nyala
Petuahmu adalah motivasi bagi anak-anak Indonesia
Capaianmu adalah mimpi bagi pejuang cita-cita

Semoga anak-anak negeri
Mampu merealisasikan mimpi
Membangun Indonesia berdikari
Menjadi lebih baik lagi dan lagi
Sesuai harapanmu untuk ibu pertiwi
-SS-

Perempuan Serimbun Mimpi

Perempuan datang dalam bening pagi yang tersenyum di balik kelopak embun. Di kepalanya tumbuh rimbun dahan-dahan mimpi dari sebatang pohon asa yang menjulang di obrolan-obrolan motivasi kemudian kerap membonsai tertekan masalah yang datang silih berganti. Kembali dahan itu merimbun lagi setelah ia melihat celah untuk mewujudkan mimpi-mimpinya yang selama ini seolah hanya tumpukan mantra.-SS-

Kali Pertama

imageKamu ingat pertama kali kita dipertemukan oleh semesta? Ya, tanpa kita rencana. Kamu yang berada di seberang menatapku. Aku tanpa sengaja melihatmu.

Kamu ingat,kamu berjalan mendekatiku. Duduk di sampingku. Seperti lazimnya dua orang asing yang baru bertemu. Kamu mengenalkan dirimu. Dan mulai bertanya tentang diriku. Entah kenapa, aku merasa menemukan teman lama. Kamu yang baru kujumpa. Kali pertama.

Ex

 

1.

Kita dulu adalah cerita

Saat matamu berbubuk cinta

2.

Kita dulu berjalan searah

Di tengah jalan kamu memutar arah

3.

Aku melihatmu sebagai masa depanku

Engkau menganganggapku masa lalu

4.

Matamu mengeja

Terjaga

Tapi hatimu berdegup kencang

Apalagi kalau bukan karena mimpi barusan

Tatapan tatapan yang enggan dibungkus kenangan

5.

Tanpa sepengetahuanmu

Ia diam-diam telah menutup buku

Kisah-kisah kalian kini hanya masa lalu

Tak ada lagi lembar catatan rindu