Puisi Hujan, Basah, Dingin

IMG_20180625_141341

I

Hujan
Gelap baru saja merentangkan tangan
Saat mata kita beradu di sebuah persimpangan
Tak peduli mendung menggantung
Kita berdua mematung

Searah garis gerimis
Sebaris senyum menguar magis
Titik-titik air membesar
Hujan di bulan Juli menderas
Air luruh
Hati kita jatuh
-SS-

II

Basah

Senja bersama kamu
menjadi kisah yang basah
melukis tawa dari kubangan lara:

kecewa atas mimpi-mimpi
yang kubangun di atas pondasi yakin
semua akan memberikan hasil
setelah ikhtiar keras dan belajar gigih
tapi yang kudapati hanya nihil

Saat mata kita beradu
adalah momen gairah kembali menemukan titiknya :

ada debar melafalkan cinta
basah mengusir mimpi yang garing
kering dihisap kecewa yang terus melanda.
-SS-

III

Dingin

Wajah dingin menyebar
Ketika kita baru saja beranjak
Dari bangku penuh catatan
Yang memenuhi benak.

Gigil langsung menyapa
Dari hembusan angin utara
Menusuk tajam hingga kulit mengernyit

Namun hangat kemudian menguar
Kala kau kenakan jaketmu ke tubuhku
Mengepas kerah yang agak melipat
Memandang wajahku lekat-lekat.
-SS-

Kali Pertama

imageKamu ingat pertama kali kita dipertemukan oleh semesta? Ya, tanpa kita rencana. Kamu yang berada di seberang menatapku. Aku tanpa sengaja melihatmu.

Kamu ingat,kamu berjalan mendekatiku. Duduk di sampingku. Seperti lazimnya dua orang asing yang baru bertemu. Kamu mengenalkan dirimu. Dan mulai bertanya tentang diriku. Entah kenapa, aku merasa menemukan teman lama. Kamu yang baru kujumpa. Kali pertama.