Maudy Ayunda dan Najwa Shihab Suka Ujian Sekolah. Kalau Kamu?

 

Ternyata Maudy Ayunda dan Najwa Shihab sama-sama penyuka ujian dan belajar. Wah!

Dalam sebuah wawancara dengan Najwa Shihab, artis berprestasi Maudy Ayunda teenyata mempunyai beberapa kesamaan dengan sang host sekaligus tuan rumah Mata Najwa yakni Nahwa Shihab. Apa saja kesamaan kedua wanita smart ini?

Pertama, Maudy mengaku bisa menghabiskan waktu seharian untuk membaca buku. “Aku bisa baca buku seharian saja  betah,” kata Maudy. Hal sama juga berlaku pada Najwa Shihab sebagai Duta Baca Indonesia. Najwa berkampanye mengajak orang untuk mencintai kegiatan membaca buku.

Kedua, baik Maudy maupun Najwa ternyata penyuka ujian atau kegiatan belajar. Nah lho. “Aku sangat cinta belajar dan benar-benar enjoy. Aneh nggak sih? ” terang Maudy. Najwa menimpali,”Saking dianggap aneh kadang aku kalau ujian malah senang,” kata Najwa tertawa.  Maudy kemudian menambahkan,” Sebetulnya ada deg-degannya tapi bikin aku enjoy. Ada tantangan baru.”

Ketiga, keduanya belajar mengambil keputusan sejak kecil. Maudy Ayunda kerap dilibatkan ibunya ikut terlibat mengambil keputusan saat ada acara keluarga. Orang tua Najwa Shihab pun melakukan hal sama. Bahkan Najwa mengaku diminta orang tuanya membuat keputusan sendiri saat memilih mau masuk ke SMP Islam atau SMP Negeri.

Demikian tiga kesamaan dua wanita cerdas dan mandiri di negeri berkembang ini. Mudah-mudahan kamu juga mempunyai kesamaan dengan keduanya. Kalau tidak tiga kesamaan, minimal satu. Kalau sekarang belum ada kesamaan, mudah-mudahan besok ada kesamaaannya. Kalau tetap tidak ada, ya tidak diusahakan Tapi tidak bakal ditagih.

Empat Tema Obrolan Anggun dan Najwa.Yang Keempat Bikin Gemes.

Ada empat tema yang menjadi obrolan Anggun ketika bertemu Najwa Shihab. Apa saja?

Anggun Cipta atau dulu dikenal dengan Anggun C Sasmi tertawa lepas ketika bertemu dengan Najwa Shihab yang akrab disapa Nana dalam program Catatan Najwa yang tayang di Narasi TV beberapa waktu lalu.

Berikut tema obrolan penyanyi yang sukses di Perancis dan baru saja menikah di Bali inj dengan jurnalis yang terkenal dengan program talkshow Mata Najwa.

1. Minimnya Solidaritas Sesama Perempuan
Menurut Anggun, sebagai sesama perempuan harus mempunyai solidaritas tinggi. “Harus saling mendukung,” kata Anggun. Namun faktanya tidak demikian. “Secara tidak sadar kita kerap kali perempuan malah menjatuhkan sesama perempuan,” ujar Najwa.

Najwa menambahkan sesama perempuan kerap memuji dengan nada nyinyir. Bahkan perempuan kerap berkomentar soal pilihan perempuan lain bahkan hal-hal di luar kontrol seperti bentuk perut perempuan ketika hamil, cara perempuan membesarkan anak, dll.

“Kita bertepuk tangan atas kesuksesan sesama teman perempuan. Maksudnya bertepuk tangan itu kita bukan kalah dalam persaingan,” kata Najwa.

Anggun kemudian menambahkan,”Justru itu memberi semangat.” Menurut Anggun girls compete with each other. Woman empower one another.

2. Support Via Vallen
Baik Anggun maupun Najwa Shihab men-support Via Vallen yang mengalami pelecehan seksual oleh pesepakbola nasional.

Menurut Anggun tidak seharusnya perempuan dihukum dua kali. Pertama dilecehkan oleh laki-laki. Kedua, disalahkan oleh kaum perempuan sendiri.

“Via Vallen kamu nggak sendiri,” kata Anggun. Kemudian Najwa Shihab menambahkan,” Ada Anggun. Ada Nana.”

3. Figur Ayah
Keduanya baik Anggun dan Najwa membicarakan figur ayah mereka. Ayah Anggun bernama Darto Singo dalah penulis buku anak. Anggun menceritakan salah satu buku karangan ayahnya berjudul Biru Darah Gadisku.

Sedangkan ayah Najwa Shihab bernama Quraish Shihab adalah seorang cendikiawan muslim yang meminta Najwa memperhatikan umat Islam, bangsa, menampilkan tuntunan agama dan budaya bangsa.

4. Haters
Anggun mengaku merasa gemes terhadap haters di dunia maya. “Gemes. Pingin gue cubitin satu-satu,” kata Anggun. Dalam menanggapi netizen yang nyinyir di medsos,

Anggun akan melakukan dua hal. “Mulainya nyinyir, sudah nyinyir, ada hinaan, kalau sudah gitu gue langsung blok. Atau di-mute.”

Menurut Anggun jika komentar nyinyir dibiarkan, akan menjadi norma baru. Anggun menegaskan kritik berbeda dengan hinaan, cacian. “Kritik itu memberi saran, bukan untuk menjatuhkan.”