Kopi dan Memori

Dari secangkir kopi

kuhirup kembali jejakmu

dari jalanan bertabur

bedak pesona sebuah cerita

yang kueja sebagai memori

Namun waktu membungkam

mimpi di persimpangan

terpaku di jembatan bimbang

mengutuk hari yang terus berjalan

Maka kucoba kususur tapakmu

mengikuti arah mata angin

mungkin akan kuhirup aromamu

pada secangkir espresso

yang membuatku linglung

berjalan menyisir masa lalu

menyesap pahit menggigit

dalam tiap teguk kenangan

getir yang enggan mekar.

-SS-

Kamera

Di mana kamera

Yang biasa kau bawa

Bersama kesedihan

Yang kerap menghunjam

Sepotong jantung kenangan?

Kau taruh di mana

Blitz yang menyulap

Muka kelabu dibekuk muram

Menjadi rona terang

Wajah yang menyimpan gelisah

Sedih dan kecewa tertimbun pasrah

Karena ingin hanya sebatas pendam

Tanpa berani mengartikulasikan