Perempuan Serimbun Mimpi

Perempuan datang dalam bening pagi yang tersenyum di balik kelopak embun. Di kepalanya tumbuh rimbun dahan-dahan mimpi dari sebatang pohon asa yang menjulang di obrolan-obrolan motivasi kemudian kerap membonsai tertekan masalah yang datang silih berganti. Kembali dahan itu merimbun lagi setelah ia melihat celah untuk mewujudkan mimpi-mimpinya yang selama ini seolah hanya tumpukan mantra.-SS-

Ex

 

1.

Kita dulu adalah cerita

Saat matamu berbubuk cinta

2.

Kita dulu berjalan searah

Di tengah jalan kamu memutar arah

3.

Aku melihatmu sebagai masa depanku

Engkau menganganggapku masa lalu

4.

Matamu mengeja

Terjaga

Tapi hatimu berdegup kencang

Apalagi kalau bukan karena mimpi barusan

Tatapan tatapan yang enggan dibungkus kenangan

5.

Tanpa sepengetahuanmu

Ia diam-diam telah menutup buku

Kisah-kisah kalian kini hanya masa lalu

Tak ada lagi lembar catatan rindu

 

 

Kau Tanya Mengapa

Kau tanya mengapa aku mencintaimu
Aku balik bertanya apa jawaban itu perlu?
Kau tanya mengapa aku memilihmu?
Aku melihat sebagian diriku ada pada dirimu.
Kau tanya lagi, mengapa aku suka kamu. Sepertinya jawabanku tak memuaskan penasaranmu
Kau tanya kenapa mencintaimu dan bukan mereka
Bukankah cinta tak perlu penjelasan
Seperti soal esai yang membutuhkan uraian.

Tanya itu menjadi repetisi. Ritual yang seakan wajib dilakukan.
“Kenapa mencintaiku? ”
Sebegitunya kamu perlu alasan.
Dan kau tanya berulang-ulang.
Tapi pada akhirnya tanya itu hanya rasa penasaran. Bukan bukti keinginanmu menjadikanku masa depan. Karena kamu menghilang tanpa pesan. Ketika sayang di dada sedang mekar. Dan kau paksa layu seiring kepergianmu.

“Retak” Cerita hati yang tak utuh lagi.