Ke Surabaya? Ya Spikoe

Tak afdol rasanya jika ke Surabaya pulangnya tidak menenteng sekotak Spikoe. Seperti apa rasanya?

Oleh-oleh apa yang akan dibeli jika jalan-jalan ke Surabaya? Pasti ada yang menjawab Spikoe. Yup, penganan serupa bolu lapis itu memang tengah happening.

Untuk mendapatkan Spikoe, bisa dengan empat cara. Pertama pergi langsung ke tokonya yang berlokasi di Jalan Rungkut Madya Surabaya. Kedua, order via go food. Ketiga, order via jastip online. Keempat, nitip teman.

Pilihlah sesuai keperluan, situasi, dan kondisi. Setiap pilihan pasti ada plus minusnya. Karena ingin sekali membawa pulang spikoe, ada dua orang ibu paruh baya yang datang langsung ke counter Spikoe. Ternyata keduanya harus pesan terlebih dahulu. “Kalau mau beli harus pesan dulu,”kata mereka. Alhasil, spikoe baru ada di tangan keduanya esok hari dan diantar ke tempat keduanya menginap.

Boks Mewah
Packaging alias bungkus spikoe terbilang mewah dan kokoh. Box terdiri dari dua bagian yakni wadah spikoe berupa kotak berwarna putih dan tutup berupa kotak cokelat dengan kombinasi tulisan warna gold.

Di salah satu sisi kotak tertera komposisi spikoe yang terdiri dari tepung, telur, gula, mentega, margarin, selai, dan cokelat.

Begitu box dibuka, akan terlihat kertas putih penutup spikoe dengan logo spikoe di tengahnya.

Harum wangi Spikoe langsung menguar begitu kotak dibuka. Terlebih setelah kertas putih pelapis spikoe dibuka. Akan terlihat kue seperti bolu lapis dengan tekstur lembut dengan lapisan cokelat dan filling krim diantara bolu warna kuning dan lapisan bolu cokelat.

Tekstur Spikoe yang sangat soft dengan harum kue yang menggoda lidah, membuat yang menyantapnya ingin nambah dan nambah lagi.

Spikoe ini akan terasa lebih nikmat jika dikudap bersama secangkir teh atau kopi hangat. Apalagi disantap kala pagi atau sore hari sambil membaca buku atau mendengarkan musik.

Untuk kehalalan, tak perlu worry. Karena spikoe resep kuno buatan Nyonya Santosa ini telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dari sisi harga, sekotak Spikoe rasa kuno dengan kemasan mewah elegan ini dibandrol Rp 80 ribu. Jika ke Surabaya, jangan lupa Spikoe. Selamat berburu.

Gigieat Cake Cheezy Pink: Agak Kering?

 

Rasa kue artis gigieat cake besutan Nagita Slavina varian Cheezy Pink terbilang terlalu manis. Tekstur kue juga agak kering.

Jam baru menunjuk angka 5. Suasana toko Gigieat Cake yang berada di sebuah ruko dengan plang papan nama yang tidak mencolok milik Nagita Slavina di Jalan Margonda Raya Nomor 27 Pondok Cina, Beji, Depok (dari arah Ps Minggu sebelum apartemen Margonda Residence) terbilang sepi. Ternyata, cake yang dijual sudah ludes alias tinggal tiga varian yang tersisa yakni gigi eat cake berry, d-cheez, dan varian pinky cheez alias cheezy pink.

Dari sisi harga, varian cheezy pink atau pink velvet lebih mahal Rp 5 ribu (Rp 65 ribu) ketimbang gigieat berry (Rp 60 ribu). Karena tertarik dengan tampilan warna pink, akhirnya membeli dan mereview varian cheezy pink atau pinky cheez atau pink velvet.

Desain Box OK, Kualitas Kertas Kurang

Kemasan gigieat cake terbilang elegan dengan kombinasi warna putih dan turquoise alias biru kehijauan. Desain untuk box juga eye catching. Sayangnya, kualitas kertas box kurang alias mudah penyok. Sehingga, jika kita ingin membeli sebagai hadiah untuk keluarga,  kolega, teman, sahabat harus super hati-hati agar kemasan masih bagus.

Varian Lengkap

Variasi cake gigieat cake terbilang lengkap. Ada gigi eat cake pandan dengan harga Rp 60 ribu, gigi eat cake berry Rp 60 ribu, coklat kuadrat Rp 60 ribu, pisu (pisang susu) Rp 60 ribu, coju  (cokelat keju) Rp 60 ribu, d cheeze (keju) Rp 65 ribu, d choco (cokelat) Rp 65 ribu, pinky cheez atau cheezy pink (keju) Rp 65 ribu.

Dari sekian banyak varian, menurut pegawai toko, cokelat kuadrat menjadi hot item alias paling diburu. So, wajar jika cokelat kuadrat paling cepat menghilang di pajangan karena sudah habis terjual. Dan menariknya, harga cokelat kuadrat masuk dalam deretan varian  dengan harga lebih murah yakni Rp 60 ribu.

Cheezy Pink : Terlalu Manis dan Kering

Cheezy Pink alias pinky cheeze atau pinky velvet kue berwarna merah muda terang mirip dengan  red velvet dengan modifikasi topping berupa keju parut. Lapisan paling atas berupa topping keju parut, kemudian di bawahnya bolu warna pink. Bolu pink itu dilapisi selai strawberry kemudian diisi (filling) lapisan sejenis krim keju tapi dalam bentuk kering dan teksturnya keras yang memberikan efek crunchy alias krenyes-krenyes ketika digigit. Kemudian dilapisi selai strawberry dan terakhir bolu dengan warna pink cerah.

Secara keseluruhan cheezy pink terdiri dari empat lapisan: topping keju parut, bolu pink cerah, filling keju dengan tekstur crunchy, dan bolu pink. Sehingga ketika kita menggigitnya akan merasakan campuran kelembutan bolu dan krim keju yang crunchy dicampur selai strawberry.

Tekstur cake gigi eat cake varian cheezy pink terbilang agak kasar, kurang lembut, kering, kurang moist. Rasa manis juga terbilang berlebih. Meski ada parutan kaju dan filling krim keju di dalamnya. Untuk cake dengan harga Rp 65 ribu dengan kelebihan dan kekurangannya, terbilang kurang worth it. Karena di pasaran dengan harga segitu konsumen bisa mendapat cake yang teksturnya moist, soft, tidak kering dan kombinasi rasa juga pas, tidak terlalu manis. Dari beberapa tester yang sudah mencoba cake ini, semua bilang rasa cake ini biasa saja, tidak istimewa. Dan tester tidak tahu harga dari cake ini.  Jika penasaran, bisa membeli langsung gigieat cake di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat dengan jam buka dari pukul 09.00 wib hingga pukul 22.00 wib alias jam 10 malam.