Ragam Dalgona Coffee : Kamu Versi Mana?

Dalgona coffee bisa dibuat dengan beragam variasi bahan dan teknik. Kamu suka pakai cara yang mana?

Dalgona coffee menjadi salah satu minuman favorit kekinian. Minuman kopi asal Korea ini langsung menjadi perhatian warganet.

Terlebih tampilan dalgona coffee ini memang menarik secara visual. Dengan tampilan putih dan cokelat yakni susu putih sebagai dasar dan busa kopi sebagai topping.

Sebagian warganet penasaran dengan foam kopi nan melimpah. Untuk menghasilkan busa kopi tersebut, ada beberapa pilihan.

Opsinya mulai dari bahan dan teknik pembuatan kopi.

Variasi bahan busa kopi antara lain 1) nescafe classic, gula pasir, air panas. 2) Nescafe classic, gula pasir, air es (air dingin). 3) Torabika creamy latte, air panas, gula pasir. 4) Torabika creamy latte, gula pasir, air dingin.

Variasi lapisan dasar kopi 1) susu krim warna putih berbagai merek. 2) susu almond. 3) air putih campur es. 4) kopi torabika creamy latte

Teknik pembuatan foam biar kopi bisa mengembang dan tetap kental. 1) Pakai mixer. 2) Pakai kocokan manual. 3) Pakai blender. 4) Pakai sendok.

Tinggal kamu, mau pilih variasi bahan dan teknik pembuatan yang mana. Karena selera orang berbeda. Ada yang suka dengan busa kopi, ada juga yang tidak begitu peduli.

Karena pada akhirnya yang terpenting adalah rasa. Kecuali memang membuat dalgona untuk diposting di social media haha.

Presiden Minta Warga Mendoakan Sang Ibunda dari Rumah

Ibunda Presiden Republik Indonesia Eyang Sudjiatmi Notomiharjo meninggal dunia pada Rabu (25/3) pada 16.45 wib di RS Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah.

Presiden Jokowi melalui siaran live di televisi mengungkapkan sang ibunda sudah empat tahun menderita kanker tenggorokan dan dirawat di RSPAD Jakarta.

Eyang Sudjiatmi lahir pada 15 Februari 1943. Lahir dari keluarga pedagang. Semasa hidup almarhumah berdagang dan ikut kursus merias pengantin. Almarhumah dikaruniai empat orang anak dengan anak pertama adalah Presiden Jokowi.

Melalui siaran langsung Presiden memohon maaf dan doa untuk almarhumah ibunya. Presiden juga menghimbau menteri Kabinet tidak takziah ke Solo.

Seperti dituturkan Walikota Solo FX Rudi Hadyatmo jenazah ibunda Presiden akan dimakamkan pada Kamis (26/3) sekitar pukul 13.00 wib. Rudi mengungkapkan warga tidak berkermun jika ingin melepas jenazah.

Meskipun Presiden menghimbau pejabat publik tidak takziah ke rumah duka, sejumlah pejabat publik terlihat melayat ke kediaman almarhumah.

Seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Kesehatan Terawan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Mensesneg Pratikno.

Usai takziah Ganjar menyampaikan pesan Presiden Jokowu. “Terima kaaih atas ucapan bela sungkawa. Keluarga berharap warga mendoakan dari rumah. Agar semua besok mendoakan dari rumah,” terang Ganjar.

Jangan Lakukan Ini Setelah Pakai Hand Sanitizer. Berbahaya!

IMG_20200323_225054

Tindakan ini bisa membuat tanganmu terbakar setelah memakai hand sanitizer. Berhati-hatilah.

Hand sanitizer atau disebut cairan pembersih tangan menjadi benda akrab setelah pandemik global virus corona atau covid19 masuk ke Indonesia.

Pemakaian pembersih tangan ini memang sangat dianjurkan untuk memutus mata rantai penularan. Pasalnya, dengan mengoleskan hand sanitizer di tangan yang mengandung alkohol hingga 70 persen, kita terhindar dari virus corona yang bisa menempel di benda-benda yang biasa kita sentuh.

Seperti gagang pintu, tiang kereta, gantungan atau handle di kereta, transjakarta, atau MRT, pegangan di pintu bis, helm pas naik ojek, dan fasilitas umum lain.

Tapi, penggunaan hand sanitizer yang tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang sifat atau karakteristik hand sanitizer, bisa membahayakan diri sendiri.

Seperti video yang viral beberapa waktu lalu. Seorang perempuan tangannya terbakar setelah menggunakan hand sanitizer, kemudian menyalakan kompor.

Mengapa tangan wanita tersebut terbakar? Menurut info dari Federal Aviation Administration (FAA) hand sanitizer memang mudah terbakar. Karena konsentrasi alkohol mencapai 70 persen.

Sehingga, ketika tangan kita baru saja diolesi dengan hand sanitizer, tidak boleh menyalakan kompor atau dekat dengan sumber api. Karena bisa terbakar.

Ternyata, berdasarkan data dari FAA, bukan hanya hand sanitizernya saja yang mudah terbakar. Uap dari hand sanitizer jika cairan pembersih tangan itu direbus juga akan mudah terbakar.

So, lebih berhati-hati ya setelah menggunakan pembersih tangan. Jika harus menyalakan kompor setelah memakai hand sanitizer, tunggu sampai tangan kita kering. Sehingga kandungan alkoholnya sudah hilang.

Merespons Biasa

PicsArt_03-08-11.13.04

Respons reaktif dengan menghakimi, atau membela kesalahan adalah dua sisi ekstrim dari sebuah fenomena. Seharusnya bagaimana?

Belakangan publik tanah air dibuat geger dengan peristiwa kontestan Putri Indonesia asal Sumatera Barat yang salah dalam menjawab pertanyaan dari Ketua MPRI Bambang Soesatyo tentang sila-sila dari Pancasila.

Kesalahan dalam kontes ajang kecantikan itu pun berlanjut dengan kehebohan di dunia maya. Akun instagram sang putri pun banjir kritikan, kalimat kekecewaan, yang mengarah kepada tindak kekerasan di dunia maya alias cyberbullying.

Respon reaktif dengan mem-bully, menghakimi kesalahan orang lain, dalam hal ini Kalista adalah tindakan tidak terpuji, alias melukai wajah kemanusiaan.

Juga merugikan diri kita sendiri karena menambah jumlah dosa kita sebagai makhluk yang rentan dari khilaf dan dosa.

Respon reaktif sebaliknya, yakni membela kesalahan ybs dengan melupakan fakta bahwa ybs memang tidak bisa menjawab pertanyaan tentang ideologi negara, juga bukan respons yang bijak.

Bahkan, ada salah satu tokoh publik ternama yang membela kesalahan sang putri di salah satu postingannya. Seolah menafikan fakta yang ada. Yang disayangkan, dalam postingan tersebut juga membuka kesalahan serupa yang dilakukan si penanya dalam ajang kontestasi kecantikan.

Dalam menanggapi kasus seperti ini, kita sebagai orang luar, tidak pernah tahu persis kebenaran yang sebenarnya.  Apakah ybs memang grogi akhirnya lupa sebagai kewajaran manusia. Atau ybs memang tidak hafal sila-sila dalam Pancasila.

Merujuk pada kondisi umum sebagian warga negara, kita pasti tahu, ada sebagian warga yang memang tidak hafal Pancasila. Kemudian me-refer ybs sebagai manusia, bisa jadi kesalahan tidak bisa menjawab sila dari Pancasila disebabkan faktor grogi akhirnya membuat ybs lupa.

Sekali lagi, kita, sebagai orang di luar ybs, yang tidak tahu persis alasannya mengapa ia salah menjawab, hanya bisa membuat asumsi-asumsi dengan mengacu pada dua alasan di atas.

Alangkah lebih baik jika kita merespons kesalahan ybs dengan biasa saja. Caranya dengan memaklumi kesalahan ybs dan menganggap kesalahan itu dengan reason dua hal di atas.

Bukan malah membela kesalahan yang merupakan fakta. Kemudian merubahnya dengan opini kita berdasar asumsi kita sendiri menjadi kebenaran baru. Selamat berhari Minggu

Kue Kekinian Artis yang Bertahan dan Ogah-Ogahan

Apa kabar kue kekinian artis. Ada yang bertahan namun ada juga yang menghilang.

Dua tahun lalu jagat kuliner tanah air sempat digegerkan dengan hadirnya kue kekinian para artis. Seperti seleksi alam, setelah dua tahun berlalu, tersisa kue-kue artis yang masih kokoh bertahan, dan ada yang terlihat setengah gamang tanpa ada aktivitas jelas. Bahkan sudah beberapa di antaranya yang tiada kabar alias menghilang.

Tetap Eksis

Berikut deretan kue kekinian artis yang masih eksis alias aktif di akun instagramnya.

1. Kastera by Luna Maya

Kastera yang dibesut Luna Maya dengan akun IG @kastera.id masih aktif. Postingan terakhir pada Jumat (25/10). Gerai Kastera juga tetap eksis di beberapa shopping mall premium seperti Lippo Mall Kemang, Living world, Space food, Mall Taman Anggrek, dan Pacific Place. Namun, untuk gerai di Pacific Place ada seorang konsumen yang bertanya apakah Kastera di mall itu sudah tutup.

2. Makassar Baklave by Irfan Hakim

Makassar Baklave besutan Irfan Hakim berlokasi di Jalan Hasanuddin, Makassar. Pada Jumat (25/10) terlihat anak-anak sedang mengunjungi rumah produksi Baklave. Seperti terlihat pada postingan akun IG Makassar Baklave.

3. Vava cake premium by Titi Kamal

Vava cake premium milik Titi Kamal tetap berkibar dengan dua gerainya. Gerai pusat ada di Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dan satunya lagi di Pejaten, Jakarta Selatan. Akun IG Vava Cake juga tetap aktif dengan postingan terakhir pada 17 Oktober dan IG story pada 27 Oktober.

4.Strudel Malang by Teuku Wisnu

Strudel Malang milik Teuku Wisnu menjadi pioneer kue artis kekinian. Hingga kini Strudel Malang yang berlokasi di Jalan Ardimulyo Singosari Malang, Jawa Timur tetap eksis dengan postingan terakhir pada Minggu (27/10).

5. Cirebon Sultana by Indra Bekti

Cirebon Sultana milik artis Indra Bekti menjadi salah satu kue kekinian artis yang masih bertahan. Kue kekinian berlokasi di Jalan Kartini, Cirebon, Jawa Barat ini terakhir posting pada Minggu (27/10).

6. Medan Napoleon by Irwansyah

Medan Napoleon milik Irwansyah yang berlokasi di Jalan Wahid Hasyim,Medan tetap eksis. Akun IG Medan Napoleon juga eksis dengan postingan terakhir pada Minggu (27/10).

7. Bogor Rain Cake by Shireen Sungkar.

Ternyata bukan hanya kue kekinian milik Teuku Wisnu yang tetap eksis. Kue kekinian milik istri Wisnu yakni Shireen Sungkar dengan label Bogor Rain Cake juga tetap eksis. Postingan terakhir Bogor Rain Cake pada Minggu (27/10).

Vakum?

Dua kue kekinian artis yakni Kuenya Ayu milik Ayu Ting Ting dan Princess Cake besutan Syahrini masih ada akun IGnya. Namun, kedua kue kekinian ini belakangan terlihat vakum. Postingan terakhir keduanya pada Juli 2019.

Kue kekinian lain yang masih ada akun IGnya tapi sudah lama vakum yakni Pevo Cake milik Pevita Pearce di Bogor, Jawa Barat dan Really Cake milih Prilly Latuconsina di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Postingan terakhir Really Cake dua tahun lalu yakni 13 Agustus 2017. Sementara postingan terakhir Pevo Cake pada 22 Agustus 2018.

 

 

Audrey Tidak Sendiri

 

PicsArt_04-10-09.01.17

Mengapa kita harus memberikan dukungan Audrey dan korban bullying lain? Sebagai bentuk kepedulian dan untuk memutus mata rantai bullying, tentunya.

Audrey, siswi SMP di Pontianak berusia 14 tahun menjadi korban bullying fisik oleh 12 siswi SMA di Pontianak. Simpati dan support untuk Audrey mengalir setelah ada akun di twitter yang mengetwit tentang Audrey dengan tagar #justiceforaudrey.

Seorang siswi yang masih remaja, sedang mencari identitas dirinya (self identity) seperti Audrey harus mengalami kejadian yang buruk berupa bullying fisik yang kontraproduktif dalam membentuk self identity.

Bullying atau perundungan bukan masalah sepele karena berdampak buruk bagi psikis korban. Korban akan merasa tidak berharga, membenci dirinya sendiri (low self esteem), tidak percaya diri, merasa sendiri, stress, depresi, dan gangguan fisik seperti tidak nafsu makan, mual, pusing, dll.

Dukungan dari banyak orang akan membuat sang korban seperti Audrey mempunyai emosi positif yang penting sebagai coping strategies saat korban merasa depresi setelah menjadi korban bullying. Korban bullying akan merasa diterima sebagai bagian komunitas sosial, merasa dicintai, percaya diri, lebih optimis, semangat menyembuhkan luka psikis dan fisiknya.

Dukungan Dalam Bentuk Apa?

Support atau dukungan kepada Audrey dan korban perundungan lain bisa dalam beragam bentuk.

  1. Postingan di media sosial tanpa menampilkan wajah sang korban. Remaja adalah fase mencari identitas (self identity). Mereka berada dalam masa peralihan dari anak-anak ke tahap dewasa. Penting bagi komunitas untuk menjaga privacy, pengalaman traumatic remaja yang berpengaruh besar dalam psikologis mereka dengan tidak menampilkan wajah mereka. Postingan wajah mereka terkait kejadian traumatic akan membuat luka batin mereka lama sembuh. Postingan wajah juga bisa membuat korban lebih sensitif seperti meresponsnya dengan perasaan sedih, marah.
  2. Mengunjungi korban. Kunjungan yang kita lakukan adalah untuk kesehatan jiwa, bentuk empati kepada korban. Sekaligus menguatkan bahwa sang korban dibela banyak orang. Namun, ada etika yang perlu diperhatikan ketika kita mengunjungi korban perundungan, bullying atau kekerasan pada anak-anak atau remaja. Kita tidak perlu menampilkan wajah atau sosok korban. Kita tidak perlu pembuktian kepada dunia kalua kita sudah peduli dengan mengunjungi tanpa memikirkan kondisi psikis sang korban.
  3. Berikan dukungan langsung dengan memeluk korban, memberikan tepukan hangat kepada korban, dan mengucapkan kata-kata positif yang sehat untuk mentalnya. Seperti “Semua orang sayang kamu.” “Kamu berharga.” “Kamu tidak seperti yang dikatakan mereka.” Dukungan dari kita menjadi modal bagi korban untuk bangkit dan belajar kemampuan pro social. Akhirnya sang korban akan berani tegas terhadap tindakan perundungan, bullying tanpa harus mengembalikan harga dirinya, kepercayaan dirinya dengan bertindak sebagai pelaku bullying.
  4. Ada peran kita dalam memutus mata rantai korban bullying menjadi pelaku bullying. Mari suarakan dukungan kita untuk Audrey dan korban-korban perundungan lain yang memilih diam dan tertatih menyembuhkan luka sendirian. #justiceforaudrey