Kue Kekinian Artis yang Bertahan dan Ogah-Ogahan

Apa kabar kue kekinian artis. Ada yang bertahan namun ada juga yang menghilang.

Dua tahun lalu jagat kuliner tanah air sempat digegerkan dengan hadirnya kue kekinian para artis. Seperti seleksi alam, setelah dua tahun berlalu, tersisa kue-kue artis yang masih kokoh bertahan, dan ada yang terlihat setengah gamang tanpa ada aktivitas jelas. Bahkan sudah beberapa di antaranya yang tiada kabar alias menghilang.

Tetap Eksis

Berikut deretan kue kekinian artis yang masih eksis alias aktif di akun instagramnya.

1. Kastera by Luna Maya

Kastera yang dibesut Luna Maya dengan akun IG @kastera.id masih aktif. Postingan terakhir pada Jumat (25/10). Gerai Kastera juga tetap eksis di beberapa shopping mall premium seperti Lippo Mall Kemang, Living world, Space food, Mall Taman Anggrek, dan Pacific Place. Namun, untuk gerai di Pacific Place ada seorang konsumen yang bertanya apakah Kastera di mall itu sudah tutup.

2. Makassar Baklave by Irfan Hakim

Makassar Baklave besutan Irfan Hakim berlokasi di Jalan Hasanuddin, Makassar. Pada Jumat (25/10) terlihat anak-anak sedang mengunjungi rumah produksi Baklave. Seperti terlihat pada postingan akun IG Makassar Baklave.

3. Vava cake premium by Titi Kamal

Vava cake premium milik Titi Kamal tetap berkibar dengan dua gerainya. Gerai pusat ada di Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dan satunya lagi di Pejaten, Jakarta Selatan. Akun IG Vava Cake juga tetap aktif dengan postingan terakhir pada 17 Oktober dan IG story pada 27 Oktober.

4.Strudel Malang by Teuku Wisnu

Strudel Malang milik Teuku Wisnu menjadi pioneer kue artis kekinian. Hingga kini Strudel Malang yang berlokasi di Jalan Ardimulyo Singosari Malang, Jawa Timur tetap eksis dengan postingan terakhir pada Minggu (27/10).

5. Cirebon Sultana by Indra Bekti

Cirebon Sultana milik artis Indra Bekti menjadi salah satu kue kekinian artis yang masih bertahan. Kue kekinian berlokasi di Jalan Kartini, Cirebon, Jawa Barat ini terakhir posting pada Minggu (27/10).

6. Medan Napoleon by Irwansyah

Medan Napoleon milik Irwansyah yang berlokasi di Jalan Wahid Hasyim,Medan tetap eksis. Akun IG Medan Napoleon juga eksis dengan postingan terakhir pada Minggu (27/10).

7. Bogor Rain Cake by Shireen Sungkar.

Ternyata bukan hanya kue kekinian milik Teuku Wisnu yang tetap eksis. Kue kekinian milik istri Wisnu yakni Shireen Sungkar dengan label Bogor Rain Cake juga tetap eksis. Postingan terakhir Bogor Rain Cake pada Minggu (27/10).

Vakum?

Dua kue kekinian artis yakni Kuenya Ayu milik Ayu Ting Ting dan Princess Cake besutan Syahrini masih ada akun IGnya. Namun, kedua kue kekinian ini belakangan terlihat vakum. Postingan terakhir keduanya pada Juli 2019.

Kue kekinian lain yang masih ada akun IGnya tapi sudah lama vakum yakni Pevo Cake milik Pevita Pearce di Bogor, Jawa Barat dan Really Cake milih Prilly Latuconsina di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Postingan terakhir Really Cake dua tahun lalu yakni 13 Agustus 2017. Sementara postingan terakhir Pevo Cake pada 22 Agustus 2018.

 

 

Audrey Tidak Sendiri

 

PicsArt_04-10-09.01.17

Mengapa kita harus memberikan dukungan Audrey dan korban bullying lain? Sebagai bentuk kepedulian dan untuk memutus mata rantai bullying, tentunya.

Audrey, siswi SMP di Pontianak berusia 14 tahun menjadi korban bullying fisik oleh 12 siswi SMA di Pontianak. Simpati dan support untuk Audrey mengalir setelah ada akun di twitter yang mengetwit tentang Audrey dengan tagar #justiceforaudrey.

Seorang siswi yang masih remaja, sedang mencari identitas dirinya (self identity) seperti Audrey harus mengalami kejadian yang buruk berupa bullying fisik yang kontraproduktif dalam membentuk self identity.

Bullying atau perundungan bukan masalah sepele karena berdampak buruk bagi psikis korban. Korban akan merasa tidak berharga, membenci dirinya sendiri (low self esteem), tidak percaya diri, merasa sendiri, stress, depresi, dan gangguan fisik seperti tidak nafsu makan, mual, pusing, dll.

Dukungan dari banyak orang akan membuat sang korban seperti Audrey mempunyai emosi positif yang penting sebagai coping strategies saat korban merasa depresi setelah menjadi korban bullying. Korban bullying akan merasa diterima sebagai bagian komunitas sosial, merasa dicintai, percaya diri, lebih optimis, semangat menyembuhkan luka psikis dan fisiknya.

Dukungan Dalam Bentuk Apa?

Support atau dukungan kepada Audrey dan korban perundungan lain bisa dalam beragam bentuk.

  1. Postingan di media sosial tanpa menampilkan wajah sang korban. Remaja adalah fase mencari identitas (self identity). Mereka berada dalam masa peralihan dari anak-anak ke tahap dewasa. Penting bagi komunitas untuk menjaga privacy, pengalaman traumatic remaja yang berpengaruh besar dalam psikologis mereka dengan tidak menampilkan wajah mereka. Postingan wajah mereka terkait kejadian traumatic akan membuat luka batin mereka lama sembuh. Postingan wajah juga bisa membuat korban lebih sensitif seperti meresponsnya dengan perasaan sedih, marah.
  2. Mengunjungi korban. Kunjungan yang kita lakukan adalah untuk kesehatan jiwa, bentuk empati kepada korban. Sekaligus menguatkan bahwa sang korban dibela banyak orang. Namun, ada etika yang perlu diperhatikan ketika kita mengunjungi korban perundungan, bullying atau kekerasan pada anak-anak atau remaja. Kita tidak perlu menampilkan wajah atau sosok korban. Kita tidak perlu pembuktian kepada dunia kalua kita sudah peduli dengan mengunjungi tanpa memikirkan kondisi psikis sang korban.
  3. Berikan dukungan langsung dengan memeluk korban, memberikan tepukan hangat kepada korban, dan mengucapkan kata-kata positif yang sehat untuk mentalnya. Seperti “Semua orang sayang kamu.” “Kamu berharga.” “Kamu tidak seperti yang dikatakan mereka.” Dukungan dari kita menjadi modal bagi korban untuk bangkit dan belajar kemampuan pro social. Akhirnya sang korban akan berani tegas terhadap tindakan perundungan, bullying tanpa harus mengembalikan harga dirinya, kepercayaan dirinya dengan bertindak sebagai pelaku bullying.
  4. Ada peran kita dalam memutus mata rantai korban bullying menjadi pelaku bullying. Mari suarakan dukungan kita untuk Audrey dan korban-korban perundungan lain yang memilih diam dan tertatih menyembuhkan luka sendirian. #justiceforaudrey