Kau Tanya Mengapa

Kau tanya mengapa aku mencintaimu
Aku balik bertanya apa jawaban itu perlu?
Kau tanya mengapa aku memilihmu?
Aku melihat sebagian diriku ada pada dirimu.
Kau tanya lagi, mengapa aku suka kamu. Sepertinya jawabanku tak memuaskan penasaranmu
Kau tanya kenapa mencintaimu dan bukan mereka
Bukankah cinta tak perlu penjelasan
Seperti soal esai yang membutuhkan uraian.

Tanya itu menjadi repetisi. Ritual yang seakan wajib dilakukan.
“Kenapa mencintaiku? ”
Sebegitunya kamu perlu alasan.
Dan kau tanya berulang-ulang.
Tapi pada akhirnya tanya itu hanya rasa penasaran. Bukan bukti keinginanmu menjadikanku masa depan. Karena kamu menghilang tanpa pesan. Ketika sayang di dada sedang mekar. Dan kau paksa layu seiring kepergianmu.

“Retak” Cerita hati yang tak utuh lagi.

Kopi dan Memori

Dari secangkir kopi

kuhirup kembali jejakmu

dari jalanan bertabur

bedak pesona sebuah cerita

yang kueja sebagai memori

Namun waktu membungkam

mimpi di persimpangan

terpaku di jembatan bimbang

mengutuk hari yang terus berjalan

Maka kucoba kususur tapakmu

mengikuti arah mata angin

mungkin akan kuhirup aromamu

pada secangkir espresso

yang membuatku linglung

berjalan menyisir masa lalu

menyesap pahit menggigit

dalam tiap teguk kenangan

getir yang enggan mekar.

-SS-

Kamera

Di mana kamera

Yang biasa kau bawa

Bersama kesedihan

Yang kerap menghunjam

Sepotong jantung kenangan?

Kau taruh di mana

Blitz yang menyulap

Muka kelabu dibekuk muram

Menjadi rona terang

Wajah yang menyimpan gelisah

Sedih dan kecewa tertimbun pasrah

Karena ingin hanya sebatas pendam

Tanpa berani mengartikulasikan

Ketika Bu Risma dan Strawberry Kepolen Lumer Di Mulut

Dalam sebuah postingan di instagram penyanyi dangdut Inul Daratista menulis caption “Ditinggal Mas Adam tidur duluan, aku ‘selingkuh’ dengan mas cokro. ” Inul terlihat memegang piring berisi cake. Ternyata, mas cokro yang dimaksud Inul adalah varian cake cokelat besutannya sendiri yang baru diresmikan pada 11 November 2017 di gerai Inul Cakes and Pastry di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya. Inul mengaku mengelola sendiri bisnis kuenya.

Uniknya, nama-nama cake besutan Inul terbilang sangat lokal alias Jawa banget. Seperti Bu Risma singkatan bolu rasa istimewa telor asin dengan harga Rp 89 ribu.

Bagi penyuka abon daging ayam bisa memilih suami Inul Cak Adam eh cake Cak Adam alias cake abon isi daging ayam seharga Rp 92 ribu.

Varian lain namanya seperti anak Inul yakni Cak Ivan atau cake isi vanilla pandan. Harga varian ini paling murah yakni Rp 69 ribu.

Cak Kartolo yang sekilas namanya mirip dengan bintang film jaman dulu menjadi cake pilihan penyuka ubi. Cak kartolo kepanjangan cake karo topping telo dengan harga Rp 82 ribu.

Nama unik lain dari cake Inul yakni Bude Juwariah atau singkatan bolu dengan keju wuakeh dan meriah dengan harga bandrol Rp 89 ribu.

Varian terakhir yakni Mas Cokro yang merupakan singkatan emas cokelat kroisan dengan harga bandrol Rp 89 ribu. Mas cokro menjadi best seller Inul cakes and pastry dengan butiran emas cokelat di dalamnya.

Berbeda dengan kue kekinian artis lain, cake Inul tampil dengan topping detail di atasnya. Harga bandrol kue juga lebih mahal ketimbang kue artis lain dengan harga kisaran rata-rata Rp 80 ribuan hingga Rp 90 ribuan.

Secawan Pandan dan Strawberry Kepolen

Vallens cake milik Via Vallen yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi Solo,Jawa Tengah dan Jalan Dharmahusada Surabaya, Jawa Timur itu juga mempunyai nama varian cake unik diambil dari judul lagu penyanyi dangdut yang hits dengan lagu “Sayang”.

Seperti Strawberry Kepolen yang mirip dengan judul lagu Via Vallen yakni Kimcil Kepolen. Varian lain yakni Secawan Pandan yang diambil dari judul lagu Via Vallen “Secawan Madu.”

Untuk nama fans Via yang dikenal dengan Vyanisty menjadi inspirasi cake Melonisty. Varian Vallens cake yang lain yakni Sawangan cheese, taro lovers, via choco dengan crunchy di luar dan rada cokelat di dalam. Juga dua varian anyar yakni tiramisu welase dan choco valecheese.

Semua varian cake Vallens cake dalam bentuk hati atau love dengan topping crumble, parutan keju, atau mesis. Harga kue Vallens cake mulai dari Rp 49 ribu untuk via choco dan paling mahal sawangan cheese Rp 54 ribu.

Lele Super Hot di Dapoer Kayoe

Udara dingin seperti Lembang, Bandung, mendorong pengunjung mencari sesuatu yang hangat. Agaknya, keinginan mencari yang hangat, agar udara dingin lumer, ditangkap oleh owner Restoran Dapoer Kayoe yang menghadirkan konsep rumah makan dua lantai dengan elemen utama kayu. Bangunan resto yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi Lembang ini ditata sedemikian apik. Selain kental dengan unsur kayu sebagai penyeimbang, ada deretan tanaman hijau yang tertata rapi di bagian depan resto. Di bagian dalam interior resto, unsur kayu masih dominan dengan room decor bernuansa tradisional dan modern dengan warna coklat dan khaki berpadu. Selain menyantap makanan, pengunjung bisa bersantai di kursi ayun di area belakang. Tak jauh dari sini, yakni di sampingnya ada musholla dan toilet. Mau belanja oleh-oleh? Resto ini juga menjajakan oleh-oleh khas bumi Parahyangan. Selain oleh-oleh, pengunjung juga bisa berburu souvenir. Asyik kan? Lelenya Nendang Banget Masakan Sunda menjadi menu andalan Resto Dapoer Kayoe. Wajar, karena berlokasi di Lembang. Sejumlah menu sunda menjadi pengisi daftar menu. Seperti nasi timbel, pepes, dll. Jika ingin mengudap penganan ringan, di meja tersaji otak-otak dengan bumbunya yang mantap. Di luar masakan sunda, ada menu lele dengan ukuran terbilang lumayan besar lengkap dengan daun kemangi dan sambal pedasnya. Rasanya greget banget. Gurih daging lele, yanh dicocol dengan sambal merah nan pedas membuat lidah menari! Menu ini recommended banget! Jika anda lelah terjebak kemacetan di area Lembang, bisa ngaso sebentar di sini sambil selonjoran, mengudap otak-otak. Kemudian mengisi perut yang keroncongan karena terjebak macet di jalan dengan nasi pulen yang masih hangat, lengkap dengan sambal dan lele atau ayam goreng. Dijamin penat berkendara hilang!

Liburan Tiap Bulan. Mau?

 

Hari gini apa sih yang tidak bisa. Termasuk liburan tiap bulan. Jangan bilang tidak punya uang. Uang bisa dicari selama kita mau bekerja mencarinya. Kalau penghasilan pas-pasan apa masih bisa? Tetap bisa kalau kita membuat liburan sebagai prioritas. Mana mungkin liburan untuk makan sehari-hari saja sulit? Yakin ngomong begitu? Yang dimakan apa dulu dan dimana lokasinya?

Seperti kata pepatah kuno “Jika ada kemauan pasti ada jalan. Atau there is a will there is a way.” Tanpa kemauan, maka liburan hanya ada dalam angan-angan. Kenapa? Karena kamu tidak pernah merencanakan liburan. Dan liburan tidak harus punya uang lebih.

Caranya gimana?

  1. Disiplin menyisihkan uang. Setiap bulan usahakan sebelum dipakai untuk keperluan hidup bulanan, sisihkan uang untuk target liburan kamu. Besarnya tergantung lamanya liburan yang kamu inginkan, lokasi liburan, dan fasilitas liburan. Jika targetmu berlibur di lokasi tempat tinggal maka alokasi uang yang disisihkan untuk liburan tentu tidak besar.  Karena planningnya liburan tiap bulan, maka uang yang kamu sisihkan lebih gampang ditaruh di tabungan. Ini berlaku terutama bagi kelompok orang yang nggak suka ribet dengan aturan deposito.
  2. Atur waktu liburan sesuai dengan hari libur kerja  dan tanggal merah. Kadang yang menjadi kendala berlibur adalah tidak adanya waktu untuk liburan karena kerja. Nah, karena keterbatasan waktu itulah kamu harus bikin planning jauh-jauh hari terkait waktu liburan. Mungkin di bulan-bulan tertentu liburannya pas weekend dengan konsekuensi macet jika menggunakan kendaraan seperti mobil, bis. Juga, lokasi liburan  biasanya padat karena banyak pengunjung. Sebenarnya liburan tanggal merah juga beresiko macet dan lokasi wisata penuh oleh pengunjung jika obyek wisatanya di dalam negeri. Tapi apa boleh buat. Daripada tidak liburan?
  3. Tentukan lokasi liburan sesuai dengan budget. Jika uang tabungan jumlahnya sedikit, maka memilih lokasi liburan harus rasional. Pilih lokasi yang dekat dan tidak banyak biaya tambahannya seperti tiket masuk, parkir, dll.
  4. Tidak harus beli oleh-oleh. Hal lain yang memberatkan kita traveling adalah komponen oleh-oleh. Kalau ada teman yang nitip oleh-oleh tapi tidak janji menggantinya dengan uang, patut menjadi pertimbangan untuk menolaknya. Kamu bisa menolak secara halus. Jika kamu tidak tegas dengan persoalan oleh-oleh, maka tiap traveling kamu akan terbebani dengan komponen ini.
  5. Pilih destinasi wisata yang berdekatan. Jika kamu ingin bersiwata ke suatu daerah dan mendapat banyak obyek, bisa mencari informasi destinasi wisata yang lokasinya berdekatan. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya transportasi dan waktu.
  6. Mengurangi biaya lain-lain untuk traveling. Setiap kita pasti mempunyai pos pengeluaran yang sebenarnya bisa ditiadakan karena bukan kebutuhan pokok. Nah, jika kamu sudah bisa menghilangkan pos pengeluaran yang tidak perlu, alokasikan uang tersebut untuk biaya traveling. Lumayan kan?
  7. Cari penghasilan tambahan. Jika ingin liburan tiap bulan, maka salah satu solusinya adalah menambah income dengan penghasilan tambahan. Langkah ini ditempuh jika kamu sudah tidak bisa mengotak atik pengeluaran lagi.