Kondisi Saat Listrik Padam di Jakarta: Toko Tutup, Kereta Tidak Ada.

Area Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor pada Minggu (4/8) mengalami pemadaman listrik lumayan lama. Sebagian wilayah listrik padam dari jam 12.00 wib hingga pukul 18.30 wib. Namun ada juga yang padam lebih lama dari dzuhur hingga dini hari.

Akibat listrik padam seharian, sebagian toko ritel modern memilih tutup. Hanya ada sebagian minimarket yang tetap buka.

Hal berbeda terlihat di salah satu stasiun di Jakarta Selatan. Terdapat dua gerbong kereta yang berhenti dan terlihat kosong. Masinis kereta terlihat di luar.

Sementara kondisi jalan raya terlihat ramai. Bahkan terbilang padat.

Sarapan di Antara Lautan Jajan Pasar di Sari-Sari

Sarapan Jajan Pasar di Bandung

 

Biasanya sebagian kita kalau sedang di Bandung, Jawa Barat memilih sarapan yang disajikan oleh hotel atau tempat kita menginap. Atau kalau bosen menyantap sarapan ala hotel, kita memilih sarapan dengan bubur ayam Bandung. Atau hidangan lain seperti nasi uduk, serabi, gorengan, dll.

Ternyata di luar menu mainstream tersebut, kita bisa menyantap jajanan pasar sebagai sarapan kita. Coba saja datang ke Sari-Sari di Jalan Tirtayasa, Bandung.

Begitu masuk ruangan, kita akan takjub atau terbelalak dengan melimpahnya jajanan pasar dengan bentuk, rupa, dan rasanya. Ada jajanan rasa gurih seperti pastel, risol, martabak, tahu isi, dll. Ada juga jajan pasar rasa manis seperti kue talam, lapis, bolu, roti, singkong Thailand, colenak, dll.

Di luar jajanan rasa manis dan gurih, pengunjung masih bisa mencoba kuliner lain yang lebih berat seperti nasi bakar dll.

Seperti Minggu pagi sebulan lalu, puluhan orang terlihat memenuhi bangku yang disedikan. Mereka mengisi pagi mereka dengan sarapan di Sari-Sari.

Menariknya, pengunjung dari luar kota juga bisa membeli oleh-oleh berupa snack yang dijajakan di salah satu sisi ruangan.

Tertarik? Yuk cobain sarapan di Sari-Sari.

Gaya Berhijab di Hari Raya

Penampilan prima di hari raya menjadi dambaan hijabers. Hijab menjadi salah satu elemen pentingnya.

Tampilan hijab sangat mempengaruhi look seseorang. Karena menjadi faktor penting dalam penampilan, ada baiknya kita memilih gaya hijab yang sesuai dengan bentuk wajah, warna kulit, dan karakter kita.

Berikut inspirasi hijab yang bisa kamu jadikan sebagai referensi hijab saat haru raya Idul Fitri nanti.LRM_EXPORT_124901811293516_20190510_131115907LRM_EXPORT_91657172727252_20190524_152841887LRM_EXPORT_65159090117856_20190509_094010875LRM_EXPORT_111185900675431_20190506_132204938LRM_EXPORT_59745945120143_20190504_215701195LRM_EXPORT_165569760526740_20190507_115319290Point Blur_Apr042019_165538LRM_EXPORT_165639940065975_20190507_115429469.jpegHijab ini ukurannya jumbo dengan kualitas premium dari IG @vsvonnyscarf dan @hanhanproject. Mudah-mudahan terinspirasi.

Yuk Intip OOTD Wirda Mansur

Wirda Mansur kerap membagikan ootd alias outfit of the day dengan gaya simple dan ringan. Seperti apa style putri sulung Yusuf Mansur ini?

Nama Wirda Mansur masuk dalam deretan hijaber muda dengan followers meruah Putri sulung dai kondang Yusuf Mansur itu kerap membagikan foto dirinya dan kegiatannya  di akun instagramnya. Wirda juga kadang memposting OOTD saat traveling ke Korea, dan sejumlah negara di kawasan Eropa.

Berikut style Wirda Mansur yang simple elegan.

 

Maudy Ayunda dan Najwa Shihab Suka Ujian Sekolah. Kalau Kamu?

 

Ternyata Maudy Ayunda dan Najwa Shihab sama-sama penyuka ujian dan belajar. Wah!

Dalam sebuah wawancara dengan Najwa Shihab, artis berprestasi Maudy Ayunda teenyata mempunyai beberapa kesamaan dengan sang host sekaligus tuan rumah Mata Najwa yakni Nahwa Shihab. Apa saja kesamaan kedua wanita smart ini?

Pertama, Maudy mengaku bisa menghabiskan waktu seharian untuk membaca buku. “Aku bisa baca buku seharian saja  betah,” kata Maudy. Hal sama juga berlaku pada Najwa Shihab sebagai Duta Baca Indonesia. Najwa berkampanye mengajak orang untuk mencintai kegiatan membaca buku.

Kedua, baik Maudy maupun Najwa ternyata penyuka ujian atau kegiatan belajar. Nah lho. “Aku sangat cinta belajar dan benar-benar enjoy. Aneh nggak sih? ” terang Maudy. Najwa menimpali,”Saking dianggap aneh kadang aku kalau ujian malah senang,” kata Najwa tertawa.  Maudy kemudian menambahkan,” Sebetulnya ada deg-degannya tapi bikin aku enjoy. Ada tantangan baru.”

Ketiga, keduanya belajar mengambil keputusan sejak kecil. Maudy Ayunda kerap dilibatkan ibunya ikut terlibat mengambil keputusan saat ada acara keluarga. Orang tua Najwa Shihab pun melakukan hal sama. Bahkan Najwa mengaku diminta orang tuanya membuat keputusan sendiri saat memilih mau masuk ke SMP Islam atau SMP Negeri.

Demikian tiga kesamaan dua wanita cerdas dan mandiri di negeri berkembang ini. Mudah-mudahan kamu juga mempunyai kesamaan dengan keduanya. Kalau tidak tiga kesamaan, minimal satu. Kalau sekarang belum ada kesamaan, mudah-mudahan besok ada kesamaaannya. Kalau tetap tidak ada, ya tidak diusahakan Tapi tidak bakal ditagih.

Peluncuran JP100 Untuk Perempuan Indonesia

 

Terbitan jurnal hingga ke seratus bukan hal gampang. Jurnal Perempuan bisa membuktikan dengan adanya JP100.

Jurnal Perempuan menggelar kegiatan “JP100: Pemikiran dan Gerakan Perempuan Indonesia di hotel JS Luwansa, Jakarta pada Rabu (27/3). Lembaga yang didirikan oleh dosen Filsafat UI Gadis Arivia Bersama koleganya di Filsafat UI Prof Dr Toety Heraty dan alm Ratna Syafrida itu genap meluncurkan edisi Jurnal Perempuan (JP) ke-100.

Acara dihadiri oleh sahabat JP dan sejumlah tokoh penting seperti Prof Emil Salim, Marie Elka Pangestu, Prof Toeti Heraty, Svida Alisjahbana, Prof Musdah Mulia, dan dosen senior di Filsafat UI.

Salah satu pendiri sekaligus dewan pembina JP yakni Prof Toeti Heraty memberikan buku berjudul “Into the Future” kepada Direktur Eksekutif  Jurnal Perempuan Dr Atnike Nova Sigiro. “Sebagai orang tua saya suka cerita masa lalu. Tapi saya juga penuh hasrat untuk gerakan masa depan,” ujar Toety.

Sebagai pemimpin JP generasi ketiga Atnike dalam uraiannya bertekad akan membawa JP sebagai pusat literasi digital untuk perempuan di tanah air. Sebelumnya Marie Elka Pangestu sebagai dewan pembina menyoroti tentang perempuan dan peran pentingnya dalam kegiatan ekonomi skala global.

Kegiatan ditutup dengan diskusi menghadirkan tiga narasumber yakni Dr Titiek Kartika Hendrasiti dari Universitas Bengkulu, Samsidar aktivis dan penulis JP100 dan Pemimpin Redaksi Jurnal Perempuan Anita Dhewy dengan moderator Dr Nur Iman Subono dari Fisip UI sekaligus Dewan Redaksi Jurnal Perempuan.

 

Berbuat Lebih #CoffeeToneXYou

 

Grand Final hijab sketch competition #CoffeetoneXyou digelar pada Sabtu (23/3) di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Selain pengumuman pemenang, acara dengan tagline “Berbuat Lebih” itu juga diiisi dengan talkshow menghadirkan narasumber desainer muslim kondang Dian Pelangi, praktisi kebugaran yoga sekaligus chef halal Lisa Namuri,  dan presenter Net TV Rikha Indriaswari.

Di sela-sela talkshow juga diadakan fashion show dari kami., Irmasari Joedawinata, dan finalis.  Jumlah finalis kompetisi sketsa hijab ini 2.600. Ada tiga kategori yang dilombakan yakni profesional, sporty, dan casual. Pemenang kategori professional Zulkifli Ahmad Rsyid. Pemenang kategori sporty Intan Chairannisa Lubis. Untuk kategori casual Gina Fajri Aulia. Selamat ya untuk para pemenang. Terus berkarya!