Jatuh lagi, dan lagi

Jatuh lagi, dan lagi

Semua juga tahu, perjalanan hidup tidak konstan, mulus seperti jalan Pantura ketika mau lebaran. Bahkan, jalan Pantura pun ada masa-masanya halus, tidak sepanjang bulan. Apalagi jalan kehidupan?

Masih ingat kan, kemarin kamu tertawa bersama teman-temanmu. Tak berselang lama, tawamu berganti airmata. Kesedihan karena kamu tidak dianggap sebagai bagian.

Kamu seolah pecundang yang hanya bertahan menumpang. Dan, kesedihan pun dengan leluasa bertandang.

Tapi ya begitu kamu, yang senantiasa menjalani hidup dengan semangat yang ada. Enggan berputus asa pada rasa.

Sedihmu kamu luapkan dalam genangan airmata. Tidak peduli kamu sedang dimana. Hanya airmata teman setia ketika lara mencubit jiwa.

Jatuh, dan jatuh lagi adalah cerita biasa dalam perjalanan anak manusia. Ingat lagi kan, ada masanya Tuhan menganugerahkan bertubi-tubi kesuksesan, keberhasilan.

Tapi kamu lupa ketika larut dalam suka. Ada masa-masa gagal, menjadi manusia tak berarti, kemudian melukai jiwa menanti di depan mata. Dan benar benar terjadi tanpa kamu bisa menghindari.

Yang bisa kamu lakukan adalah mencoba berdiri. Berpegang pada diri sendiri, untuk berusaha bertahan. Melarutkan tangisan dalam sujud-sujud sepertiga malam.

Karena sejatinya yang paling mengerti kamu adalah Tuhan, pencipta jiwa dan raga. Juga dirimu sendiri. Dialah teman teman terbaikmu dan teman setia. -SS-

Pelajaran Penting Untuk Perempuan

Bergosip itu buruk dan membuat dirimu turun kelas.

Apa saja hal tidak penting tapi kita lakukan dan menguras energi kita?

Semakin bertambah usi, kita akan menyadari hal-hal yang sejatinya tidak penting, tapi kita kerap melakukan demi keseimbangan relasi sosial kepada sesama perempuan. Akhirnya, kerap menjadi penghalang dalam berprogres menjadi pribadi baru.

1. Berteman dengan genk atau kelompok yang suka gosip. Kita beranggapan dengan berteman dengan genk bigos tersebut, posisi kita akan aman. Dalam artian tidak digosipin seperti teman yang lain.

Nyatanya, genk gosip selalu haus bahan ghibah dan tidak peduli itu teman sekelompok atau orang lain. Bahkan, kamu juga tidak luput menjadi bahan gosipan genkmu ketika kamu absen tidak ngumpul bareng mereka.

2. Berbuat baik dengan harapan teman perempuan lain suka dengan kita. Faktanya, perempuan kadang membenci perempuan lain tanpa perlu alasan kuat.

So, buang jauh-jauh mimpimu untuk disukai semua teman-temanmu. Pasalnya, perempuan lebih mudah terbakar iri ketimbang laki-laki. Juga mudah tersulut emosi tanpa berpikir seribu kali dengan logika.

3. People pleaser. Alias berusaha menyenangkan orang lain. Caranya, dengan menuruti kemauan teman. Karena sikap tersebut, kita kerap menghabiskan waktu yang sejatinya bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat untuk hidup atau kehidupan kelak.

Misalnya, teman-teman se-genkmu ngajak pergi belanja ke mall. Padahal kamu tidak lagi butuh apapun, dan ada kerjaan yang harus dikelarin.

Karena kamu tidak bisa menolak, akhirnya kamu ikutan pergi belanja ke pusat perbelanjaan hingga berjam-jam. Padahal, kamu punya schedule menyelesaikan tugasmu. Akhirnya kamu harus menambah waktu untuk ngelarin kerjaan.

4. Tidak berani berkata tidak. Misalnya nih, kamu bersama teman-temanmu ke mall. Saat teman-temanmu membeli baju, mereka juga nyodorin beberapa baju ke kamu, kamu tidak berani bilang tidak atau menolak. Akhirnya kamu membeli baju yang sejatinya kamu tidak perlukan.

5. Kerap memikirkan perkataan orang. Apa pun yang akan kamu lakukan, keputusan apapun yang akan kamu ambil, kamu kerap mempertimbangkan omongan orang lain.

Mulai dari cara berpakaian, mengaplikasikan make up, makan, belanja, memilih pasangan hidup hingga kegiatan ibadah pun kamu merasa perlu mempertimbangkan respons orang lain.

Karena pola pikir tersebut, kamu kerap ragu-ragu, tidak berani ambil keputusan, ragu-ragu bertindak karena takut menjadi bahan omongan.

Padahal, kita diam saja, kalau teman-teman kita memang suka gosip, diam kita juga akan menjadi bahan gosip. Nah lho.

Jika kamu terus bersikap seperti di atas, tanpa kamu sadari, banyak energi yang keluar hanya untuk menyesuaikan dengan anggapan orang.

Padahal, kebutuhanmu berbeda dengan mereka. Jalan hidupmu berbeda dengan mereka.

Omongan orang tentang kehidupan kita tidak akan ada habisnya. Bahkan, ketika kita sudah bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma sosial dan norma kelompok.

Kalau sudah tahu begitu, ada baiknya dipilah. Tidak semua hal harus mempertimbangkan omongan orang lain.

Karena sebagian besar mereka hanya berkomentar saja. Tidak ikut andil meringankan beban hidupmu. Kenapa omongan mereka seolah-olah seperti sabda raja?

Hafal QS Al Mulk Dijamin Bebas dari Siksa Kubur

QS Al Mulk dikenal sebagai surah Al Quran yang membela penghafalnya, sebagai bentuk syafaat Al Quran.

Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir orang yang di hatinya ada Al Quran maka akan selamat dari azab Allah SWT.

Lebih lanjut dinyatajan bahwa ada surat dalam Al Quran yang mati-matian membela penghafalnya. Sampai surat tersebut memasukkanya di surga.

Seperti dalam sebuah riwayat. Ada sahabat nabi karena kemalaman di jalan, bermalam, membuat tenda, yang ternyata kuburan. Ternyata ada orang membaca surat Al Mulk.

Sahabat tersebut kemudian bertanya kepada Rasulullah perihal QS Al Mulk. Rasulullah bersabda, “Memang surat Al Mulk itu al maniah bisa menghalau atau menolak azab. Munjiah, menyelamatkan orang tersebut dari siksa kubur.”

Karena keramatnya surat QS Al Malk, Rasulullah SAW ingin semua umatnya hafal QS Al Mulk dengan bersabda “Saya suka kalau QS Al Mulk ada di hati umatku.”

Terkait dengan syafaat dari QS Al Mulk bagi penghafalnya ketika di alam kubur, Gus Baha mengatakan malaikat itu mukallaf. Artinya malaikat, sama halnya manusia kena aturan hukum, yakni malaikat harus menghormati orang yang hafal Al Quran.

Keputusan Salah atau Keadaan yang Salah?

Kita kerap menyesali sebuah keputusan. Kita anggap keputusan itu salah. Benarkah demikian?

Manusia punya rencana. Tuhan yang menentukan jalan cerita. Seperti yang dialami sebut saja Giyan. Pada akhir Februari 2020, ia memutuskan resign dari kantor lamanya.

Sejatinya kantor lama Giyan lumayan kondusif baik dari sisi corporate culture maupun teamwork-nya. Tapi ada satu yang kurang. Seperti di dunia ini sih, mana afa yang sempurna. Iya, yang kurang satu, dan lumayan dibutuhkan seorang Giyan yang tengah merancang masa depan, besaran income.

Gaji yang diterima Giyan di kantor lama lumayan. Tapi memang belum seperti yang diharapkan. Sementara ada panggilan kerja dari salah satu kantor yang selama ini memang ia incar.

Tanpa berpikir panjang, Giyan pun memutuskan keluar dan memilih menerima panggilan kerja di kantor baru yang rencananya ia mulai masuk kantor sekitar pertengahan Maret 2020.

Siapa sangka, tanggal 2 Maret 2020 pemerintah mengumumkan kasus baru corona di Indonesia. Dan itu menjadi musibah bagi seorang Giyan. Belum sempat ia masuk kantor barunya, ia malah menerima pembatalan penerimaan karyawan baru karena omset bisnis perusahaan lesu gara-gara corona. Finally, Giyan jobless alias nganggur saat masa pandemi.

Kisah serupa dialami sebut saja namanya Raras. Ia perempuan muda, energik, punya karir bagus di salah satu perusahaan ternama. Namun, ada salah satu mimpi besarnya yang terus mengusiknya, menjadi entrepreneur.

Setelah rundingan dengan ortu, dan keluarganya, ia memutuskan keluar dari kerjaannya dan mulai mewujudkan mimpinya, memulai bisnis pada Januari 2020.

Butuh modal lumayan untuk mewujudkan mimpi Raras. Ia harus menguras tabungan untuk membeli peralatan untuk men-support bisnisnya. Belum lagi sewa ruangan setahun. Bahkan, Raras harus berhutang ke bank untuk menambah modal usaha.

Dua bulan berjalan lancar jaya. Siapa sangka, di bulan ketiga, semuanya berubah karena corona. Omset bisnis Raras terjun bebas. Sementara ia harus menggaji 2 orang karyawannya.

Yang paling bikin ia pusing, tagihan dari bank yang terus berjalan tiap bulan, padahal pemasukan sangat minim.

Baik Raras maupun Giyan menyesali keputusannya. Mereka merasa telah membuat keputusan salah yang mengantarkan keduanya ke jurang kegagalan.

Keputusan atau Keadaan?

Sejatinya jika keadaan dunia baik-baik saja, tidak ada wabah corona, keputusan Giyan dan Raras tepat, tidak ada yang salah.

Kalau keadaan dunia aman, Giyan bisa mendapat gaji jauh lebih besar dari kantor sebelumnya. Yang berarti Giyan bisa investasi lebih banyak lagi untuk masa depannya. Peluang karir pun juga akan lebih baik.

Hal sama juga berlaku bagi Raras. Kalau tidak muncul virus corona, bisnis Raras akan berjalan lancar. Raras tidak akan kesulitan membayar cicilan ke bank.

So, dari ilustrasi di atas, sejatinya keadaan yang paling pegang peranan. Meskipun, keputusan kita menjadi pintu pembuka kita akan selamat atau dapat musibah karena keadaan dari keputusan yang kita ambil.

Namun, menyesali keputusan yang telah diambil juga tidak merubah keadaan. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar kondisi diri tidak kian terpuruk adalah beradaptasi dengan keadaan.

Cara beradaptasi dengan new normal seperti apa? Caranya menambah skill yang diperlukan di masa sekarang. Memformulasikan bisnis sesuai tuntutan new normal.

Lainnya, lebih realistis memasang target baik dalam hal karir maupun bisnis. Berhenti menyesali keputusan dan menganggap sebagai langkah keberanian sebagai pelajaran dalam hidup.

Dengan sedikit merubah mindset, kamu akan mendapati dirimu lebih semangat. Menganggap dirimu sebagai pahlawan untuk hidupmu, bukan seorang pecundang.

There is no good decision or bad decision. It’s all about situation. Don’t lose the hope and more than regret. Take it as a learning.

Tidak PD Karena Masih Single

Menjadi tidak percaya diri karena masih single? Apa yang harus diubah dan dilakukan?

“Beb, masih ada cowo yang suka sama gw ga ya?” tanya temenku, Rika. Aku yang lagi melihat jalanan sore, langsung menoleh ke arahnya.

“Ka, lo itu manis, smart. Fakultas lo aja lebih keren dari gw,” jawabku.

Mendengar balasanku, kulihat ada sedikit cahaya di wajah di Rika. Tapi kemudian terlihat mendung lagi. “Tapi cinta kan ga melulu soal smart beb. Buktinya gw dari dulu sampai sekarang tetap jomblo. Lo malah yang banyak disukai cowok.”

Sambil membenarkan tali tasku, aku membalas omongan Rika. “Itu hanya perasaan lo saja Ka. Lo itu unik. Cuma mungkin belum ketemu cowok yang tepat.”

Lagi-lagi Rika langsung membantah omonganku. “Kalau unik, kenapa tiap gw suka sama cowok, mereka ga suka sama gw,” kata Rika dengan mimik sedih.

Nasib percintaan yang hampir selalu zig zag, alias tidak pernah ketemu yang sama-sama cinta, sedikit banyak membuat Rika tidak percaya diri.

Rika lebih banyak menutup diri. Ia cenderung pendiam. Pernah ada satu event, aku ajak dia. Biar rutenya ga cuma kost dan kantornya saja.

Ternyata, Rika mengaku tidak bisa enjoy, menikmati event tersebut. Ia merasa look-nya beda sama aku. “Lo kan stylish beb. Lab gw kayak begini,” kata Rika yang terlihat tidak nyaman dengan penampilannya.

Aku sendiri, jika di posisi Rika mungkin juga kadang merasa minder. Melihat teman-teman yang lain sudah punya pasangan, berkuarga. Apalagi jika kegiatannya lebih banyak seputar kost dan kantor. Tapi mindernya tidak boleh berlarut. Karena akan membuat kita sebagai pribadi menjadi kurang menarik.

Kurang Kasih Sayang
Jika flashback ke background keluarga Rika, ketidakpedean Rika sedikit banyak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua.

Rika dibesarkan dari keluarga sederhana yang orang tuanya kurang hangat ke anak-anaknya. Ia mengaku tidak dekat baik ke ibunya maupun ayahnya.

Pola tersebut berlangsung dari Rika kecil sampai dewasa. Namun tidak demikian dengan perlakuan ortu Rika ke adiknya. Kedua orang tua Rika sangat sayang ke adiknya. Kebetulan, secara fisik, adik Rika yang terpaut 2 tahun itu juga lebih cantik.

Bukan hanya dalam hal fisik saja yang membuat adik Rika lebih menonjol ketimbang Rika. Bahkan dalam hal prestasi akademik, adiknya Rika ini juga lebih bagus ketimbang Rika.

Padahal menurutku, Rika sudah termasuk cerdas. Sebagai anak daerah, bisa diterima di salah satu fakultas bergengsi di PTN top di Jakarta.

Malangnya, dalam hal percintaan pun, adiknya Rika juga lebih beruntung. Ia banyak ditaksir cowok. Beda dengan Rika yang hingga bekerja belum pernah punya teman dekat.

Tanpa melihat jauh ke luar, ke teman-teman sekitar, kondisi adiknya Rika secara tidak langsung bisa membuat Rika tidak PD. Terlebih kurangnya support orang tua pada diri Rika.

Sebagai teman, aku gampang menasehati ini dan itu. Tapi untuk menjalaninya, bukan hal gampang. Karena kita mudah membandingkan dengan orang lain, bahkan saudara sendiri.

Untuk kamu yang saat ini jalan hidupnya seperti Rika, yuk belajar mencintai jalan hidup sendiri, belajar mencintai diri sendiri (self love).

Belajar mengekspolarasi kelebihan diri. Dengan tahu kelebihan sendiri, kita akan lebih percaya diri. Bukan berarti sombong. Tapi kita tahu, kita tidak sejelek yang kita pikirkan, kita kira.

Hal lain yang harus dilakukan adalah belajar menerima kondisi sekarang adalah yang terbaik sambil berusaha membuat perubahan dengan membuka diri berteman dengan banyak orang.

Yang tak kalah penting lagi, agar bisa lebih luas melihat dunia, aktif di komunitas baik offline maupun online. Siapa tahu dari sana kamu ketemu teman-teman asik yang membuat hidupmu menjadi lebih berwarna. Atau ketemu someone special yang selama ini hanya ada dalam angan.

Tapi, sejatinya ada yang perlu dirubah juga dengan mindset-mu. Bahwa masih single, lajang, itu tidak identik dengan lebih buruk, kalah, tidak cantik, tidak laku. Karena jika pemikiran ini masih diyakini, maka kamu akan mewariskan mindset sama kepada generasi seterusnya. Padahal punya pasangan, pacar, suami itu bukan sebuah prestasi. Hingga dianggap sebagai kompetisi.

Lathi “Pemuja Setan?”

Ada pesan kebaikan dari lirik lagu Lathi. Tapi yang mencuat malah isu pemuja setan. Kamu tim mana?

Salah satu lagu yang tengah hits di kanal Youtube saat ini adalah Lathi. Lagu Lathi besutan grup musik beraliran EDM beranggotakan Reza Arap, Eka Gustiwana dan Gerald berkolaborasi dengan penyanyi Sara Fajira.

Menariknya, Lathi saat ini berhasil masuk dalam daftar 100 lagu top global atau ada di peringkat 21. Atau berada di atas lagu Daechwita milik Suga BTS yang menduduki posisi 24.

Dari kostum dan judul lagu, lagu ini sudah bisa ditebak ada unsur Jawanya. Tapi, impresi awal bagi sebagian besar yang mendengar lagu ini adalah lagu barat, karena liriknya menggunakan bahasa Inggris. Terlebih, dibawakan oleh Weird Genius. Lagi-lagi menggunakan bahasa Inggris.

Baru pada reff “Kowe ra iso mlayu soko kesalahan” asumsi kalau lagu ini memang dari Indonesia lebih berdasar. Tapi, sekali lagi, bisa saja itu yang bikin orang barat dan pernah berkunjung ke Jogja. Who knows.

Siapa sangja Lathi merupakan karya anak bangsa kolaborasi grup Weird Genius dengan penyanyi Sara Fajira.

Pemuja Setan?
Uniknya, karena kareografi dan make up Sara selama video Lathi sebagian terlihat seram dan berdarah-darah untuk menggambarkan luka dia, diimpresikan sebagai pemuja setan oleh sebagian warga Malaysia yang tidak mengerti bahasa Jawa.

Terlebih dengan adanya komentar seorang ustadz di Malaysia yang menganggap lagu Lathi sebagai pemuja setan.

Sejatinya, heboh anggapan lagu Lathi sebagai pemuja setan oleh sebagian warga Malaysia tetap mengandung unsur positif dalam hal popularitas lagu ini. Secara tidak langsung menjadi medium marketing yang membuat Lathi kian dikenal.

Apalagi saat ini di platform IG juga ada lathi challenge. Juga di tik tok yang membuat lagu Lathi kian dikenal banyak orang.

Pesan Positif Menjaga Lisan

Sejatinya lirik lagu Lathi berbahasa Jawa “Ajining diri soko lathi” Bisa diartikulasikan sebagai pesan untuk menjaga lisan. Karena kita dihargai salah satunya dari ucapan kita.

So, mau ikut yang pro atau kontra? Karya seni memang bisa multi tafsir. Tergantung pengalaman yang melihat dan mendengarnya. Karena tiap kepala mempunyai perspektif berbeda.

Sarapan di Hotel Onih Hanya Rp 60 Ribu. Makan Sekenyangnya!

Ingin sarapan murah tapi super lengkap? Coba saja breakfast di Hotel Onih Bogor.

Kalau lagi jalan-jalan pagi ke Kota Bogor, Jawa Barat, coba deh mampir breakfast di Hotel Onih di Jalan Paledang, Kota Bogor.

Lokasinya lumayan strategis. Bagi pengunjung dari arah Jakarta, lokasi Hotel Onih sekitar 800an meter dari Stasiun Bogor. Untuk mencapai lokasi, bisa jalan kaki sekalian olahraga pagi.

Sarapan di Hotel Onih bisa menjadi salah satu referensi sarapan murah meriah dan super lengkap. Pasalnya, hanya dengan Rp 60 ribu kita bisa menikmati breakfast ala hotel bintang tiga.

Dengan harga Rp 60 ribu, pengunjung bisa bebas melahap nasi uduk lengkap dengan lauknya, prasmanan nasi plus lauk pauk, lontong sayur. Ada juga salad, buah potongan, omelet, bubur kacang hijau, bubur ayam, sate, cilok, gorengan, aneka roti manis dan tawar, serta sosis bakar.

Selain menu di atas, ada juga jajanan ringan seperti wafer beng beng, pop mie,dll. Jika pengunjung mau minum kopi atau teh, tinggal pilih sendiri merek teh dan kopi sachetan yang dipajang di salah satu gerobak dari arah pintu masuk.

Untuk minuman, ada air putih, infused water, dan jus. Juga teh dan kopi dan teh.

Soal rasa, menu makanan di Hotel Onih tidak mengecewakan. Kualitas makanan juga terjaga standar hotel bintang tiga. So, don’t worry soal rasa. Dari semua menu yang ada, bubur ayam sama nasi uduk lengkap dengan lauknya, rasanya juara.

Tips :
Meski ada rencengan kop atau teh, jajanan atau snack di booth, sebisa mungkin jangan ambil untuk dibawa pulang. Pasalnya, audah ada peringatan tertulis di gerobag atau booth untuk tidak membawa pulang makanan.

Kalau mau mencicipi semua hidangan, usahakan porsinya kecil saja, biar makanan tidak sisa alias mubadzir alias nyampah.

Usahakan datang pagi, agar bisa memgeksplorasi sambil menikmati semua jenis hidangan. Karena restoran hotel tutup sekitar jam 10 pag

Grand Zuri Jogja: Hanya Selemparan Batu dari Malioboro

Hotel di Jogja dengan harga reasonable dan nyaman memang bertebaran. Tapi ada satu poin lain yang tidak dimiliki adalah lokasi. Apalagi kalau bisa ke Malioboro dengan jalan kaki. Wuih…

Salah satu hotel yang lokasinya hanya selemparan batu dari Malioboro dan berada di jantung Jogja adalah Hotel Grand Zuri Jogja. Dari hotel bintang 4 yang berlokasi di Jalan Mangkubumi ini kita bisa jalan kaki ke Malioboro hanya dalam hitungan waktu 10 sampai 15 menitan.

Karena jaraknya ke Malioboro begitu dekatnya, kita pun bisa ke salah satu ikon Jogja itu kapan saja semau kita. Pagi hari kita bisa menikmati kudapan pecel khas mbok-mbok di Pasar Bringharjo. Malamnya bisa mencicipi kuliner lesehan seperti angkringan di sepanjang Malioboro.

Tapi, kalau mau breakfast dan dinner di hotel bintang empat ini juga tetap terasa Jogja-nya. Pasalnya, menu breakfast terbilang lengkap. Mulai special gudeg ala Grand Zuri, bubur ayam, bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, jajan pasar, jamu, dan masih banyak lagi.

Untuk harga akomodasi, pengunjung harus merogoh kocek dari Rp 644 ribuan hingga Rp 1,47 jutaan tergantung tipe kamar.

Apa? Bakwan Jagung Seporsi Rp 58 Ribu

Ada harga ada rupa. Seperti seporsi bakwan jagung di Bunga Rampai yang beda harganya dengan warung makan.

Bakwan jagung biasa dijual di warung paling banter Rp 6 ribu hingga Rp 12 ribu untuk 6 bakwan. Tapi, tidak untuk bakwan jagung di restoran fine dining seperti Bunga Rampai di Jalan Cik Ditiro Menteng, Jakarta Pusat.

Bakwan jagung ditata dalam wadah cantik, dibawakan oleh pramusaji berpakaian etnik, dan dijual di restoran bukan kaleng-kaleng. Maka, wajar jika seporsi bakwan bakwan jagung dengan saus kacang dibandrol Rp 58 ribu.

Bakwan jagungnya garing, renyah, enak banget dicocol saus kacang. Selain bakwan jagung, ada juga pastel. Pastel enak. Sayangnya berminyak. Sepotong pastel harganya dibandrol Rp 15 ribu sepotong. Ow ow.

Bunga Rampai menjadi salah satu resto fine dining dengan cita rasa lokal. Beragam menu ditawarkan di resto dengan bangunan bercat putih ini. Seperti nasi putih, merah, hijau, dan merah harga seporsi Rp 25,5 ribu.

Menu lain yakni tahu telor Rp 70,5 ribu, tahu tempe penyet, tumis bunga teratai, dll. Tumis bunga teratai berisi tahu dan bunga teratai enak, tapi lebih mirip chinese food.

Bagi penyuka kerupuk, Bunga Rampai juga menyediakan kerupuk campur Rp 44,5 ribu, emping Rp 20,5 ribu, kerupuk udang Rp 40,5 ribu.

Menu seafood seperti udang goreng dibandrol Rp 182 ribu, cumi goreng Rp 138 ribu

Bagi penyuka nasi goreng, Bunga Rampai menawarkan empat varian dengan harga sama yakni Rp 150 ribu. Harga nasi bakar campur juga sama dengan nasi bakar, Rp 150 ribu. Harga sama untuk menu nasi bali dan nasi buketan.

Nah untuk pehobi pedas, ada aneka sambal dengan harga Rp 20,5 ribu untuk sambal matah, Rp 21 ribu untuk sambal mangga, gandaria Rp 28,5 ribu, dan sambal idjo Rp 34,5 ribu.

Untuk makan siang, bisa memilih menu nasi plus tumis teratai, es kelapa muda sirsak, udang goreng, dan bakwan goreng.

Es kelapa muda sirsak di Bunga Rampai ini modelnya tidak seperti es kelapa jeruk yang dijual di warung es kelapa atau rumah makan kebanyakan. Sajian es kelapa muda sirsak disajikan dalam potongan sirsak utuh bukan dijus atau dihaluskan, dicampur dengan serutan kelapa.

Seperti di resto fine dining umumnya, begitu kita duduk, pramusaji akan menaruh kain serbet alias napkin di pangkuan kita, supaya tidak kotor. Duduk manis deh nunggu pesanan.

Pertama kali masuk Resto Bunga Rampai Menteng, Jakarta Pusat, impresi yang masuk adalah klasik. Meja kursi makan terkesan klasik dengan lampu-lampu gantungan campuran modern dan klasik.

Tatanan piring, gelas dan napkin di atas meja juga apik. Belum lagi pajangan ornamen dan aksesori ruangan yang juga bergaya klasik.

Hal yang menggembirakan adalah, pesanan yang kita order ga perlu nunggu waktu lama. Hanya sekitar 10 sampai 15 menit, pesanan langsung datang. Di awal sudah diinfoin oleh pramusaji kalau pesanan akan datang dalam waktu 10 sampai 15 menit. Bikin senang kan, apalagi pas lagi lapar-laparnya.

Ijen Resort : Tawarkan Sentuhan Alam

Mandi di ruang terbuka menjadi salah satu sensasi di Ijen Resort. Sambil mandi, bisa melihat pepohonan di atasnya.

Kebayang gak, mandi di ruang terbuka dengan pepohonan besar di atasnya, dan suara burung bercengkrama? Asiknya.

Atau serasa mandi bersama derasnya air hujan yang mengguyur dari langit karena kamar mandi terbuka. Sensasi itu bisa didapatkan ketika menginap di Ijen Resort, Banyuwangi.

Selama stay di sana, kita akan akrab dengan suara burung, kodok, jangkrik atau tenggerek yang menjadi barang langka bagi penduduk kota.

Juga view pepohonan besar, sawah nan menghijau, dan pegunungan di kejauhan dari teras kamar.

Resort terbagi dalam bentuk cottage dan kamar. Ruangan kamar lumayan luas dengan meja kerja di sudut. Yang menarik adalah bathroom-nya berkonsep terbuka seperti ulasan di atas.

Untuk makanan, karena resort ini sepertinya pengunjungnya banyak orang bule, menu yang disajikan lebih ke selera western. Tapi ada juga jajanan tradisional dan lontong sayur kok pas breakfast. Sayangnya, minus sayuran. Hanya ada acar wortel. Padahal kanan kiri resort ijo lho :p

Jika kamu termasuk yang ga bisa lepas dari ponsel, atau harus selalu terkoneksi internet, sayangnya wifi di ruangan kamar susah terkoneksi. Paling bisa dapat akses internet di restoran.

Lokasi resort lumayan jauh dari kota Banyuwangi dengan jarak tempuh 1,5 jam dan bisa lebih lama jika kondisi hujan.

Untuk ukuran penginapan di daerah, tarifnya lumayan menguras dompet, yakni Rp 1,8 juta semalam. Tapi itu terbayarkan jika pengunjung suka dengan atmosfer hutan.

Tips:
Jangan terlalu mengandalkan google map ya. Pasalnya, banyak pengunjung nyasar karena haqqul yaqin dengan mbah google.Ketika masuk daerah Licin, tanya saja ke warga setempat.