Detoks Digital Untuk Keseimbangan Hidup

IMG_20180711_192734

Detoks digital menjadi salah satu solusi alternatif untuk meraih keseimbangan hidup di era digital. Ada lima langkah yang bisa kamu lakukan. Poin kelima mungkin berat bagi sebagian orang.

Pernahkan anda dalam sehari menggunakan hampir separuh waktu hanya untuk membuka internet dan itu untuk keperluan yang tidak penting? Seperti membuka akun gossip, berdebat soal pilihan politik di akun-akun politik, atau hanya ngepoin kehidupan orang lain yang sepintas terlihat wow dibanding kehidupan anda?

Setelah menghabiskan hampir seluruh waktu anda, anda baru tersadar ternyata masih banyak urusan yang belum kelar. Distraksi atau faktor pengalih yang disebabkan oleh penggunaan ponsel dan internet saat ini menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Jangan sampai waktu kita setiap harinya terbuang hanya untuk melihat hal-hal sampah atau hal tidak berguna yang pada akhirnya mengurangi kualitas hidup kita, membuat kita stuck di titik tertentu, dan akhirnya tidak ada improvement.

Jika anda merasa keberadaan ponsel dan sambungan internet menjadi salah satu penghambat kemajuan anda, ada baiknya anda mencoba detoks digital seperti yang ditulis Blake Snow dalam bukunya “Log Off”. Dalam bukunya Blake menyatakan bahwa ia mengunakan sebelas jam tiap harinya untuk bekerja dan setengah hari pada hari Sabtu untuk bekerja. Tanpa ia sadari Blake telah menggunakan sebagian besar waktunya untuk bekerja.

Karena merasa sebagian besar waktunya digunakan untuk bekerja, akhirnya Blake mencoba terhubung kembali dengan dunia realita. Ia mencoba detoks digital atau membatasi diri dalam menggunakan internet dan ponsel pintar untuk mencapai keseimbangan dalam hidupnya..

Menurut Blake dalam bukunya berjudul “Log Off” pengunaan internet harus dibatasi untuk memperoleh keseimbangan hidup. Ia memberikan solusi berupa detoks digital. Tchiki Davis seorang kolumnis mencoba lima langkah detoks digital seperti dilansir psychologytoday.com.

Hapus gangguan

Blake mengajarkan kepada kita tentang four burners theory. Menurut dia empat pembakar adalah keluarga, teman, kesehatan, dan pekerjaan. Terkait dengan empat pembakar ini, maka apa pun yang tidak penting untuk keempatnya harus dihapus.
Bukan berarti di ponsel kita tidak ada nada dering, emergency call, bunyi bip, dll. Intinya aplikasi-aplikasi yang tidak mendukung keempat pembakar tersebut sebaiknya tidak diinstal. Dengan menghapus aplikasi, anda akan lebih mudah terbebas dari distraksi atau gangguan.

Sebaliknya jika anda menginstal beragam aplikasi seperti untuk keperluan chatting anda menginstal whatsapp, bbm, line, hingga facebook messanger, tanpa anda sadari aplikasi-aplikasi tersebut akan menyita waktu anda. Anda akan lebih gampang terganggu karena harus membalas chat yang masuk dari beragam aplikasi. Padahal pekerjaan anda tidak mengharuskan anda terkoneksi dengan ponsel. Hal itu berbeda jika pekerjaan anda adalah marketing.

Jangan mengagungkan kesibukan

Sebagian dari kita terkesan malu kelihatan tidak sibuk. Bahkan, kadang kita berperilaku manipulative agar terlihat sibuk. Padahal hal yang kita kerjakan yang sepintas terlihat sibuk itu adalah hal-hal tidak penting yang tidak membuat hidup kita lebih baik atau tidak berkontribusi bagi kebaikan diri dan orang lain.

Jika kita ingin terlihat sibuk di mata orang lain, percayalah internet akan membuat kita terlihat sibuk dengan pilihan kegiatan beragam dari yang berguna hingga yang bersifat toxic alias racun yang membunuh waktu kita. Pilih kegiatan berselancar di media daring untuk hal yang memberikan manfaat bagi kehidupan kita, keluarga, dan orang sekitar. Bukan berselancar atau pura-pura membuka pesan chat masuk agar terlihat sibuk. Jika mindset kita berubah, maka kita akan lebih gampang memilah mana yang penting dan mana yang tidak penting bahkan merugikan.
Tanyakan “mengapa” ketika membuka ponsel

Jangan beralasan membuka ponsel pintar karena merasa telepon seluler adalah alat serba bisa yang bisa membuat kita terkoneksi dengan teman dan dunia luar. Padahal, di luar untuk kepentingan itu, kita kerap menghabiskan waktu untuk hal-hal tidak penting. Sehingga tanpa sadar kita kerap mengabaikan orang yang secara fisik ada di dekat kita.
Ketika kita jalan-jalan di pusat perbelanjaan kita pasti kerap melihat orang-orang yang berkumpul makan di satu restoran tapi mereka sibuk dengan ponselnya. Atau sepasang suami istri dengan anaknya yang sedang makan, tetapi suami dan istri sibuk dengan ponselnya sendiri-sendiri. Mereka terkoneksi dengan orang yang ada dalam ponsel mereka dan akhirnya tidak terhubung dengan orang yang ada di dekat mereka.

Ponsel tidak lagi berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi sudah menjadi alat pelarian jika kita merasa tidak nyaman ketika bertemu dengan orang baru, alat menghindar dari percakapan dengan orang lain, dan tanpa sadar menjadi pengalih perhatian dari orang-orang yang ada di dekat kita.

“Saya benar-benar percaya bahwa menyimpan telepon di saku kita adalah salah satu hal paling berani yang dapat kita lakukan,” terang Blake dalam bukunya. Ia menyarankan ketika kita berkumpul dengan orang lain, dengan pasangan, dengan keluarga, sebisa mungkin bukan hanya fisik kita yang hadir. Tetapi pikiran kita juga hadir di sana.

Gunakan aturan pertiga

Blake membagikan resep agar kita membagi hidup kita menjadi tiga bagian. Yaitu delapan jam untuk bekerja, delapan jam untuk tidur, dan delapan jam gratis. Bekerja lebih banyak melebihi delapan jam kerja sebenarnya tidak membuat kita lebih produktif. Bekerja cerdas dan membagi waktu bebas secara bijak membuat kita bekerja lebih efektif.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa bekerja lebih dari delapan jam juga kontraproduktif. Untuk pekerja yang pekerjaannya bersifat rutin, bekerja lebih dari 40 jam per minggu mengurangi produktivitas. Sedangkan untuk pekerja kreatif, bekerja lebih dari 20 jam per minggu tidak produktif.

Secara berkala menjauh dari gadget

Jika kita begitu tergantung dengan gadget atau gawai, ada baiknya kita membuat program menjauh dari gadget. Kita bisa menjadwalkan sehari tanpa gadget. Kalau sehari terasa berat, bisa setengah hari tanpa gadget. Atau setelah jam kerja tanpa gadget. Kita bisa mengisi waktu yang biasa digunakan untuk membuka gadget diganti dengan kegiatan membaca buku, berolahraga, ikut kegiatan volunteer atau kegiatan social, menambah keterampilan, atau lebih mendekatkan diri dengan keluarga, sahabat, dan orang terdekat di sekitar kita.

Ayo, menurutmu poin mana yang paling ringan dilakukan untuk detox digital? Dan poin mana yang paling berat dilakukan untuk detoks digital?

Menjadikan Hidup Lebih Bermakna

AMeaningfulLife-1-1-17_Image-1080x675

source : elemence.net

Hidup menjadi lebih bermakna jika kita bisa berperan sebagai lampu penerang, sekoci penyelamat, atau tangga yang menjadi jalan bagi orang yang dibawah menuju tujuan yang diinginkan.

Be a lamp, or a lifeboat, or a ladder. – Rumi

Menjadikan hidup kita lebih bermakna tidak mungkin tercipta tanpa adanya relasi dengan sesama dan makhluk hidup di sekitar kita. Hidup lebih bermakna jika keberadaan kita memberi arti, manfaat bagi sesama atau makhluk hidup di sekitar kita. Hidup bermakna sulit diperoleh dari sebuah pola relasi yang dibangun untuk mengejar gengsi, untuk mendapatkan benefit secara materi dari relasi yang dijalin.

Sufi besar abad ke13 yang mempunyai pengaruh kuat dan masih sangat terasa hingga sekarang, Jalaluddin Rumi menjabarkan pemaknaan hidup melalui pola hubungan antar manusia sebagai lampu (lamp), sekoci (lifeboat), atau tangga (ladder).
Pepatah Rumi dijabarkan oleh psikolog bernama Dr Leslie Becker-Phelps Ph.D seperti dilansir di psychtoday.com sebagai berikut.

Lampu
Pribadi yang berperan sebagai lampu adalah yang mampu menjadi cahaya bagi hidupnya dan orang lain di sekitarnya. Ia menjadi inspirasi bagi orang yang kesulitan dalam hidupnya. Ia menjadi penerang bagi orang yang merasakan ketidakadilan untuk tetap bisa berpikir jernih dan bijak serta bertindak secara tepat.

Sekoci
Menjadi sekoci artinya anda menjadi penyelamat hidup anda sendiri dan orang-orang yang sedang terbelit masalah. Anda datang menawarkan bantuan kepada orang yang sedang tertimpa kesusahan. Anda berada di sana untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan. Anda datang menawarkan bantuan seperti melunasi hutang orang kurang mampu yang digunakan untuk berobat, melahirkan, melanjutkan jenjang pendidikan dll.

Tangga
Hidup bagi sebagian orang terasa sangat sulit. Karena mereka tidak tahu cara menyelesaikan masalah. Kalau pun tahu cara menyelesaikan masalah, mereka dibatasi dengan keadaan yang pas-pasan. Sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan, menggapai mimpi terasa sangat sulit. Mereka yang hidup di lingkungan kalangan kurang mampu wawasannya terbatas dan jarang mendapat masukan. Atau mereka yang sudah mengecap bangku kuliah dan lulus, sudah berusaha mencoba mencari pekerjaan melamar ke berbagai perusahaan, namun nasib baik belum berpihak. Atau sudah berusaha keras membanting tulang berwirausaha, ternyata usahanya sering mengalami kegagalan.

Orang-orang yang stuck tetapi mempunyai semangat maju, mempunyai keinginan hidup lebih baik memerlukan tangga yang bisa membawa mereka mencapai tujuan. Mereka membutuhkan orang yang menjadi perantara, akses untuk membawa mereka mencapai mimpi. Anda bisa menjadi tangga agar orang lain maju, bisa meraih mimpi-mimpinya untuk kehidupan yang lebih baik.

Menjadi tangga bisa diartikan anda memberi rekomendasi jika ybs perlu rekomendasi untuk bekerja, memberi link atau jaringan kepada yang kesulitan untuk bekerja, berobat, dll. Atau anda menjadi mentor bagi lulusan kuliah yang kesulitan dalam menjalankan bisnisnya.

Dampak Bermedsos Selama Jam Kerja. Mana Menurutmu Yang Sangat Mengganggu.

IMG_20180709_160733

Tidak membuka media sosial (medsos) selama jam kerja menjadi salah satu tips agar pekerjaan lebih cepat kelar sesuai dengan jadwal. 

Salah satu resep jitu orang Jerman bekerja efektif adalah tidak membuka media sosial ketika mereka bekerja. Mereka hanya fokus kepada pekerjaannya. Dengan fokus hanya kepada pekerjaan mereka bisa bekerja tanpa gangguan.

Strategi tidak melihat media sosial seperti instagram, youtube, facebook, twitter dan lain-lain akan sangat menguntungkan bagi pekerja. Terlebih pekerja yang membutuhkan konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Mengapa tidak membuka medsos sangat membantu kita bekerja lebih efisien? Karena tanpa kita sadari saat ini medsos merupakan faktor pengalih perhatian atau pengganggu dalam pekerjaan selain e-mail dan telepon. Keberadaan e-mail dan telepon tentu penting dan tidak boleh diabaikan bagi pekerja yang berada di posisi sebagai customer service, atau bagian fron line.

Demikian juga membuka medsos selama jam kerja juga urgen bagi bagian CS atau compiance bagian social media.  Karena dia harus merespons keluhan customer melalui media sosial. Namunh, di luar bagian tersebut, membuka medsos hanya akan membuat pekerjaan kurang efektif. Mengapa?

Rasa Ingin Tahu

Keinginan kita mengetahui kehidupan orang lain kerap menghabiskan waktu kita. Waktu kita terbuang percuma hanya membuka medsos orang lain yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan kita. Rasa ingin tahu pada kehidupan orang lain akan membuat kita penasaran dan tanpa sadar akan terus men-scroll gambar-gambar yang akhirnya menghabiskan jam kerja kita untuk kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan kita. Kepo membuat kita merasa tidak pernah cukup untuk menyudahi berselancar di medsos.

Mengurangi Alokasi Jam Kerja

Seharusnya kita bekerja menyelesaikan pekerjaan, namun karena keasyikan membuka media sosial akhirnya pekerjaan terbengkalai. Pasalnya seharusnya kita mengerjakan tugas kita, kita malah menghabiskan waktu mantengin media sosial. Akhirnya pekerjaan tidak kelar sesuai schedule.

Tidak Fokus

Berselancar di media sosial diakui atau tidak membuat pikiran kita terbagi antara melihat media sosial dan urusan pekerjaan. Apalagi jika kita bekerja sambilo sesekali mengintip status atau postingan teman di medsos. Akhirnya kita salah tulis, salah hitung, atau salah menganalisa karena kurang fokus.

Output Tidak Optimal

Kerap membuka medsos saat jam kerja akan mengurangi jatah waktu kita menyelesaikan tugas. Akibatnya, hanya ada sedikit waktu atau tidak ada waktu untuk menoreksi, merevisi hasil akhir pekerjaan. Dampaknya output yang kita serahkan kualitasnya bukan yang terbaik dari kita. Karena kita bekerja secara terburu-buru.

Menjaga BB Ideal dengan Berbuka Puasa yang Tepat

Puasa tidak selalu identik dengan berat badan turun. Berikut tips menjaga BB stabil saat berbuka puasa.

Ibadah puasa di bulan Ramadhan seharusnya membuat berat badan kita turun. Atau minimal berat badan kita stabil. Tapi ternyata malah banyak di antara kita yang berat badannya naik.

Nah, bagaimana agar puasa membuat BB kita stabil bahkan turun? Simak ya tips berikut.

1. Awali buka puasa dengan air putih. Kebanyakan kita saat buka puasa menjadi lapar mata. Ingin makan martabak, gorengan, soto mie, kolak, es buah, lontong, asinan, dan masih banyak lagi. Akhirnya melupakan air putih yang berperan penting dalam rumus diet atau hidup sehat.

Untuk mendapatkan BB stabil atau turun, sebaiknya buka puasa dengan minum air putih minimal 500 ml. Mengapa? Karena seharian tubuh kita kehilangan cairan. So, tubuh kita memerlukan pengganti cairan agar tidak terjadi dehidrasi. Meskipun, otak kita malah menginginkan gorengan, kolak, dan teman-temannya.

2. Hindari mengawali buka dengan makanan padat karbo simpleks

Kalau kita mengawali berbuka dengan makanan padat seperti lontong, gorengan, martabak, dll keinginan minum air putih akan hilang karena perut sudah kenyang.

Celakanya, makanan padat yang kita konsumsi termasuk mengandung karbo simpleks yang harus langsung digunakan sebagai energi. Kalau kita tidak banyak bergerak, maka makanan padat tersebut akan tertimbun menjadi lemak.

3. Hindari mengawali buka puasa dengan es buah manis atau kolak.

Sebenarnya minum es buah yang tidak menggunakan gula alias diganti dengan sirup maple atau madu, itu bagus. Tapi, sebaiknya tidak dilakukan di awal. Lebih baik minum air putih terlebih dahulu.

Mengkonsumsi kolak atau es buah dengan kandungan gula dan susu akan membuat gula darah langsung naik, atau sugar spike.

Konsumsi makanan manis di awal buka puasa juga akan menghilangkan nafsu makan. Minuman manis ini menyebabkan BB naik karena gula simpel dari es buah atau kolak akan langsung diproses menjadi lemak jika tidak dikeluarkan dalam bentuk energi.

4. Setelah minum air putih, bisa minum jus buah tanpa gula.

Jika tetap ingin mengkonsumsi buah di awal buka puasa, pilihlah jus tanpa gula agar cepat dicerna oleh organ pencernaan kita.

5. Hindari minum minuman isotonik

Kendati tubuh kita kehilangan cairan selama seharian, bukan berarti minum cairan isotonik di pasaran itu aman bagi BB kita. Cairan isotonik di pasaran tidak baik bagi kita yang menginginkan BB stabil atau turun. Karena cairan ini biasanya mengandung kadar gula dan garam dalam jumlah tinggi.

6. Konsumsi makanan probiotik
Makanan probiotik adalah makanan yang mengandung bakteria baik yg membantu proses pencernaan.

Sebaiknya yang kita konsumsi adalah preobiotik tanpa gula tambahan. Seperti kimci, yoghurt yang plain tanpa tambahan gula,dll.

Asupan dari probiotik akan memperlancar pencernaan kita untuk kegiatan buka puasa dengan menu inti alias makanan besar.

7. Konsumsi makanan prebiotik
Makanan prebiotik berfungsi seperti suplemen bagi bakteri baik. Artinya dengan makanan prebiotik bakteri baik bisa sehat dan gesit. Sumber makanan prebiotik bisa diperoleh dari pisang dan kacang-kacangan.

8.Setelah mengkonsumsi tujuh makanan tersebut, bisa jeda dengan sholat isya.

9.Setelah sholat isya, baru mengkonsumsi makanan besar. Tetapi tetap diusahakan mengkonsumsi makanan karbo kompleks. Artinya makanan yang lebih rumit diolah dalam proses pencernaan, tidak langsung diubah menjadi lemak kalau kita tidak banyak bergerak. Contohnya nasi merah plus sayur bayam dan tempe goreng.

Nah, setelah makan nasi, saatnya makan kolak atau es buah. Jika kegiatan makan dessert dilakukan di bagian akhir, jumlah yang dikonsumsi akan cenderung lebih sedikit. Mengapa? Karena kita sudah kenyang. Beda kalau kita mengkonsumsi kolak, es buah dengan gula dan susu di awal buka puasa.

Selamat berpuasa. Selamat berbuka puasa dengan pilihan makanan yang sehat.

Hijab Outfit untuk Wisuda

Pemilihan outfit yang tepat untuk momen istimewa seperti wisuda menjadi sebuah keharusan. Terlebih di era gadget seperti sekarang. Hampir setiap netizen yang melalui hari istimewa akan mempostingnya di media sosial seperti instagram. Namun, kadang kita bingung memilih outfit yang pas dengan karakter kita pas wisuda.

Berikut contoh-contoh hijab outfit untuk wisuda. Semakin simple outfit yang digunakan, akan membuat tampilan lebih elegan, tidak berlebihan.

 

 

Menyusun Goal Secara Efektif. Dan Cara Mewujudkannya

LP Goalsource freepik.com

“It is not enough to take steps which may some day lead to a goal; each step must be itself a goal and a step likewise.” – Johann Wolfgang von Goethe

Setiap pribadi dalam hidupnya pasti mempunyai goal atau tujuan baik kecil atau besar, jangka pendek maupun jangka panjang. Contoh goal kecil adalah “Saya besok akan bangun pagi dan berolahraga.” Contoh goal besar “Saya akan memberangkatkan orang tua naik haji atau umroh.”

Contoh goal jangka pendek “Saya akan menyelesaikan bab 1 dalam seminggu ini.” Contoh goal jangka panjang “Saya setiap hari makan serat dan berolahraga agar tetap sehat ketika sudah tua.”

Namun, seiring berjalannya waktu, kita bukan mendekati goals tetapi malah menjauh. Mengapa? Salah satunya kita tidak menulis goal dalam hidup kita. Dan akhirnya melupakan goal itu sendiri.

Padahal menurut Napoleon Hill goal adalah mimpi yang mempunyai tenggat waktu. Jika goal mempunyai tenggat waktu, namun kita tidak melakukan apapun untuk mencapai goal sesuai tenggat waktu yang kita tetapkan, maka goal tidak akan terwujud.

Sehingga goal kemungkinan besar akan terwujud jika kita menjalankan kegiatan yang mendekatkan kita kepada goal. Ketika kita mempunya goal, menuliskannya, seharusnya juga bertekad untuk menyelesaikannya.

Sebuah studi yang dilakukan pada mahasiswa Harvard MBA, dalam waktu sepuluh tahun, para siswa yang telah menuliskan tujuan mereka menghasilkan sepuluh kali lebih banyak dari teman sekelas mereka yang tidak menuliskan tujuan mereka.
Berikut cara menulis goal secara efektif dan membantu kamu mencapainya menurut Janice Kersh dikutip dari addicted2success.com.

1. Tentukan Tujuan
Ini mungkin lebih sulit dari yang kita pikirkan. Hal ini disebabkan karena kita kerap terjebak dalam rutinitas sehari-hari dan kehilangan jejak hasrat sejati dalam hidup. Tapi ada beberapa orang yang membentuk hidup mereka sesuai dengan tujuan mereka. Menurutmu siapa yang lebih bahagia: orang yang didefinisikan oleh keadaan mereka atau orang yang menciptakan keadaan mereka? Kategori mana kamu sekarang? Kategori mana yang kamu inginkan?

2. Lihatlah Big Picture
Bayangkan di mana posisimu dan seperti apa dirimu di tahun mendatang, bahkan lima tahun yang akan datang. Pikirkan tujuan jangka panjang. Jangan memikirkan rincian atau bagaimana kamu akan mencapainya. Biarkan dirimu bermimpi dan memikirkan apa yang sebenarnya diinginkan. Entah itu goal pribadi atau goal profesional, biarkan nurani yang berbicara.

Mungkin kamu ingin bekerja di kantor baru, resign, menjadi pekerja lepas, pindah ke kota lain untuk menikmati suasana baru, menurunkan berat badan, berolahraga lebih rajin, lebih banyak membaca buku daripada membaca gosip di medsos, lebih banyak bepergian, lebih banyak bersedekah, atau menikah dan membina sebuah keluarga seperti yang diimpikan.

Apa pun goal anda, entah itu kelihatannya remeh, kecil, atau sepintas dianggap nothing, lebih baik ditulis

.
3. Lihatlah Gambar Kecil
Setelah melihat big picture atau gambar besar, sekarang saatnya melihat gambar kecil yaitu celah antara anda posisi atau keadaan kamu sekarang dan impian. Apa langkah pertama yang ingin dilakukan jika goal-mu adalah resign? Jika ingin keluar dari pekerjaan sekarang maka kamu harus menambah skill, meng-upgrade kemampuan, dan mulai mengirim lamaran atau aktif bertanya kepada kolega terdekat mengenai lowongan pekerjaan.

Atau kamu memimpikan pekerjaan yang diidam-idamkan sejak di bangku kuliah. Maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah kualifikasi yang diperlukan agar kamu diterima. Jika sudah memenuhi syarat, maka kirim resume.
Jika goal-mu adalah banyak bepergian, maka kamu harus lebih giat lagi menabung untuk membiayai biaya traveling. Atau mencari pekerjaan sampingan untuk membiayai traveling. Selain itu, pastikan kamu sudah merencanakan jauh-jauh hari terkait alokasi waktu bepergian karena kamu harus minta izin cuti atau mencari waktu saat pekerjaan tidak padat atau high season. Juga mencari waktu yang memungkinkan kamu mendapat tiket pesawat murah, dan promo hotel atau kegiatan wisata di lokasi tujuan.

4. Gunakan Bahasa Positif
Saat menetapkan goal cobalah menyusunnya dengan cara positif. Pengaturan goal yang positif akan memberi energi positif dalam pencapaian goal. Misal kamu ingin resign dari kantor sekarang dan menginginkan tempat baru. Jangan menulis “Berhenti dari kantor menyebalkan.” Sebaiknya tulis “Saatnya menemukan passionku.” Atau “Mencari pekerjaan yang membuat hatiku senang.”
Menulis dengan tone positif akan membuat kamu lebih bersemangat untuk mencapai goal. Penulisan yang positif juga akan membantu kamu mengatasi rintangan dan membuat kamu bertekad mencapai prestasi di masa depan.
Apapun goal kita, studi menunjukkan bahwa menulis dengan tone positif dapat memberi dampak signifikan dalam mewujudkan goal. Definisikan dengan tepat apa yang kita inginkan. Siapkan langkah-langkah kita untuk sampai kepada goal. Dan katakan secara berulang sebagai bentuk afirmasi goal kita adalah langkah kuat dalam mewujudkan goal atau tujuan kita. So, ambil pena dan menulislah.

LP Goal 1

Kunci Bahagia Dalam Sebuah Relasi

PicsArt_03-07-04.01.08

Setiap manusia di dunia ini pasti menginginkan hidupnya bahagia. Sayangnya, tidak semua bisa merasakannya. Bahkan, bahagia kerap tertukar dengan sukses. Kesuksesan kerap dianggap sebagai kenahagiaan atau dianggap sebagai tiket bahagia. Kesuksesan bisa menjadi salah satu faktor yang membuat orang bahagia. Tapi, kesuksesan bukan penentu kenahagiaan. Nah lho?

Berikut kunci meraih kebahagiaan dalam sebuah relasi antar sesama manusia dan hubungan sebagai sepasang kekasih atau suami istri. Tips berikut yang disarikan dari http://www.pursuit-of-happiness.org merupakan hasil dari studi ilmiah tentang Positive Psychology dan ilmu kebahagiaan daam formula sederhana. Sehingga, kita menemukan apa yang membuat kita bahagia. 

Setidaknya ada dua sorotan atau highlight yang menjadi konsiderans dalam meraih kebahagiaan.

1.Orang yang memiliki satu atau lebih sahabat dekat tampak lebih bahagia. Mengapa? Karena membagi perasaan pribadi (self-disclosure) kepada orang lain mempunyai peran penting dalam menghilangkan stres dan depresi.

2.Mendengarkan dengan sabar dan merespons dengan cara proper dan konstruktif (Active-Constructive Responding) adalah cara yang sangat efektif untuk menumbuhkan emosi positif dan memperdalam hubungan.

Dua pelopor Psikologi Positif Ed Diener dan Martin Seligman pada tahun 2002 melakukan studi di University of Illinois. Penelitian keduanya  mengenai kebahagiaan pada diri siswa yang memperoleh nilai tertinggi.  Sampel dalam penelitian tersebut 10 persen dari jumlah total siswa yang mendapat nilai tertinggi.

Keduanya menemukan bahwa karakteristik paling menonjol yang dimiliki oleh siswa yang sangat bahagia dan mempunyai tanda depresi paling sedikit adalah siswa yang mempunyai ikatan kuat dengan teman dan keluarga mereka. Mereka juga berkomitmen menghabiskan waktu bersama teman dekat dan keluarga.” ( Claudia Wallis, Majalah Waktu, 09 Januari 2005).

Dalam sebuah penelitian, orang ditanya secara acak tentang suasana hati mereka. Ternyata mereka menjawab paling bahagia ketika bersama dengan teman mereka, diikuti peringkat berikutnya bersama anggota keluarga, dan paling tidak bahagia jika mereka sedang sendirian (Larson, Mannell, & Zuzanek, 1986).

Studi lain menggunakan skala kerjasama sebagai prediktor kebahagiaan. Skala kerjasama adalah  bagaimana orang bersedia melakukan kegiatan konstruktif dengan orang lain. Studi ini menunjukkan bahwa kemauan bekerjasama seseorang merupakan prediktor kebahagiaan. Walaupun hasil studi tidak secara meyakinkan menunjukkan hubungan langsung  jika seseorang  mau bekerjasama maka mereka akan bahagia atau sebaliknya. (Lu & Argyle, 1991).

Sebuah studi yang meneliti tentang kualitas hubungan menemukan bahwa untuk menghindari kesepian, orang hanya membutuhkan satu hubungan dekat ditambah dengan jaringan hubungan lain. Untuk membentuk sebuah hubungan yang erat diperlukan adanya rasa percaya kepada ybs untuk mendengarkan dan bisa menjaga rahasia pribadi kita. Tanpa ada sesi curhat, maka seseorang yang mempunyai banyak teman tetap akan merasa kesepian (Jackson, Soderlind & Weiss, 2000, Horesh, Apter, 2006).

Sebuah studi serupa menemukan bahwa beberapa siswa yang memiliki banyak teman dan sering menghabiskan waktu bersama akan tetap dilanda kesepian jika dalam pola hubungan hanya membahas hal-hal yang bersifat umum seperti olahraga, musik. Bukan kehidupan pribadi (Wheeler). 

Mendengarkan dengan hati-hati dan merespons dengan cara yang proper (Active-Constructive Responding) adalah cara yang sangat efektif untuk menumbuhkan emosi positif dan memperdalam hubungan. (Niederkrotenthaler, Gould, et al, 2016)

Kebahagiaan tidak hanya bisa diperoleh dari dukungan sosial tetapi bisa lebih bermakna dengan menyediakan dukungan tersebut  (Brown et al., 2003). Studi ini meneliti bagaimana pemberian dukungan sosial mempengaruhi kesejahteraan dan kematian. Kita juga kehilangan makna dalam hidup jika kita dikucilkan dan terisolasi dari lingkungan sosial (Stillman et al 2009).

Studi khusus tentang dukungan sosial dan kebahagiaan menggunakan empat treatment berbeda.  Peserta akan ditolak atau dikucilkan oleh orang lain. Para peneliti menemukan bahwa kesepian menghasilkan tingkat makna yang lebih rendah dan meningkatkatn depresi.