Delapan Skill yang Tidak Diajarkan di Sekolah

life skillssource: britishcouncil.gr

Keterampilan yang penting dalam hidup ini ternyata tidak diajarkan di sekolah. Apa saja delapan skill tersebut? Yang pasti skill ngepoin mantan tidak termasuk ya.

Sebagian skill penting yang kita perlukan dalam hidup ternyata tidak diajarkan di sekolah. Berikut delapan life skill penting yang tidak diajarkan di sekolah.

1. Bagaimana menjual

Sekolah tidak mengajarkan keterampilan bagaimana menjual barang atau jasa. Padahal menguasai keterampilan ini menjadi salah satu bekal dalam hidup. Karena tidak semua lulusan sekolah atau kuliah beruntung bisa bekerja di perusahaan.

2. Bagaimana bernegosiasi

Keterampilan bwrnegosiasi juga luput masuk dalam pelajaran sekolah. Padahal kemampuan negosiasi menjadi salah satu softskill yang diperlukan jika seseorang ingin menjadi leader. Negosiasi juga diperlukan dalam menghadapi sebuah masalah atau pilihan yang melibatkan orang lain.

3. Bagaimana menghadapi kegagalan

Dalam perjalanan hidup, ada kalanya sukses, tapi juga sering gagal. Sayangnya, keterampilan menghadapi kegagalan tidak diajarkan di sekolah. Padahal, pengajar bisa mengajarkan bagaimana menyikapi kegagalan dengan menyelipkan success story orang-orang sukses. Atau kegagalan seorang Thomas Alva Edison yang harus gagal ribuan kali untuk menemukan bola lampu.

4. Bagaimana mengelola waktu

Era digital membuat manusia seolah mempunyai dua dunia: nyata dan maya. Dengan kehadiran dunia maya,membuat waktu seolah kian cepat berlalu.Jika seseorang tidak bisa mengelola waktu secara bijak,ia bisa terjebak hidup dalam dunia maya. Jika aktivitas di dunia maya meliputi kegiatan positif untuk meng-up grade kemampuan diri, maka ybs memperoleh skill baru.

Tapi sebaliknya, jika aktivitas di dunia maya hanya digunakan untuk browsing hal-hal tidak penting maka akan sangat merugikan. Aktivitas lain yang merugikan seperti mantengin akun gosip di instagram, kepo kehidupan orang lain, berdebat politik yang bukan keahlian atau berhubungan dengan job-nya,stalking artis atau seleb medsos yang syarat gimmick dan tidak ada postingan yang menginspirasi hanya berbau receh, dll.

5. Bagaimana menginvestasikan uang

Sekolah tidak mengajarkan bagaimana mengelola uang dengan bijak melalui investasi yang tepat. Karena tidak diajarkan di sekolah, kadang kita melihat orang yang pintar secara akademik, tetapi tidak pintar dalam mengelola keuangannya hingga terlibat hutang kartu kredit atau rentenir dengan bunga mencekik.

Terlebih di era social media dan penggunaan kartu kredit, orang lebih gampang tergoda membelanjakan penghasilannya untuk wisata kuliner dan traveling karena melihat postingan orang lain, tanpa mempertimbangkan kemampuan finansialnya.

6. Prinsip sukses

Setiap orang ingin sukses dalam hidup. Tapi sekolah tidak mengajarkan prinsip-prinsip untuk meraih sukses dalam hidup.  Sekolah lebih mementingkan prestasi akademik dan lupa membekali siswa dengan prinsip-prinsip sukses yang bisa diaplikasikan dalam hidup mereka. Dimulai dari sukses menjadi pelajar, mahasiswa, sukses menjadi anak,  sukses dalam karir, sukses berbisnis, sukses berkeluarga, sukses bermasyarakat, menjadi pribadi sukses dalam membantu orang lain, menjadi pribadi sukses yang bermanfaat bagi orang banyak, menjadi pribadi sukses yang menjadi solusi atas permasalahan sekitar, dll.

7. Bagaimana menemukan passion

Mengetahui passion menjadi salah satu jalan meraih kesuksesan. Karena dengan menemukan passion, seseorang bisa menjadi expert, atau menjadi yang terbaik.Passion berbeda dengan hobby. Hobby lebih menyangkut kepada aktivitas yang bertujuan untuk relaksasi. Sedangkan passion tidak melulu soal relaksasi tetapi juga kesulitan, tantangan, penderitaan. Tetapi dalam kondisi sulit tersebut, seseorang tetap bertahan karena bidang tersebut merupakan passion-nya.

8. Bagaimana berkomunikasi dengan baik

Komunikasi yang baik menjadi salah satu pintu menuju kesuksesan. Dengan menguasai keterampilan komunikasi yang baik, seseorang bisa menjadi seorang negosiator, marketing ulung, motivator, dll.

Demikian delapan skill atau keterampilan yang penting dalam hidup yang tidak diajarkan di sekolah. Ayo up-grade sendiri keterampilan yang penting dalam hidup dengan cara online atau offline. Jangan menghabiskan kuota hanya untuk bergosip, stalking mantan atau gebetan. Siapa? Kamu….ya kamu….

Mengapa Kita Berbohong?

bohong

source: reflectionofmind.org

Mengapa kita berbohong dan kita kadang lebih percaya berita bohong ketimbang fakta kebenaran di depan mata?

Aktivis senior Ratna Sarumpaet ditahan atas kasus pembohongan publik pada Kamis malam (27/9). Ratna mengarang cerita soal wajahnya yang lebam pasca operasi plastik di wajahnya. Ia menyebar cerita bohong bahwa wajah lebamnya akibat dikeroyok oleh tiga orang di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat pada Jumat (21/9).

Mengapa seorang aktivis senior seperti Ratna berbohong? Mengapa kita berbohong? Ada banyak alasan.  Menurut filsuf sekaligus ahli etika Sissela Bok dari Harvard University berbohong merupakan cara paling mudah untuk mendapatkan power. “Berbohong sangat mudah dibandingkan dengan cara lain untuk mendapatkan kekuasaan.”

Berikut alasan mengapa kita berbohong seperti dilansir dari psychologytoday.com.

1.Untuk mendapatkan kekuasaan

Berbohong dianggap sebagai salah satu cara untuk mendapatkan power atau kekuasaan. Dengan berbohong, seseorang bias menjatuhkan lawannya yang lebih kredibel untuk menaikkan posisinya.

2.Memegang kendali

Berbohong dianggap bisa memegang kendali. Menceritakan fakta kebenaran terasa seperti menyerahkan kendali. Seringkali, orang berbohong karena mereka mencoba mengendalikan situasi dan menggunakan pengaruh untuk mendapatkan keputusan atau reaksi yang yang diinginkan.

3.Membunuh karakter orang lain

Orang berbohong juga bias dilatarbelakangi oleh keinginan membunuh karakter seseorang atau menjatuhkan orang tersebut. Dengan mengarang cerita bohong, ia mengajak orang lain membenci orang yang bersangkutan. Bahkan, dengan mengarang cerita bohong seseorang bertujuan mendepak rekan kerjanya yang dianggap sebagai rivalnya.

4.Takut mengecewakan. 

Khawatir jika mengatakan kebenaran akan mengecewakan orang lain. Bahkan khawatir jika menceritakan yang sebenarnya akan berujung pada penolakan.

5.Kebohongan melahirkan kebohongan baru. 

Untuk menutupi kebohongan, seseorang harus membuat kebohongan baru. Akhirnya ia berbohong lagi.

4.Kebohongan dianggap sebagai kebenaran.

Karena seseorang sering berbohong, akhirnya ia tidak bias membedakan fakta kebenaran dan kebohongan. Mereka seperti menciptakan kebenaran versi mereka dan dunia versi mereka. Orang model seperti ini juga lebih gampang percaya kepada berita bohong dan kebohongan.

5.Ingin dihormat dan dihargai

Seseorang berbohong karena ingin dihormati dan dihargai. Biasanya ia merepresentasikan dirinya dengan kalangan atas, barang-barang mewah. Padahal kenyataannya barang-barang mewah yang digunakan bukan milik pribadi. Dari image yang ia ciptakan, ia kemudian mencari pengaruh, berharap dihormati dan dihargai oleh orang lain.

6.Ingin mendapat simpati 

Seseorang yang berbohong soal penyakit yang sebenarnya tidak ia derita, atau berbohong soal keadaan keluarganya, ia berharap mendapat simpati atau belas kasihan dari orang lain. Mengapa demikian? Dengan memperoleh simpati, belas kasihan seseorang merasa mendapat perhatian, bukan hanya dari teman, bahkan juga dari lawan jenis.

7.Keuntungan materi

Kebohongan yang dilakukan oleh seseorang juga kerap dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan materi. Misalnya mencitrakan diri dengan menggunakan barang mewah untuk membuat orang percaya terhadap kegiatan yang dilakukan yang sebenarnya merupakan bisnis penipuan seperti skema ponzi.

 

Berhemat ala Crazy Poor Asians

Jurus berhemat akan menjadi penyelamat ketika kondisi keuangan hampir kiamat. Kuncinya adalah buang jauh-jauh gengsimu.

Tidak setiap orang lahir dan besar dalam keluarga kaya. Ada sebagian berasal dari keluarga sederhana, bahkan jauh dari kata cukup. Atau terjebak dalam hutang karena bisnia yang dikelola bangkrut.

Bahkan ada yang karena boros tidak bisa mengatur uang. Atau karena gengsi tinggi, padahal uang tidak mencukupi alias BPJS (bujet pas-pasan jiwa sosialita). Berikut tips berhemat untuk sobat “missqueen” ala “Crazy Poor Asians”.

1. Jalan kaki untuk jarak dekat.
Tidak perlu mendengar ocehan atau nyinyiran temanmu yang selalu usil jika melihat kamu memilih jalan kaki untuk jarak dekat ketimbang naik OJOL atau ojek biasa. Coba saja hitung jika setiap hari pakai OJOL dua kali. Sekali jalan untuk jarak dekat Rp 7 ribu, sehari hanya untuk OJOL bisa Rp 14 ribu. Kalikan 20 hari jika kalian kuliah atau bekerja. Apalagi jika dihitung setahun akan sangat terasa besarnya.

2. Berinternet dengan free wifi
Sebisa mungkin batasi penggunaan internet di ponselmu. Manfaatkan sebaik-baiknya jika kalian berada di area free wifi untuk berinternet.

3. Naik busway untuk jarak menengah dan jauh
Jika kalin harus menempuh jarak menengah, dan tidak terlalu diburu waktu, manfaatkan sarana busway atau transportasi angkutan kota yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Kenapa? Tarif transport seperti busway tergolong murah. Dan ini sangat menolong dompet dan ATM kalian yang teriak-teriak karena lebih banyak kosong.

4. Paket internet paling murah.
Ambil paket internet yang paling murah. Tak perlu pura-pura lupa dengan ambil paket internet bulanan dalam jumlah lumayan. Setelah dipaketin dan pulsa habis, kalian seolah kaget dan nyaris pingsan. Kan tidak lucu gan.

4. Menelpon dengan paket telpon murah
Jika kalian harua menelpon seseorang, jangan lupa setting dengan paket telpon murah.

5. Traveling dengan tiket promo atau numpang di rumah teman.
Karena sedang berhemat, kalian harus sering bergerilya mencari tiket promo jika keinginan untuk traveling sudah ada di ubun-ubun. Strategi lain adalah numpang di rumah teman yang ada di daerah yang menjadi destinasi kalian. Tapi tetap harus tahu diri ya. Jangan mentang-mentang numpang, lupa kasih oleh-oleh. Hari gini masak ditumpangin hanya bilang terimakasih?

6. Makan sehari dua kali.
Namanya juga sedang berhemat. Adalah aib jika kalian jor-joran makan bahkan sehari sampai tiga empat kali. Itu namanya menghianati komitmen berhemat. Cukup sehari makan dua kali saja. Selebihnya, lebih banyak makan angin.

7.Membawa bekal lunch dari rumah.
Jurus ini bisa diterapkan bagi kalian yang mempunyai waktu untuk memasak. Atau di sekitar lokasi kalian ada penjual nasi yang rasanya enak dan harga bersahabat untuk tanggal tua. Kenapa tidak membeli sarapan dan makan siang di tempat tersebut? Kalau ada teman yang tatapannya sinis karena memihat kamu bawa bekal, ajak aja sekalian makan bareng. Tapi setelah itu jangan lupa bilang ke dia, besok gantian. Kalau seperti itu bukan berhemat lagi, tapi memang dasarnya pelit.

8. Jual baju layak pakai secara online
Jurus berhemat lain adalah menambah pemasukan dengan menjual baju bekas layak pakai secara online. Tapi kalian tidak perlu membeli baju baru jika baju kalian sudah terjual. Karena, apa point-nya untuk komitmen berhemat kalian?

9. Beli tas yang multifungsi bisa backpack dan dicangklong.
Karena kalian suka bergaya, sementara bujet pas-pasan, maka ketika membeli tas pun perlu dipikirkan fungsinya. Tas multifungsi seperti bisa dicangklong, sebagai backpack alias tas panggung bisa menjadi pilihan kalian.

10. Beli satu baju tapi bisa dibolak balik.

Pasti tidak enak kan, kalau tiap posting di medsos bajunya sama. Nah, agar terlihat ganti baju, belilah baju yang desainnya bisa dipakai dua sisinya alias bias side A dan side B.

11.Manfaatkan fasilitas promo ojek online.
Promo dari OJOL akan menjadi salah satu penyelamat hidupmu. Tapi sebaiknya tetap kasih tips bukan gratisan. Agar hidupmu berkah.
Demikian tips berhemat sedikit ngawur tapi banyak benarnya ala Crazy Poor Asians. Selamat mencoba.

Tips Bebas Stres di Tempat Kerja

breathing-at-work

source: theelementsofliving.com

Bekerja tanpa didera stres menjadi impian setiap orang. Sayangnya tidak semua orang tahu solusi terbebas dari stress.

Sebagai pekerja, seringkali kita dihadapkan dengan stres yang disebabkan oleh banyak faktor. Bisa dikarenakan beban pekerjaan yang berat dan terus bertambah tanpa ada jeda, atasan yang egois, bawahan yang sulit diarahkan, teman seprofesi yang kerap menjelek-jelekkan teman kerjanya di hadapan atasan, lingkungan kantor yang tidak sehat, tuntutan pekerjaan atau target perusahaan yang harus dicapai. Atau kita stress karena memikirkan hal yang sejatinya tidak perlu dipikirkan.

Dengan banyaknya faktor yang bisa memicu stress di kantor, ada baiknya kita mencari solusi agar terbebas dari stress. Pasalnya, tanpa solusi yang tepat, kita akan didera stres berkepanjangan ketika bekerja. Berikut tips kerja bebas stress.

1.Memutus kebiasaan berpikir yang merugikan diri sendiri
Kita sering stress karena memikirkan hal-hal buruk yang anda khawatirkan. Misalnya anda stress karena takut dimarahi pimpinan yang kerap marah-marah belakangan. Meskipun anda sudah menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan sudah berusaha menyelesaikan dengan optimal, namun tetap takut dimarahi atau disalahkan karena pimpinan belakangan kerap memarahi karyawan. Ternyata kekhawatiran anda hanya ada dalam pikiran. Pimpinan anda malah memuji pekerjaan anda. Sebelum meeting yang digelar setelah makan siang, hampir setengah hari anda stress. Saatnya anda mulai mengenali kekhawatiran-kekhawatiran yang kerap menjadi sumber stress anda di tempat kerja.

2.Bersikap optmis
Bersikap optimis akan menepis kekhawatiran yang kerap menjadi sumber stress. Dengan memilih bersikap optimis anda akan bersemangat mengerjakan tugas.

3.Memelihara kesehatan jiwa
Kesehatan jiwa penting agar kita bisa berpikir jernih dan menjaga keseimbangan dalam hidup. Jika pikiran kita tenang, kita akan terhindar dari stress. Untuk memelihara kesehatan jiwa, anda bisa menjaga selera humor. Bercanda dengan teman kantor akan membuat pikiran rileks, tidak tegang.

4.Ada waktu jeda di pagi hari
Agar anda semangat menyelesaikan tumpukan pekerjaan yang masuk dalam to do list dan harus dikelarin hari itu juga, ada baiknya ketika di pagi hari anda ambil jeda. Jeda waktu ini bisa menjadi mood booster. Salah satu yang bisa anda lakukan untuk mengisi waktu jeda di awal hari, anda bisa minum the atau kopi sebagai penyemangat.
Anda juga bisa memejamkan mata sebentar sekitar 5 menit untuk membuat pikiran tenang. Setelah merasa rileks, anda bisa fokus bekerja.

5.Berangkat lebih pagi
Manfaat berangkat lebih pagi, anda tidak akan khawatir, takut datang terlambat. Kekhawatiran anda masuk terlambat karena berangkat kesiangan akan menjadi sumber stress. Dengan berangkat lebih pagi akan menghilangkan rasa khawatir karena telat masuk kerja. Manfaat lain dari berangkat lebih pagi, anda mempunyai cukup waktu untuk melakukan peregangan ringan setelah capai di perjalanan dari rumah ke kantor.

6.Siapkan bekal makanan kecil
Bekal makanan kecil berguna jika anda tidak punya waktu untuk makan siang. Sekarang banyak jajanan sehat yang praktis dibawa ke kantor. Seperti healthy cookies dengan less sugar, atau granula berisi serealia yang kaya serat.

7.Minum air putih
Dehidrasi membuat kita pusing. Agar tidak dehidrasi, anda bisa menyiapkan botol berisi air putih yang harus anda minum.

8..Letakkan foto atau benda yang menjadi penyemangat kerja

Anda bisa meletakkan foto, quotes, pepatah atau benda di meja atau dinding kubikal yang bisa menjadi penyemangat anda menyelesaikan pekerjaan.

Detoks Digital Untuk Keseimbangan Hidup

IMG_20180711_192734

Detoks digital menjadi salah satu solusi alternatif untuk meraih keseimbangan hidup di era digital. Ada lima langkah yang bisa kamu lakukan. Poin kelima mungkin berat bagi sebagian orang.

Pernahkan anda dalam sehari menggunakan hampir separuh waktu hanya untuk membuka internet dan itu untuk keperluan yang tidak penting? Seperti membuka akun gossip, berdebat soal pilihan politik di akun-akun politik, atau hanya ngepoin kehidupan orang lain yang sepintas terlihat wow dibanding kehidupan anda?

Setelah menghabiskan hampir seluruh waktu anda, anda baru tersadar ternyata masih banyak urusan yang belum kelar. Distraksi atau faktor pengalih yang disebabkan oleh penggunaan ponsel dan internet saat ini menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Jangan sampai waktu kita setiap harinya terbuang hanya untuk melihat hal-hal sampah atau hal tidak berguna yang pada akhirnya mengurangi kualitas hidup kita, membuat kita stuck di titik tertentu, dan akhirnya tidak ada improvement.

Jika anda merasa keberadaan ponsel dan sambungan internet menjadi salah satu penghambat kemajuan anda, ada baiknya anda mencoba detoks digital seperti yang ditulis Blake Snow dalam bukunya “Log Off”. Dalam bukunya Blake menyatakan bahwa ia mengunakan sebelas jam tiap harinya untuk bekerja dan setengah hari pada hari Sabtu untuk bekerja. Tanpa ia sadari Blake telah menggunakan sebagian besar waktunya untuk bekerja.

Karena merasa sebagian besar waktunya digunakan untuk bekerja, akhirnya Blake mencoba terhubung kembali dengan dunia realita. Ia mencoba detoks digital atau membatasi diri dalam menggunakan internet dan ponsel pintar untuk mencapai keseimbangan dalam hidupnya..

Menurut Blake dalam bukunya berjudul “Log Off” pengunaan internet harus dibatasi untuk memperoleh keseimbangan hidup. Ia memberikan solusi berupa detoks digital. Tchiki Davis seorang kolumnis mencoba lima langkah detoks digital seperti dilansir psychologytoday.com.

Hapus gangguan

Blake mengajarkan kepada kita tentang four burners theory. Menurut dia empat pembakar adalah keluarga, teman, kesehatan, dan pekerjaan. Terkait dengan empat pembakar ini, maka apa pun yang tidak penting untuk keempatnya harus dihapus.
Bukan berarti di ponsel kita tidak ada nada dering, emergency call, bunyi bip, dll. Intinya aplikasi-aplikasi yang tidak mendukung keempat pembakar tersebut sebaiknya tidak diinstal. Dengan menghapus aplikasi, anda akan lebih mudah terbebas dari distraksi atau gangguan.

Sebaliknya jika anda menginstal beragam aplikasi seperti untuk keperluan chatting anda menginstal whatsapp, bbm, line, hingga facebook messanger, tanpa anda sadari aplikasi-aplikasi tersebut akan menyita waktu anda. Anda akan lebih gampang terganggu karena harus membalas chat yang masuk dari beragam aplikasi. Padahal pekerjaan anda tidak mengharuskan anda terkoneksi dengan ponsel. Hal itu berbeda jika pekerjaan anda adalah marketing.

Jangan mengagungkan kesibukan

Sebagian dari kita terkesan malu kelihatan tidak sibuk. Bahkan, kadang kita berperilaku manipulative agar terlihat sibuk. Padahal hal yang kita kerjakan yang sepintas terlihat sibuk itu adalah hal-hal tidak penting yang tidak membuat hidup kita lebih baik atau tidak berkontribusi bagi kebaikan diri dan orang lain.

Jika kita ingin terlihat sibuk di mata orang lain, percayalah internet akan membuat kita terlihat sibuk dengan pilihan kegiatan beragam dari yang berguna hingga yang bersifat toxic alias racun yang membunuh waktu kita. Pilih kegiatan berselancar di media daring untuk hal yang memberikan manfaat bagi kehidupan kita, keluarga, dan orang sekitar. Bukan berselancar atau pura-pura membuka pesan chat masuk agar terlihat sibuk. Jika mindset kita berubah, maka kita akan lebih gampang memilah mana yang penting dan mana yang tidak penting bahkan merugikan.
Tanyakan “mengapa” ketika membuka ponsel

Jangan beralasan membuka ponsel pintar karena merasa telepon seluler adalah alat serba bisa yang bisa membuat kita terkoneksi dengan teman dan dunia luar. Padahal, di luar untuk kepentingan itu, kita kerap menghabiskan waktu untuk hal-hal tidak penting. Sehingga tanpa sadar kita kerap mengabaikan orang yang secara fisik ada di dekat kita.
Ketika kita jalan-jalan di pusat perbelanjaan kita pasti kerap melihat orang-orang yang berkumpul makan di satu restoran tapi mereka sibuk dengan ponselnya. Atau sepasang suami istri dengan anaknya yang sedang makan, tetapi suami dan istri sibuk dengan ponselnya sendiri-sendiri. Mereka terkoneksi dengan orang yang ada dalam ponsel mereka dan akhirnya tidak terhubung dengan orang yang ada di dekat mereka.

Ponsel tidak lagi berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi sudah menjadi alat pelarian jika kita merasa tidak nyaman ketika bertemu dengan orang baru, alat menghindar dari percakapan dengan orang lain, dan tanpa sadar menjadi pengalih perhatian dari orang-orang yang ada di dekat kita.

“Saya benar-benar percaya bahwa menyimpan telepon di saku kita adalah salah satu hal paling berani yang dapat kita lakukan,” terang Blake dalam bukunya. Ia menyarankan ketika kita berkumpul dengan orang lain, dengan pasangan, dengan keluarga, sebisa mungkin bukan hanya fisik kita yang hadir. Tetapi pikiran kita juga hadir di sana.

Gunakan aturan pertiga

Blake membagikan resep agar kita membagi hidup kita menjadi tiga bagian. Yaitu delapan jam untuk bekerja, delapan jam untuk tidur, dan delapan jam gratis. Bekerja lebih banyak melebihi delapan jam kerja sebenarnya tidak membuat kita lebih produktif. Bekerja cerdas dan membagi waktu bebas secara bijak membuat kita bekerja lebih efektif.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa bekerja lebih dari delapan jam juga kontraproduktif. Untuk pekerja yang pekerjaannya bersifat rutin, bekerja lebih dari 40 jam per minggu mengurangi produktivitas. Sedangkan untuk pekerja kreatif, bekerja lebih dari 20 jam per minggu tidak produktif.

Secara berkala menjauh dari gadget

Jika kita begitu tergantung dengan gadget atau gawai, ada baiknya kita membuat program menjauh dari gadget. Kita bisa menjadwalkan sehari tanpa gadget. Kalau sehari terasa berat, bisa setengah hari tanpa gadget. Atau setelah jam kerja tanpa gadget. Kita bisa mengisi waktu yang biasa digunakan untuk membuka gadget diganti dengan kegiatan membaca buku, berolahraga, ikut kegiatan volunteer atau kegiatan social, menambah keterampilan, atau lebih mendekatkan diri dengan keluarga, sahabat, dan orang terdekat di sekitar kita.

Ayo, menurutmu poin mana yang paling ringan dilakukan untuk detox digital? Dan poin mana yang paling berat dilakukan untuk detoks digital?

Menjadikan Hidup Lebih Bermakna

AMeaningfulLife-1-1-17_Image-1080x675

source : elemence.net

Hidup menjadi lebih bermakna jika kita bisa berperan sebagai lampu penerang, sekoci penyelamat, atau tangga yang menjadi jalan bagi orang yang dibawah menuju tujuan yang diinginkan.

Be a lamp, or a lifeboat, or a ladder. – Rumi

Menjadikan hidup kita lebih bermakna tidak mungkin tercipta tanpa adanya relasi dengan sesama dan makhluk hidup di sekitar kita. Hidup lebih bermakna jika keberadaan kita memberi arti, manfaat bagi sesama atau makhluk hidup di sekitar kita. Hidup bermakna sulit diperoleh dari sebuah pola relasi yang dibangun untuk mengejar gengsi, untuk mendapatkan benefit secara materi dari relasi yang dijalin.

Sufi besar abad ke13 yang mempunyai pengaruh kuat dan masih sangat terasa hingga sekarang, Jalaluddin Rumi menjabarkan pemaknaan hidup melalui pola hubungan antar manusia sebagai lampu (lamp), sekoci (lifeboat), atau tangga (ladder).
Pepatah Rumi dijabarkan oleh psikolog bernama Dr Leslie Becker-Phelps Ph.D seperti dilansir di psychtoday.com sebagai berikut.

Lampu
Pribadi yang berperan sebagai lampu adalah yang mampu menjadi cahaya bagi hidupnya dan orang lain di sekitarnya. Ia menjadi inspirasi bagi orang yang kesulitan dalam hidupnya. Ia menjadi penerang bagi orang yang merasakan ketidakadilan untuk tetap bisa berpikir jernih dan bijak serta bertindak secara tepat.

Sekoci
Menjadi sekoci artinya anda menjadi penyelamat hidup anda sendiri dan orang-orang yang sedang terbelit masalah. Anda datang menawarkan bantuan kepada orang yang sedang tertimpa kesusahan. Anda berada di sana untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan. Anda datang menawarkan bantuan seperti melunasi hutang orang kurang mampu yang digunakan untuk berobat, melahirkan, melanjutkan jenjang pendidikan dll.

Tangga
Hidup bagi sebagian orang terasa sangat sulit. Karena mereka tidak tahu cara menyelesaikan masalah. Kalau pun tahu cara menyelesaikan masalah, mereka dibatasi dengan keadaan yang pas-pasan. Sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan, menggapai mimpi terasa sangat sulit. Mereka yang hidup di lingkungan kalangan kurang mampu wawasannya terbatas dan jarang mendapat masukan. Atau mereka yang sudah mengecap bangku kuliah dan lulus, sudah berusaha mencoba mencari pekerjaan melamar ke berbagai perusahaan, namun nasib baik belum berpihak. Atau sudah berusaha keras membanting tulang berwirausaha, ternyata usahanya sering mengalami kegagalan.

Orang-orang yang stuck tetapi mempunyai semangat maju, mempunyai keinginan hidup lebih baik memerlukan tangga yang bisa membawa mereka mencapai tujuan. Mereka membutuhkan orang yang menjadi perantara, akses untuk membawa mereka mencapai mimpi. Anda bisa menjadi tangga agar orang lain maju, bisa meraih mimpi-mimpinya untuk kehidupan yang lebih baik.

Menjadi tangga bisa diartikan anda memberi rekomendasi jika ybs perlu rekomendasi untuk bekerja, memberi link atau jaringan kepada yang kesulitan untuk bekerja, berobat, dll. Atau anda menjadi mentor bagi lulusan kuliah yang kesulitan dalam menjalankan bisnisnya.

Dampak Bermedsos Selama Jam Kerja. Mana Menurutmu Yang Sangat Mengganggu.

IMG_20180709_160733

Tidak membuka media sosial (medsos) selama jam kerja menjadi salah satu tips agar pekerjaan lebih cepat kelar sesuai dengan jadwal. 

Salah satu resep jitu orang Jerman bekerja efektif adalah tidak membuka media sosial ketika mereka bekerja. Mereka hanya fokus kepada pekerjaannya. Dengan fokus hanya kepada pekerjaan mereka bisa bekerja tanpa gangguan.

Strategi tidak melihat media sosial seperti instagram, youtube, facebook, twitter dan lain-lain akan sangat menguntungkan bagi pekerja. Terlebih pekerja yang membutuhkan konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Mengapa tidak membuka medsos sangat membantu kita bekerja lebih efisien? Karena tanpa kita sadari saat ini medsos merupakan faktor pengalih perhatian atau pengganggu dalam pekerjaan selain e-mail dan telepon. Keberadaan e-mail dan telepon tentu penting dan tidak boleh diabaikan bagi pekerja yang berada di posisi sebagai customer service, atau bagian fron line.

Demikian juga membuka medsos selama jam kerja juga urgen bagi bagian CS atau compiance bagian social media.  Karena dia harus merespons keluhan customer melalui media sosial. Namunh, di luar bagian tersebut, membuka medsos hanya akan membuat pekerjaan kurang efektif. Mengapa?

Rasa Ingin Tahu

Keinginan kita mengetahui kehidupan orang lain kerap menghabiskan waktu kita. Waktu kita terbuang percuma hanya membuka medsos orang lain yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan kita. Rasa ingin tahu pada kehidupan orang lain akan membuat kita penasaran dan tanpa sadar akan terus men-scroll gambar-gambar yang akhirnya menghabiskan jam kerja kita untuk kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan kita. Kepo membuat kita merasa tidak pernah cukup untuk menyudahi berselancar di medsos.

Mengurangi Alokasi Jam Kerja

Seharusnya kita bekerja menyelesaikan pekerjaan, namun karena keasyikan membuka media sosial akhirnya pekerjaan terbengkalai. Pasalnya seharusnya kita mengerjakan tugas kita, kita malah menghabiskan waktu mantengin media sosial. Akhirnya pekerjaan tidak kelar sesuai schedule.

Tidak Fokus

Berselancar di media sosial diakui atau tidak membuat pikiran kita terbagi antara melihat media sosial dan urusan pekerjaan. Apalagi jika kita bekerja sambilo sesekali mengintip status atau postingan teman di medsos. Akhirnya kita salah tulis, salah hitung, atau salah menganalisa karena kurang fokus.

Output Tidak Optimal

Kerap membuka medsos saat jam kerja akan mengurangi jatah waktu kita menyelesaikan tugas. Akibatnya, hanya ada sedikit waktu atau tidak ada waktu untuk menoreksi, merevisi hasil akhir pekerjaan. Dampaknya output yang kita serahkan kualitasnya bukan yang terbaik dari kita. Karena kita bekerja secara terburu-buru.