Jangan Lakukan Ini Setelah Pakai Hand Sanitizer. Berbahaya!

IMG_20200323_225054

Tindakan ini bisa membuat tanganmu terbakar setelah memakai hand sanitizer. Berhati-hatilah.

Hand sanitizer atau disebut cairan pembersih tangan menjadi benda akrab setelah pandemik global virus corona atau covid19 masuk ke Indonesia.

Pemakaian pembersih tangan ini memang sangat dianjurkan untuk memutus mata rantai penularan. Pasalnya, dengan mengoleskan hand sanitizer di tangan yang mengandung alkohol hingga 70 persen, kita terhindar dari virus corona yang bisa menempel di benda-benda yang biasa kita sentuh.

Seperti gagang pintu, tiang kereta, gantungan atau handle di kereta, transjakarta, atau MRT, pegangan di pintu bis, helm pas naik ojek, dan fasilitas umum lain.

Tapi, penggunaan hand sanitizer yang tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang sifat atau karakteristik hand sanitizer, bisa membahayakan diri sendiri.

Seperti video yang viral beberapa waktu lalu. Seorang perempuan tangannya terbakar setelah menggunakan hand sanitizer, kemudian menyalakan kompor.

Mengapa tangan wanita tersebut terbakar? Menurut info dari Federal Aviation Administration (FAA) hand sanitizer memang mudah terbakar. Karena konsentrasi alkohol mencapai 70 persen.

Sehingga, ketika tangan kita baru saja diolesi dengan hand sanitizer, tidak boleh menyalakan kompor atau dekat dengan sumber api. Karena bisa terbakar.

Ternyata, berdasarkan data dari FAA, bukan hanya hand sanitizernya saja yang mudah terbakar. Uap dari hand sanitizer jika cairan pembersih tangan itu direbus juga akan mudah terbakar.

So, lebih berhati-hati ya setelah menggunakan pembersih tangan. Jika harus menyalakan kompor setelah memakai hand sanitizer, tunggu sampai tangan kita kering. Sehingga kandungan alkoholnya sudah hilang.

Bahagia dengan Mindset Minimalis

PicsArt_02-09-10.32.05

Bahagia datangnya dari hati, bukan materi. Mindset minimalis bukan hanya terkait materi, memeluk hati untuk senantiasa bahagia.

Minimalism belakangan sedang ramai dibicarakan sejak Marie Kondo mengenalkan konsep minimalis terkait barang kepemilikan. So, belakangan kita kian akrab dengan konsep declutter. Kita sibuk merapikan baju-baju kita agar mudah diambil ketika perlu, dan kita mengurangi baju-baju yang tidak kita butuhkan agar tidak mubadzir dan memenuhi rumah kita.

Sejatinya, minimalis bukan hanya sekedar membatasi kepemilikan materi berdasar needs alias kebutuhan. Minimalis juga meliputi mindset alias pemikiran, body alias raga, dan hati.

Minimalis dalam hal pemikiran dipraktekkan dengan memilah pikiran-pikiran tidak penting dan penting. Salah satu cara yang bisa dipraktekkan adalah memfilter info-info yang masuk dari gawai alias gadget kita. Apakah info yang kita baca berguna atau hanya menjadi sampah bagi otak kita.

Minimalism dalam hal pikiran juga bisa diartikan membatasi percakapan sia-sia yang akhirnya membebani pikiran kita. Misalnya terlibat obrolan dalam grup WA yang sebenarnya bukan menjadi urusan kita. Atau ikutan gosip di akun-akun gosip IG yang tidak ada kaitan dengan hidup kita.

Lalu, apa yang dimaksud dengan minimalism dalam hal body? Tentu saja menjaga agar berat badan kita tidak berlebihan. Caranya tentu saja aktif bergerak, makan secukupnya dengan gizi berimbang, minum air putih sesuai kebutuhan tubuh.

Selain itu aktif puasa senin kamis atau puasa 3 hari setiap bulan hijriah untuk memberi kesempatan organ pencernaan kita istirahat.

Minimalism dalam hati terkait dengan emosi. Minimalism dalam hati akan menirkan kecewa yang kerap menjadi tabir datangnya bahagia.

Cara merealisasikan minimalism dalam hati adalah tidak berekspektasi orang lain harus memperlakukan kita seperti yang kita standarkan atau idealkan. Tanpa adanya ekspektasi alias harapan diperlakukan seperti yang kita inginkan, kita akan tidak gampang kecewa alias baperan untuk hal-hal remeh temeh yang sejatinya tidak penting bagi hidup kita.

Terbayang kan, betapa ringannya hidup kita. Karena tidak terbebani oleh kegiatan mencari-cari barang dan baju yang kita lupa taruh di mana. Tidak terbebani oleh info-info sampah yang bisa merusak hari dan mendatangkan energi negatif bagi kita.

Lainnya, kita merasa ringan melangkah karena tubuh kita tidak berlebihan beratnya. Kita juga tidak mudah baper, uring-uringan, marah hanya karena orang lain memperlakukan kita tidak sesuai dengan bayangan, atau keinginan kita.

Sulap Sampah Jadi Parfum Ruangan #Potpourri

Kulit buah ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan.Caranya pun gampang!

 

Tahu ga sih, kulit buah sisa kupasan yang kerap dibuang, ternyata masih bisa simanfaatkan lho. Salah satunya sebagai home fragrance alias pengharum ruangan.

Cara bikinnya terbilang mudah. Siapkan sampah kulit buah seperti kulit lemon, kulit jeruk, kulit apel, kulit pir, kulit nanas. Iris kulit buah ini menjadi irisan tipis.

Setelah diiris, cuci di bawah air yang mengalir. Tiriskan. Untuk mengurangi kadar air dan agar kulit buah kering, masukkan irisan kulit buah di microwave, atur suhunya.

Jika tidak ada microwave, bisa dijemur di bawah sinar matahari, tapi seperlunya saja. Ini dimaksudkan agar kulit buah tidak kisut.

Setelah kering, taruh irisan kulit buah di wadah kecil terbuka. Bagi penyuka wangi teh, bubuhkan bubuk teh dan aduk. Namun ini hanya opsional. Kemudian tetesi minyak aromatherapy. Irisan kulit buah siap mengharumkan ruangan.

Tempatkan pengharum ruangan dari kulit buah atau potpourri ini di spot yang kamu mau. Seperti di livingroom, library, kamar tidur, atau toilet. Harumnya pun siap membiusmu!

 

Yang Dilakukan Ketika Orang Lain Mengeluh Mendengar

Mendengar orang mengeluh secara terus menerus dan berulang bukan hal menyenangkan. Bagaimaan menyikapinya?

PicsArt_10-03-10.37.57

Dari sekian banyak teman atau kolega, pasti ada yang kerap mengeluh. Bagaimana kalau si pengeluh ini sahabat, teman kerja, atau pasangan kita.

Kebayang kan, kalau pagi hari pas kita duduk di meja dia sudah mengeluhkan kondisi jalan yang macet. Padahal kita juga mengalami hal sama. Kira-kira menurutmu mengganggu tidak?

Nah jika kamu punya orang dekat yang suka mengeluh, tips dari psychologytoday.com di bawah ini bisa dipraktekkan.

1 Jangan mengeluh tentang keluhan. Meskipun kamu kesal mendengar dia mengeluh terus-menerus, sebisa mungkin hindari mengeluh tentang keluhannya. Pakai kalimat yang tone-nya lebih positif agar kamu tetap semangat.

Misalnya jika dia mengeluh soal macet, kamu bisa bilang,” Memang nyebelin sih. Ya udah ngeteh dulu saja biar rileks.”

2. Jangan memberi saran atas keluhannya. Karena dia hanya ingin mengeluh, melepas emosinya.

Misalnya kamu mendengar dia mengeluh jalanan macet. Kamu tak perlu ngasih saran ke dia yang masih kesal karena jalanan macet. Atau malah ceramah panjang lebar. Simpan dulu argumen dan ceramahmu.

“Memang macet tiap hari. Daripada kamu ngeluh terus2an, kan pas macet bisa dipakai untuk baca buku, berita dari HP. Atau buat dzikir, baca sholawat.”

Simpan argumen dan ceramahmu saat dia mengeluh. Karena hanya membuat dia semakin kesal. Saranmu bisa disampaikan jika dia sudah rileks dan dengan ucapan yang tidak terkesan menggurui.

3. Jangan membuat drama atas keluhannya. Misalnya dia mengeluh soal macet. Kamu malah ikut-ikutan mengeluh soal macet bahkan sampai ngomong kasar, ngumpat kan jadinya malah aneh ya. Yang awalnya mengeluh siapa, eh kamu malah yang bersemangat ngumpat.

4. Kasih Tahu Keberatanmu. Jika temanmu atau pasanganmu terus-terusan mengeluh, dan kamu merasa sudah mengganggu hari-harimu, sebaiknya ungkapkan keberatanmu dengan bahasa baik dan tidak menyinggung perasaannya.

Belajar Berhenti Mengeluh

PicsArt_09-13-09.35.59

Pernah ga sih dalam hidupmu, sehari saja kamu sama sekali nggak mengeluh atau komplain? Padahal keadaan seolah membenarkan atau memantaskan kamu untuk mengeluh.

Misalnya nih, kamu sudah setel alarm pagi, bangun jam 5. Sudah menyiapkan baju untuk OOTD hari itu hingga tidak perlu menambah waktu hanya untuk mantes-mantesin baju demi penampilan paripurna. Kamu berharap dengan perencanaan bagus kamu tidak telat masuk kuliah atau kerja. Ternyata ada kondisi di luar yang tidak bisa kamu kontrol.

Di tengah jalan, kendaraan yang kamu kendarai atau tumpangi mogok. Atau kamu menunggu kendaraan umum lama sekali. Atau kamu sudah mencoba pakai ojeg online agar cepat, ternyata drivernya lama sekali sampai, begitu jalan, kondisi jalanan macet parah banget di luar dugaan.

Kondisi eksternal di jalan yang tidak bisa dikontrol akan mengaduk emosi kita. Kondisi tidak enak itu mendorong kita untuk mengurangi stres dengan coping strategy berupa menyampaikan keluhan atau uneg-uneg kepada orang sekitar atau melampiaskannya di media sosial.

Apakah setelah mengeluh keadaan emosi kita lebih baik? Bisa ya bisa juga tidak. Kita akan merasa lebih baik telah mengeluarkan emosi negatif seperti kesal, marah atas keadaan dalam bentuk keluhan.

Tapi tanpa kita sadari, kita telah menyebarkan energi negatif, sampah ke orang-orang di sekitar kita atau teman-teman di media sosial. Seharusnya hari mereka indah tapi setelah mendengar atau membaca keluhan kita yang merupakan energi negatif, mereka akan merasa sesak, atau kesal.

Sebagai terapi mengurangi stres, mengeluh bisa dilakukan sesekali. Lebih baik lagi jika belajar mengurangi bahkan berhenti mengeluh karena ternyata tindakan kita membuat orang lain kesal, sebal, marah, dadanya sesak.

Jika ingin melampiaskan kekecewaan atas keadaan yang tidak inginkan, tetapi tidak merugikan orang lain, kita bisa menulisnya di buku harian, atau mengadu kepada Tuhan mengadukan kondisi, keadaan menyebalkan di luar kontrol kita sebagai manusia.

Hal positif lain yang bisa dilakukan adalah belajar berhenti mengeluh. Mulai sehari saja dulu. Caranya bagaimana? Pertama, belajar menerima keadaan sulit, menyebalkan dengan menganggap kamu sedang apes dan orang lain juga ada yang mengalami hal serupa sehingga kamu tidak merasa menjadi orang paling malang sedunia.

Kedua, belajar mengurangi menghakimi diri sendiri bahkan menghakimi orang lain atas keadaan yang tidak kamu kehendaki. Misalnya, saat kendaraan yang kamu naiki mogok, bermasalah, kamu tidak menyalahkan diri sendiri mengapa naik kendaraan tersebut. Atau menyalahkan sopir mengapa dia lalai mengecek kendaraan sebelum berangkat.

Dua tips sederhana di atas mudah-mudahan bisa mengurangi ekskalasi keluhanmu dari parah banget sering mengeluh menjadi ketagihan eh bisa berhenti mengeluh.

Lebaran Harum Kopi

2019-04-02-11-17-14-784

Ruangan yang harum membuat lebaran kian terkesan. Parfum kopi bisa menjadi pilihan.

Bau ruangan baik ruangan rumah maupun ruang mobil tentu mengganggu aktivitas silaturahmi saat Lebaran. Parfum kopi bisa menjadi pilihan agar ruangan tetap harum.

Salah satu parfum kopi yang bisa mebjadi pilihan saat Lebaran yakni parfum kopi dari Omah Aroma Kopi. Parfum kopi dari Omah Aroma Kopi bisa tahan sebulan. Jika aroma memudar, bisa diremas agar aroma kopi kembali menguar.

Bagi yang tertarik dengan parfum aroma kopi dari Omah Aroma Kopi, bisa menyambangi Instagram, Shopee, dan Bukalapak dengan akun Omah Aroma Kopi. Atau melakukan pemesanan via whatsapp 088980858874

Delapan Skill yang Tidak Diajarkan di Sekolah

life skillssource: britishcouncil.gr

Keterampilan yang penting dalam hidup ini ternyata tidak diajarkan di sekolah. Apa saja delapan skill tersebut? Yang pasti skill ngepoin mantan tidak termasuk ya.

Sebagian skill penting yang kita perlukan dalam hidup ternyata tidak diajarkan di sekolah. Berikut delapan life skill penting yang tidak diajarkan di sekolah.

1. Bagaimana menjual

Sekolah tidak mengajarkan keterampilan bagaimana menjual barang atau jasa. Padahal menguasai keterampilan ini menjadi salah satu bekal dalam hidup. Karena tidak semua lulusan sekolah atau kuliah beruntung bisa bekerja di perusahaan.

2. Bagaimana bernegosiasi

Keterampilan bwrnegosiasi juga luput masuk dalam pelajaran sekolah. Padahal kemampuan negosiasi menjadi salah satu softskill yang diperlukan jika seseorang ingin menjadi leader. Negosiasi juga diperlukan dalam menghadapi sebuah masalah atau pilihan yang melibatkan orang lain.

3. Bagaimana menghadapi kegagalan

Dalam perjalanan hidup, ada kalanya sukses, tapi juga sering gagal. Sayangnya, keterampilan menghadapi kegagalan tidak diajarkan di sekolah. Padahal, pengajar bisa mengajarkan bagaimana menyikapi kegagalan dengan menyelipkan success story orang-orang sukses. Atau kegagalan seorang Thomas Alva Edison yang harus gagal ribuan kali untuk menemukan bola lampu.

4. Bagaimana mengelola waktu

Era digital membuat manusia seolah mempunyai dua dunia: nyata dan maya. Dengan kehadiran dunia maya,membuat waktu seolah kian cepat berlalu.Jika seseorang tidak bisa mengelola waktu secara bijak,ia bisa terjebak hidup dalam dunia maya. Jika aktivitas di dunia maya meliputi kegiatan positif untuk meng-up grade kemampuan diri, maka ybs memperoleh skill baru.

Tapi sebaliknya, jika aktivitas di dunia maya hanya digunakan untuk browsing hal-hal tidak penting maka akan sangat merugikan. Aktivitas lain yang merugikan seperti mantengin akun gosip di instagram, kepo kehidupan orang lain, berdebat politik yang bukan keahlian atau berhubungan dengan job-nya,stalking artis atau seleb medsos yang syarat gimmick dan tidak ada postingan yang menginspirasi hanya berbau receh, dll.

5. Bagaimana menginvestasikan uang

Sekolah tidak mengajarkan bagaimana mengelola uang dengan bijak melalui investasi yang tepat. Karena tidak diajarkan di sekolah, kadang kita melihat orang yang pintar secara akademik, tetapi tidak pintar dalam mengelola keuangannya hingga terlibat hutang kartu kredit atau rentenir dengan bunga mencekik.

Terlebih di era social media dan penggunaan kartu kredit, orang lebih gampang tergoda membelanjakan penghasilannya untuk wisata kuliner dan traveling karena melihat postingan orang lain, tanpa mempertimbangkan kemampuan finansialnya.

6. Prinsip sukses

Setiap orang ingin sukses dalam hidup. Tapi sekolah tidak mengajarkan prinsip-prinsip untuk meraih sukses dalam hidup.  Sekolah lebih mementingkan prestasi akademik dan lupa membekali siswa dengan prinsip-prinsip sukses yang bisa diaplikasikan dalam hidup mereka. Dimulai dari sukses menjadi pelajar, mahasiswa, sukses menjadi anak,  sukses dalam karir, sukses berbisnis, sukses berkeluarga, sukses bermasyarakat, menjadi pribadi sukses dalam membantu orang lain, menjadi pribadi sukses yang bermanfaat bagi orang banyak, menjadi pribadi sukses yang menjadi solusi atas permasalahan sekitar, dll.

7. Bagaimana menemukan passion

Mengetahui passion menjadi salah satu jalan meraih kesuksesan. Karena dengan menemukan passion, seseorang bisa menjadi expert, atau menjadi yang terbaik.Passion berbeda dengan hobby. Hobby lebih menyangkut kepada aktivitas yang bertujuan untuk relaksasi. Sedangkan passion tidak melulu soal relaksasi tetapi juga kesulitan, tantangan, penderitaan. Tetapi dalam kondisi sulit tersebut, seseorang tetap bertahan karena bidang tersebut merupakan passion-nya.

8. Bagaimana berkomunikasi dengan baik

Komunikasi yang baik menjadi salah satu pintu menuju kesuksesan. Dengan menguasai keterampilan komunikasi yang baik, seseorang bisa menjadi seorang negosiator, marketing ulung, motivator, dll.

Demikian delapan skill atau keterampilan yang penting dalam hidup yang tidak diajarkan di sekolah. Ayo up-grade sendiri keterampilan yang penting dalam hidup dengan cara online atau offline. Jangan menghabiskan kuota hanya untuk bergosip, stalking mantan atau gebetan. Siapa? Kamu….ya kamu….