Bahagia itu Sederhana. Membandingkan yang Merusaknya

IMG_20191201_140104

Sejatinya bahagia itu sederhana. Tak perlu syarat materi itu dan ini. Karena bahagia datang dari hati.

Kebahagiaan bisa hadir dari hal-hal sederhana. Seperti membaca buku sambil mendengarkan musik di hari Minggu. Atau minum secangkir kopi hangat di pagi hari. Hal-hal kecil jika disyukuri sudah membuat bahagia di hati. Karena bahagia memang datangnya dari hati. Bukan dari materi.

Sayangnya, kita dari kecil terbiasa membandingkan diri kita dengan orang lain. Hal yang tak mungkin dihindari, sebagai konsekuensi manusia adalah masuk sosial yang melakukan observasi sosial, meniru orang lain untuk survive dalam life span atau rentang perjalanan hidupnya.

Compare with others kadang diperlukan untuk memacu kita bergerak maju dan menjadi pribadi lebih baik. Tapi, kalau compare-nya over dosis dan tidak pada tempatnya, maka akan merusak hidup kita.

Lakukan perbandingan dengan orang lain secara hati-hati. Karena jalan kita dengan jalan mereka berbeda. Cerita kita dengan mereka berbeda. Takdir kita dengan mereka berbeda. Mengapa tega membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang kamu lihat sebagai sosok sempurna? Padahal, realitanya bisa jadi ybs memang sukses secara materi, karir, dan dikaruniai kehidupan yang lengkap. Tapi, tidak ada yang bisa menggaransi ybs hidupnya damai, dipenuhi berkah, bisa jadi banyak masalah, atau ybs malah menjadi pribadi yang kurang bersyukur akhirnya merasa hidupnya terus kekurangan.

Belajar menerima jalan hidupmu yang terbaik. Sambil terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dan lagi. Full video on my youtube channel.

Berani Sendiri

PicsArt_07-19-09.59.18Kesendirian acapkali menjadi tangisan kesedihan. Sementara kebersamaan yang digadang menjadi sumber kebahagiaan oleh orang-orang yang merasa sendiri, nyatanya kadang juga memunculkan kesendirian.

Pernah kan mendengar merasa sendiri di tengah keramaian. Atau merasa sepi di antara kegaduhan. Faktanya perasaan merasa sendiri bukan monopoli para jomblo tanpa pasangan. Atau menjadi hak paten orang-orang pendiam yang jumlah temannya bisa dihitung dengan tangan.

Jika kamu saat ini merasa sendiri sementara teman kalian sedang bersenang-senang dengan pasangan, keluarga, atau teman, hal itu tak perlu membuat kalian sedih tak bertepi atau baper berepisode mengalahkan sinetron tukang bubur naik haji atau cinta fitri.

Jika kalian merasa sepi, ada aku di sini yang menemani kesepianmu dengan goresanku. Sibukkan hari kalian dengan hal-hal berguna yang memberi value alias makna. Apa yang membuat hidup kita terasa bermakna? Berbuat baik dan membiasakan diri berbuat baik.

Contoh berbuat baik yang memberi makna bagi hidup kita yang pada akhirnya membuat keberadaan diri kita merasa dibutuhkan bisa dimulai dari hal-hal sederhana tak harus keluar biaya.

Misal kita aktif di media sosial. Berikan likes atau jempol untuk postingan teman yang sedang sedih atau galau. Tahu ga sih, like atau jempol kalian itu membuat orang bahagia. Karena like IG atau jempol FB itu salah satu bentuk perhatian yang membuat sang penerima senang sebagai respons hormon serotonin telah bekerja. Artinya, keberadaan kita ternyata membuat orang lain senang. Sesimple itu? Ya.

Apalagi hal sederhana yang membuat kita merasa bermakna? Memberi komentar positif atas postingan teman. Komentar positif kita akan menjadi energi positif bukan hanya yang punya akun, tetapi juga orang lain yang membaca. So, keberadaan kita menjadi medium penyebaran energi positif bagi baiknya kehidupan.

Untuk di kehidupan nyata, hal-hal yang membuat kita bermakna antara lain membayar lebih ketika naik angkot kosong atau penumpangnya sedikit. Atau membayar lebih ketika naik ojeg online.

Apa lagi hal lain yang membuat kehadiran kita terasa bermakna? Merawat tanaman, menyayangi binatang, menjaga kebersihan, menjaga kelestarian lingkungan dengan aktif membawa kantong belanja kain juga bisa membuat diri kita punya makna.

Apa lagi yang bisa dilakukan? Agar kamu yang merasa sendiri tidak lagi merasa sendiri tetapi merasa dibutuhkan? Berbagilah dan terus berbagi. Bersedekah baik berupa ilmu maupun materi. Berbagi akan memberi kebahagiaan pada diri sendiri karena diri kita berarti, dibutuhkan oleh orang lain. Jika kamu terus berbuat baik, percayalah, kamu tidak pernah sendiri. Ada Tuhan dan kebaikan yang menjadi teman setiamu.

So, tak perlu takut sendiri. Berani sendiri. Talutlah kalau diri kita tidak berarti. Strong ya teman-teman yang merasa sendiri. Ada aku di sini.