Puasa Media Sosial atau Cerdas Bermedia Sosial?

lemonpolka.com

Tahu Kapan Harus Stop. Tahu Mana Platform Yang Membuatmu Up and Down.

Kurangi melihat media sosial seperti IG saat kamu tidak punya uang/uang pas-pasan, tidak bisa traveling, jobless, tidak menghasilkan uang, peluang dari IG.

Kurangi membuka facebook jika hidupmu belum lengkap, tidak normal seperti jalan hidup orang kebanyakan, atau tidak berprestasi. Misalnya kamu sedang jomblo tidak punya pasangan, belum menikah, sudah menikah tapi belum punya anak. Atau karirmu, sekolahmu biasa saja, tidak ada prestasi yang bisa dishare.

Batasi membuka twitter jika kamu sedang ada masalah. Karena sebagian twit yang beredar di lini masa kadang malah membuat harimu semakin mendung.

Mengapa? Twitter saat ini menjadi salah satu platform media yang kerap digunakan untuk mengeluarkan uneg-uneg, kekesalan, kemarahan, atau masalah pribadi. Twitter juga menjadi ladang subur buzzer politik untuk mendapat dukungan dengan opini-opini, klaim sepihak.

Batasi membuka whatsapp jika kamu sedang banyak agenda atau kerjaan yang harus diselesaikan. Pasalnya, begitu kamu membuka whatsapp, waktu kamu akan habis untuk menjawab chat masuk atau komentar dalam grup whatsapp.

Begitu kita sudah mulai terlibat dalam chat, kita akan susah mengontrol waktu kita. Terlebih jika kita ikutan ngobrol dalam grup. Dengan engage dalam obrolan di grup, kita akan intens melihat WA. Karena penasaran dengan respons anggota lain terkait chat kita.

Selain menghabiskan waktu dengan chat yang kadang tidak perlu, kekepoan kita akan menggiring pada kegiatan stalk status WA. Belum lagi asumsi yang muncul setelah membaca status seseorang. Akhirnya kamu sibuk bersumsi kehidupan orang lain. Padahal kamu sendiri merasa waktu untuk urusan hidupmu terasa sangat kurang. Rugi bukan?

Salah satu platfotm yang bisa kamu kunjungi ketika hidupmu terasa pahit seperti pil atau jamu adalah Quora. Di sana kamu akan menemukan orang yang bernasib sama, kurang beruntung nasibnya seperti kamu. Tapi ingat, kamu juga tetap skeptis dan kritis. Karena cerita yang tertuang di Quora belum tentu riil, benar. Karena sebagian merupakan akun anonim. Jadi, kamu harus menyaring info masuk yang dibaca. Kamu pun harus pintar mengontrol diri. Tidak menghabiskan banyak waktu berselancar di Quora. Padahal masih banyak hal yang harus dikelarin.

Ketika sedang patah hati, diputuskan, pisah, atau cinta tak terbalas, kamu bisa mendownload aplikasi novelme atau storial. Jadikan sedihmu tidak selamanya negatif. Tapi menjadi hal positif dalam hidup. Karena kamu bisa sharing kesedihanmu dalam format cerita. Juga punya kesempatan peluang mendapatkan pundi-pundi rupiah dari sana.

Jika kamu kesulitan mengontrol diri ketika bermedia sosial baik dari sisi emosi maupun waktu. Tidak bisa stop, untuk log out bahkan kecanduan menghabiskan waktu hanya untuk kepo kehidupan orang lain hingga masuk dalam urusan hidup orang lain tersebut yang tidak kamu kenal secara langsung.

Atau merasa minder setelah melihat postingan orang lain di IG yang terlihat kaya, bahagia, bisa traveling ke berbagai dunia, bisa makan di resto yang harganya tidak terjangkau oleh kantongmu.

Kamu merasa sedih, merasa sendiri, merasa menjadi orang sial setelah melihat postingan teman di facebook yang terlihat bahagia bersama pasangan hidup dan anak-anaknya sementara kamu belum ketemu jodoh.

Emosi sedih, kecewa dengan diri sendiri, kecewa dengan jalan hidup, tidak puas dengan hidup dijalani, menjadi indikator kuat bahwa kamu harus puasa media sosial.

Kamu bisa puasa media sosial secara temporer beberapa saat atau bertahap. Misalnya jika tadinya sehari main IG, FB, twitter bisa tiga jam, bisa dikurangi seminggu sekali saja. Dari seminggu bisa berlanjut 2 bulan sekali, atau sebulan sekali.

Treatment ini kemudian dievaluasi. Juga perilakumu ketika bermedia sosial apakah ada perubahan atau sama saja. Apakah kamu sudah bisa mengontrol diri atau masih dililit candu media sosial.

Dari evaluasi ini, kamu bisa memutuskan mana yang paling tepat untuk dirimu. Puasa media sosial, atau cerdas menggunakan media sosial dengan disiplin meregulasi diri terkait waktu dan platform yang tepat disesuaikan dengan emosi dan keadaan diri sendiri.

Don’t look down on those who have social media. It literally isn’t about the social media but about the person. Like anything, if you use it right, it can be good. And if you use it wrong you will waste precious time.

Ragam Dalgona Coffee : Kamu Versi Mana?

Dalgona coffee bisa dibuat dengan beragam variasi bahan dan teknik. Kamu suka pakai cara yang mana?

Dalgona coffee menjadi salah satu minuman favorit kekinian. Minuman kopi asal Korea ini langsung menjadi perhatian warganet.

Terlebih tampilan dalgona coffee ini memang menarik secara visual. Dengan tampilan putih dan cokelat yakni susu putih sebagai dasar dan busa kopi sebagai topping.

Sebagian warganet penasaran dengan foam kopi nan melimpah. Untuk menghasilkan busa kopi tersebut, ada beberapa pilihan.

Opsinya mulai dari bahan dan teknik pembuatan kopi.

Variasi bahan busa kopi antara lain 1) nescafe classic, gula pasir, air panas. 2) Nescafe classic, gula pasir, air es (air dingin). 3) Torabika creamy latte, air panas, gula pasir. 4) Torabika creamy latte, gula pasir, air dingin.

Variasi lapisan dasar kopi 1) susu krim warna putih berbagai merek. 2) susu almond. 3) air putih campur es. 4) kopi torabika creamy latte

Teknik pembuatan foam biar kopi bisa mengembang dan tetap kental. 1) Pakai mixer. 2) Pakai kocokan manual. 3) Pakai blender. 4) Pakai sendok.

Tinggal kamu, mau pilih variasi bahan dan teknik pembuatan yang mana. Karena selera orang berbeda. Ada yang suka dengan busa kopi, ada juga yang tidak begitu peduli.

Karena pada akhirnya yang terpenting adalah rasa. Kecuali memang membuat dalgona untuk diposting di social media haha.

Lathi “Pemuja Setan?”

Ada pesan kebaikan dari lirik lagu Lathi. Tapi yang mencuat malah isu pemuja setan. Kamu tim mana?

Salah satu lagu yang tengah hits di kanal Youtube saat ini adalah Lathi. Lagu Lathi besutan grup musik beraliran EDM beranggotakan Reza Arap, Eka Gustiwana dan Gerald berkolaborasi dengan penyanyi Sara Fajira.

Menariknya, Lathi saat ini berhasil masuk dalam daftar 100 lagu top global atau ada di peringkat 21. Atau berada di atas lagu Daechwita milik Suga BTS yang menduduki posisi 24.

Dari kostum dan judul lagu, lagu ini sudah bisa ditebak ada unsur Jawanya. Tapi, impresi awal bagi sebagian besar yang mendengar lagu ini adalah lagu barat, karena liriknya menggunakan bahasa Inggris. Terlebih, dibawakan oleh Weird Genius. Lagi-lagi menggunakan bahasa Inggris.

Baru pada reff “Kowe ra iso mlayu soko kesalahan” asumsi kalau lagu ini memang dari Indonesia lebih berdasar. Tapi, sekali lagi, bisa saja itu yang bikin orang barat dan pernah berkunjung ke Jogja. Who knows.

Siapa sangja Lathi merupakan karya anak bangsa kolaborasi grup Weird Genius dengan penyanyi Sara Fajira.

Pemuja Setan?
Uniknya, karena kareografi dan make up Sara selama video Lathi sebagian terlihat seram dan berdarah-darah untuk menggambarkan luka dia, diimpresikan sebagai pemuja setan oleh sebagian warga Malaysia yang tidak mengerti bahasa Jawa.

Terlebih dengan adanya komentar seorang ustadz di Malaysia yang menganggap lagu Lathi sebagai pemuja setan.

Sejatinya, heboh anggapan lagu Lathi sebagai pemuja setan oleh sebagian warga Malaysia tetap mengandung unsur positif dalam hal popularitas lagu ini. Secara tidak langsung menjadi medium marketing yang membuat Lathi kian dikenal.

Apalagi saat ini di platform IG juga ada lathi challenge. Juga di tik tok yang membuat lagu Lathi kian dikenal banyak orang.

Pesan Positif Menjaga Lisan

Sejatinya lirik lagu Lathi berbahasa Jawa “Ajining diri soko lathi” Bisa diartikulasikan sebagai pesan untuk menjaga lisan. Karena kita dihargai salah satunya dari ucapan kita.

So, mau ikut yang pro atau kontra? Karya seni memang bisa multi tafsir. Tergantung pengalaman yang melihat dan mendengarnya. Karena tiap kepala mempunyai perspektif berbeda.

BCL, Muthia Ayu, Yan Velia, dan Siyola di IG Pasca Ditinggal Suami dan Ayah

 

BCL dan Siyola jarang posting di IG pasca meninggalnya suami dan ayah. 

Indonesia kehilangan tiga artis dalam waktu berdekatan. Pada 18 Februari 2020 publik dibuat terkejut oleh meninggalnya artis sinetron Ashraf Sinclair, suami penyanyi dan artis Bunga Citra Lestari yang akrab disapa BCL.

Pada 8 April 2020 dunia hiburan kembali kehilangan dengan berpulangnya Glenn Fredly.

Tak berselang lama, yakni pada 5 Mei 2020 publik dan sobat ambyar dikejutkan dengan meninggalnya maestro Campur Sari Didi Kempot.

BCL Off dari Media Sosial

Kepergian mendadak sang suami, setelah dirinya menjadi juri di program Indonesian Idol membuat BCL sangat shock. Bahkan, selepas sang suami meninggal dunia, BCL tidak memposting apapun di media sosialnya.

Baru pada 9 April BCL mengunggah satu postingan. Kemudian pada Mei 2020 BCL kembali memposting lagi karena kucing kesayangan almarhum suaminya mati.

Sembilan Foto Mutia Ayu, 23 Foto Yen Vellia

Berbeda dengan BCL, istri mendiang Glenn Fredly yakni penyanyi dangdut Mutia Ayu sudah mengupload postingan baru dua hari setelah kepergian suaminya.

Hingga kini ada sembilan postingan baru Mutia Ayu di instagram. Sebagian besar postingan berisi foto Mutia Ayu dengan mendiang suaminya. Sebagian lagi foto untuk endorsement produk.

Istri kedua Didi Kempot, penyanyi dangdut Yen Vellia langsung mengupload foto chat percakapan Wa di akun IGnya begitu sang suami meninggal dunia.

Hingga tulisan ini diposting, total terdapat 23 unggahan istri kedua The Lord Of Broken Heart. Sebagian unggahan berupa prosesi pemakaman almarhum Didi Kempot, acara tahlilan, support dari Presiden, pejabat saat Didi Kempot berpulang, hingga bakat seni Didi Kempot yang mengalir ke putrinya, Seika Zanithaqisya Prasetya.

Bahkan di beberapa postingan, terlihat foto Yen yang tersenyum ketika foto bersama dengan sobat ambyar dan Gus Miftah yang menghadiri acara tahlilan.

Dua Foto Siyola, Putri Didi Kempot

Anak Didi Kempot dari istri pertama Saputri bernama Siyola Pudi Regena Resi (15) hanya mengunggah dua foto terbaru pasca kepergian ayah tercinta.

Dua unggahan tersebut berisi foto Siyola pas kecil dan foto bersama almarhum ayahnya dan ibunya serta kakak angkatnya yang merupakan keponakan dari orang tuanya, Enny Suwina.

Berjemur Yang Bagus Jam Berapa? Bukan Jam 10.00 WIB?

2020-04-04-22-22-09-148

Riset menemukan waktu berjemur terbaik ternyata bukan jam 10.00 pagi.

Berjemur menjadi salah satu aktivitas rutin sebagian warga selama menjalani masa karantina. Sayangnya, ada perbedaan pendapat mengenai waktu terbaik untuk berjemur.

Selama ini publik meyakini sinar matahari jam 09.00 wib bagus untuk kesehatan. Namun, argumen ini dipatahkan dengan adanya penemuan baru yang menyebutkan waktu berjemur terbaik adalah jam 10 pagi.

Seperti dilansir laman alodokter.com dengan berjemur pada pukul 10.00 pagi selama 15 menit, tubuh kita terpapar sinar matahari pagi yang menghasilkan sinar UV (ultraviolet).

Sinar ultraviolet dari cahaya matahari pagi diubah oleh tubuh menjadi vitamin D. Kebutuhan akan vitamin D ini terbilang urgen katena berperan dalam metabolisme kalsium, imunitas tubuh, serta mentransmisi kerja otot dengan saraf.

Riset waktu terbaik berjemur pukul 10.00 pagi lagi-lagi dipatahkan oleh penemuan terbaru. Seperti dilansir kompas.com, dokter ahli gizi dan magister filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum, memaparkan hasil penemuan dari dokter ahli gerontologi (ilmu penuaan) di RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr Siti Setiati.l SpPD-KGER

Riset menggunakan sampel wanita lanjut usia di Jakarta pada musim hujan pada. februari hingga Maret 2020. Jumlah partisipan sekitar 80 orang dengan usia skeitar 60 tahun ke atas.

Dari penelitian tersebut terungkap bahwa waktu berjemur terbaik untuk warga Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya adalah pukul 11.00 hingga 13.00 siang.

Hasil riset tersebut telah diterbitkan dalam laman penelitian biomedis dan bioinformatika National Center for Biotechnology (NCBI). Riset ini mengungkapkan bahwa sinar ultraviolet B (UVB) tertinggi berada pada pukul 11.00 WIB pagi sampai pukul 13.00 WIB.

Jangan Lakukan Ini Setelah Pakai Hand Sanitizer. Berbahaya!

IMG_20200323_225054

Tindakan ini bisa membuat tanganmu terbakar setelah memakai hand sanitizer. Berhati-hatilah.

Hand sanitizer atau disebut cairan pembersih tangan menjadi benda akrab setelah pandemik global virus corona atau covid19 masuk ke Indonesia.

Pemakaian pembersih tangan ini memang sangat dianjurkan untuk memutus mata rantai penularan. Pasalnya, dengan mengoleskan hand sanitizer di tangan yang mengandung alkohol hingga 70 persen, kita terhindar dari virus corona yang bisa menempel di benda-benda yang biasa kita sentuh.

Seperti gagang pintu, tiang kereta, gantungan atau handle di kereta, transjakarta, atau MRT, pegangan di pintu bis, helm pas naik ojek, dan fasilitas umum lain.

Tapi, penggunaan hand sanitizer yang tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang sifat atau karakteristik hand sanitizer, bisa membahayakan diri sendiri.

Seperti video yang viral beberapa waktu lalu. Seorang perempuan tangannya terbakar setelah menggunakan hand sanitizer, kemudian menyalakan kompor.

Mengapa tangan wanita tersebut terbakar? Menurut info dari Federal Aviation Administration (FAA) hand sanitizer memang mudah terbakar. Karena konsentrasi alkohol mencapai 70 persen.

Sehingga, ketika tangan kita baru saja diolesi dengan hand sanitizer, tidak boleh menyalakan kompor atau dekat dengan sumber api. Karena bisa terbakar.

Ternyata, berdasarkan data dari FAA, bukan hanya hand sanitizernya saja yang mudah terbakar. Uap dari hand sanitizer jika cairan pembersih tangan itu direbus juga akan mudah terbakar.

So, lebih berhati-hati ya setelah menggunakan pembersih tangan. Jika harus menyalakan kompor setelah memakai hand sanitizer, tunggu sampai tangan kita kering. Sehingga kandungan alkoholnya sudah hilang.

Gaya Berhijab di Hari Raya

Penampilan prima di hari raya menjadi dambaan hijabers. Hijab menjadi salah satu elemen pentingnya.

Tampilan hijab sangat mempengaruhi look seseorang. Karena menjadi faktor penting dalam penampilan, ada baiknya kita memilih gaya hijab yang sesuai dengan bentuk wajah, warna kulit, dan karakter kita.

Berikut inspirasi hijab yang bisa kamu jadikan sebagai referensi hijab saat haru raya Idul Fitri nanti.LRM_EXPORT_124901811293516_20190510_131115907LRM_EXPORT_91657172727252_20190524_152841887LRM_EXPORT_65159090117856_20190509_094010875LRM_EXPORT_111185900675431_20190506_132204938LRM_EXPORT_59745945120143_20190504_215701195LRM_EXPORT_165569760526740_20190507_115319290Point Blur_Apr042019_165538LRM_EXPORT_165639940065975_20190507_115429469.jpegHijab ini ukurannya jumbo dengan kualitas premium dari IG @vsvonnyscarf dan @hanhanproject. Mudah-mudahan terinspirasi.

Audrey Tidak Sendiri

 

PicsArt_04-10-09.01.17

Mengapa kita harus memberikan dukungan Audrey dan korban bullying lain? Sebagai bentuk kepedulian dan untuk memutus mata rantai bullying, tentunya.

Audrey, siswi SMP di Pontianak berusia 14 tahun menjadi korban bullying fisik oleh 12 siswi SMA di Pontianak. Simpati dan support untuk Audrey mengalir setelah ada akun di twitter yang mengetwit tentang Audrey dengan tagar #justiceforaudrey.

Seorang siswi yang masih remaja, sedang mencari identitas dirinya (self identity) seperti Audrey harus mengalami kejadian yang buruk berupa bullying fisik yang kontraproduktif dalam membentuk self identity.

Bullying atau perundungan bukan masalah sepele karena berdampak buruk bagi psikis korban. Korban akan merasa tidak berharga, membenci dirinya sendiri (low self esteem), tidak percaya diri, merasa sendiri, stress, depresi, dan gangguan fisik seperti tidak nafsu makan, mual, pusing, dll.

Dukungan dari banyak orang akan membuat sang korban seperti Audrey mempunyai emosi positif yang penting sebagai coping strategies saat korban merasa depresi setelah menjadi korban bullying. Korban bullying akan merasa diterima sebagai bagian komunitas sosial, merasa dicintai, percaya diri, lebih optimis, semangat menyembuhkan luka psikis dan fisiknya.

Dukungan Dalam Bentuk Apa?

Support atau dukungan kepada Audrey dan korban perundungan lain bisa dalam beragam bentuk.

  1. Postingan di media sosial tanpa menampilkan wajah sang korban. Remaja adalah fase mencari identitas (self identity). Mereka berada dalam masa peralihan dari anak-anak ke tahap dewasa. Penting bagi komunitas untuk menjaga privacy, pengalaman traumatic remaja yang berpengaruh besar dalam psikologis mereka dengan tidak menampilkan wajah mereka. Postingan wajah mereka terkait kejadian traumatic akan membuat luka batin mereka lama sembuh. Postingan wajah juga bisa membuat korban lebih sensitif seperti meresponsnya dengan perasaan sedih, marah.
  2. Mengunjungi korban. Kunjungan yang kita lakukan adalah untuk kesehatan jiwa, bentuk empati kepada korban. Sekaligus menguatkan bahwa sang korban dibela banyak orang. Namun, ada etika yang perlu diperhatikan ketika kita mengunjungi korban perundungan, bullying atau kekerasan pada anak-anak atau remaja. Kita tidak perlu menampilkan wajah atau sosok korban. Kita tidak perlu pembuktian kepada dunia kalua kita sudah peduli dengan mengunjungi tanpa memikirkan kondisi psikis sang korban.
  3. Berikan dukungan langsung dengan memeluk korban, memberikan tepukan hangat kepada korban, dan mengucapkan kata-kata positif yang sehat untuk mentalnya. Seperti “Semua orang sayang kamu.” “Kamu berharga.” “Kamu tidak seperti yang dikatakan mereka.” Dukungan dari kita menjadi modal bagi korban untuk bangkit dan belajar kemampuan pro social. Akhirnya sang korban akan berani tegas terhadap tindakan perundungan, bullying tanpa harus mengembalikan harga dirinya, kepercayaan dirinya dengan bertindak sebagai pelaku bullying.
  4. Ada peran kita dalam memutus mata rantai korban bullying menjadi pelaku bullying. Mari suarakan dukungan kita untuk Audrey dan korban-korban perundungan lain yang memilih diam dan tertatih menyembuhkan luka sendirian. #justiceforaudrey

Instagram Error Lagi?

Platform media sosial instagram hanya menampilkan kotak kosong tanpa gambar. Nge-down lagi?

Beberapa waktu lalu media sosial instagram sempat mengalami gangguan hampir 1,5 jam. Ternyata, malam ini instagram kembali error.

Jika kita membuka instagram, sebagian besar foto di explore atau di timeline kita tidak akan terlihat, yang kelihatan hanya kotak kosong beiria garis lingkaran.

Bahkan postingan foto terbaru juga yang terlihat hanya kotak kosong dengan lingkaran. Setelah kita klik, baru keluar gambar postingan.

Dengan seringnya gangguan di instagram, tentu mengurangi

kenyamanan pengguna. Bahkan berpotensi merugikan user-nya. Karena instagram saat ini sudah menjadi tools bisnis bagi sebagian orang.

Ada apa dengan manajemen instagram pasca hengkangnya dua pendirinya dan kini diakuisisi oleh facebook? Jangan tanyakan kepada gerimis dan hujan yang merajam di luar. Apalagi menanyakannya kepada kenangan yang tergenang.

Kuliner Nusantara yang Disukai Youtuber Korea

Deretan kuliner tanah air ini membuat Youtuber asal Korea Hari Jisun jatuh cinta. Mulai dari bakmi Jawa, soto, hingga sate. 

Belakangan video youtuber Korea bernama Hari Jisun masuk trending topic atas perseteruannya dengan salah satu selebriti tanah air yakni Deddy Corbuzier. Sebelum bersiteru, Jisun yang saat ini mempunyai 870 ribu subscriber di youtube sering memposting video soal kuliner tanah air. Ia juga menggunakan Bahasa Indonesia baik di YouTube maupun Instagram.

Postingan Jisun di youtube antara lain soal buah local yang tidak ada di Korea, lima jenis makanan di Cirebon, makan sate Lombok hingga 80 tusuk, makan di warteg bareng mama, makan sup konro, makan masakan Padang, makanan Bali, dan hunting jajanan Indonesia.

Nama Jisun kian dikenal sebagian netizen tanah air setelah kasusnya dengan Dedy Corbuzier mendapat simpati dari fans-nya dan sebgaian netizen tanah air. Di luar kasus tersebut, rupanya Jisun menyukai kuliner tanah air.

Kuliner tanah air yang disukai Jisun di akun Instagram Jisun yang saat ini mempunyai 116 ribu followers  antara lain bakmi jawa, beragam jenis soto seperti soto Betawi, soto daging,  nasi warteg, sambal jengkol, makanan padang, sate ayam dan sate bulayak hingga puluhan tusuk.

Dalam postingan di Instagram soal soto Betawi, Jisun berujar, ” Mantap jiwa! Tidak bisa tidak enak.” Untuk postingan sate Jisun menulis caption,” Aku dan adikku makan sate. Lain kali kami mau makan sate sampai bosan!!!”

Saat memposting bakmi jawa di daerah Yogyakarta, Jisun memuji rasa kuliner berbahan mie tersebut. “Aku pertamakali coba bakmi jawa. Ini enak gila! Gila gila gila! Sebelum coba ini aku piker tidak jauh beda sama mie biasa. Tapi beda bangeet!

source: Instagram.com/harijisun

 

Vyanisty Bantu Lombok: Kegiatan Fans Yang Positif

Kegiatan fans artis tidak selalu bersifat hanya senang-senang. Contohnya Vyanisty yang membantu korban gempa Lombok.

Fans Via Vallen atau disebut Vyanisty baru-baru ini memberikan donasi kepada korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain menyerahkan sumbangan, artis idola mereka yakni Via Vallen juga hadir. Berkostum kaos dan celana training putih, Via menghibur anak-anak korban gempa. Ia mengajak anak-anak menyanyi bersama dirinya.

instagram.com/heru_roti

instagram.com/vyanisty_bandung

Ternyata Via Vallen dan Adiknya Punya Hobby Sama.

Adik Via Vallen bernama Mella Rossa Fitria kerap terlihat bersama sang kakak. Mereka juga kompak. Apa persamaan keduanya?

1. Hobby Menyanyi

source : Instagram.com/viavallen

Via Vallen dan sang adik yakni Mella sama-sama hobby menyanyi. Bahkan saat ulang tahun ibunya, keduanya kompak bernyanyi berdua.

2. Penggila Bola

source : Instagram.com?mella_rossa08

Nyatanya baik Via Vallen maupun Mella Rossa yang baru lulus kuliah dari program sarjana Jurusan Akuntansi STIE Perbanas itu sama-sama penyuka olahraga sepakbola. Keduanya kerap menonton bola bersama. Seperti saat pertandingan garuda muda U16.

3. Penyuka Traveling

source: Instagram.com/mella_rossa08

Baik Via Vallen maupun adiknya ternyata penyuka traveling. Keduanya bersama keluarga mereka kerap bepergian bersama. Baru-baru ini keluarga mereka berwisata ke Bromo.

4. Rambut Panjang Lurus

source: Instagram.com/mella_rossa08

Gaya rambut Via Vallen dan Milla Rossa terlihat sama. Keduanya menyukai gaya rambut panjang lurus.

5. Blazer


source: Instagram.com/viavallen source:instagram.com/mella_rossa08

Baik Via Vallen maupun Milla Rosa kerap mengenakan blazer dalam beberapa postingannya.