Delapan Skill yang Tidak Diajarkan di Sekolah

life skillssource: britishcouncil.gr

Keterampilan yang penting dalam hidup ini ternyata tidak diajarkan di sekolah. Apa saja delapan skill tersebut? Yang pasti skill ngepoin mantan tidak termasuk ya.

Sebagian skill penting yang kita perlukan dalam hidup ternyata tidak diajarkan di sekolah. Berikut delapan life skill penting yang tidak diajarkan di sekolah.

1. Bagaimana menjual

Sekolah tidak mengajarkan keterampilan bagaimana menjual barang atau jasa. Padahal menguasai keterampilan ini menjadi salah satu bekal dalam hidup. Karena tidak semua lulusan sekolah atau kuliah beruntung bisa bekerja di perusahaan.

2. Bagaimana bernegosiasi

Keterampilan bwrnegosiasi juga luput masuk dalam pelajaran sekolah. Padahal kemampuan negosiasi menjadi salah satu softskill yang diperlukan jika seseorang ingin menjadi leader. Negosiasi juga diperlukan dalam menghadapi sebuah masalah atau pilihan yang melibatkan orang lain.

3. Bagaimana menghadapi kegagalan

Dalam perjalanan hidup, ada kalanya sukses, tapi juga sering gagal. Sayangnya, keterampilan menghadapi kegagalan tidak diajarkan di sekolah. Padahal, pengajar bisa mengajarkan bagaimana menyikapi kegagalan dengan menyelipkan success story orang-orang sukses. Atau kegagalan seorang Thomas Alva Edison yang harus gagal ribuan kali untuk menemukan bola lampu.

4. Bagaimana mengelola waktu

Era digital membuat manusia seolah mempunyai dua dunia: nyata dan maya. Dengan kehadiran dunia maya,membuat waktu seolah kian cepat berlalu.Jika seseorang tidak bisa mengelola waktu secara bijak,ia bisa terjebak hidup dalam dunia maya. Jika aktivitas di dunia maya meliputi kegiatan positif untuk meng-up grade kemampuan diri, maka ybs memperoleh skill baru.

Tapi sebaliknya, jika aktivitas di dunia maya hanya digunakan untuk browsing hal-hal tidak penting maka akan sangat merugikan. Aktivitas lain yang merugikan seperti mantengin akun gosip di instagram, kepo kehidupan orang lain, berdebat politik yang bukan keahlian atau berhubungan dengan job-nya,stalking artis atau seleb medsos yang syarat gimmick dan tidak ada postingan yang menginspirasi hanya berbau receh, dll.

5. Bagaimana menginvestasikan uang

Sekolah tidak mengajarkan bagaimana mengelola uang dengan bijak melalui investasi yang tepat. Karena tidak diajarkan di sekolah, kadang kita melihat orang yang pintar secara akademik, tetapi tidak pintar dalam mengelola keuangannya hingga terlibat hutang kartu kredit atau rentenir dengan bunga mencekik.

Terlebih di era social media dan penggunaan kartu kredit, orang lebih gampang tergoda membelanjakan penghasilannya untuk wisata kuliner dan traveling karena melihat postingan orang lain, tanpa mempertimbangkan kemampuan finansialnya.

6. Prinsip sukses

Setiap orang ingin sukses dalam hidup. Tapi sekolah tidak mengajarkan prinsip-prinsip untuk meraih sukses dalam hidup.  Sekolah lebih mementingkan prestasi akademik dan lupa membekali siswa dengan prinsip-prinsip sukses yang bisa diaplikasikan dalam hidup mereka. Dimulai dari sukses menjadi pelajar, mahasiswa, sukses menjadi anak,  sukses dalam karir, sukses berbisnis, sukses berkeluarga, sukses bermasyarakat, menjadi pribadi sukses dalam membantu orang lain, menjadi pribadi sukses yang bermanfaat bagi orang banyak, menjadi pribadi sukses yang menjadi solusi atas permasalahan sekitar, dll.

7. Bagaimana menemukan passion

Mengetahui passion menjadi salah satu jalan meraih kesuksesan. Karena dengan menemukan passion, seseorang bisa menjadi expert, atau menjadi yang terbaik.Passion berbeda dengan hobby. Hobby lebih menyangkut kepada aktivitas yang bertujuan untuk relaksasi. Sedangkan passion tidak melulu soal relaksasi tetapi juga kesulitan, tantangan, penderitaan. Tetapi dalam kondisi sulit tersebut, seseorang tetap bertahan karena bidang tersebut merupakan passion-nya.

8. Bagaimana berkomunikasi dengan baik

Komunikasi yang baik menjadi salah satu pintu menuju kesuksesan. Dengan menguasai keterampilan komunikasi yang baik, seseorang bisa menjadi seorang negosiator, marketing ulung, motivator, dll.

Demikian delapan skill atau keterampilan yang penting dalam hidup yang tidak diajarkan di sekolah. Ayo up-grade sendiri keterampilan yang penting dalam hidup dengan cara online atau offline. Jangan menghabiskan kuota hanya untuk bergosip, stalking mantan atau gebetan. Siapa? Kamu….ya kamu….

Berhemat ala Crazy Poor Asians

Jurus berhemat akan menjadi penyelamat ketika kondisi keuangan hampir kiamat. Kuncinya adalah buang jauh-jauh gengsimu.

Tidak setiap orang lahir dan besar dalam keluarga kaya. Ada sebagian berasal dari keluarga sederhana, bahkan jauh dari kata cukup. Atau terjebak dalam hutang karena bisnia yang dikelola bangkrut.

Bahkan ada yang karena boros tidak bisa mengatur uang. Atau karena gengsi tinggi, padahal uang tidak mencukupi alias BPJS (bujet pas-pasan jiwa sosialita). Berikut tips berhemat untuk sobat “missqueen” ala “Crazy Poor Asians”.

1. Jalan kaki untuk jarak dekat.
Tidak perlu mendengar ocehan atau nyinyiran temanmu yang selalu usil jika melihat kamu memilih jalan kaki untuk jarak dekat ketimbang naik OJOL atau ojek biasa. Coba saja hitung jika setiap hari pakai OJOL dua kali. Sekali jalan untuk jarak dekat Rp 7 ribu, sehari hanya untuk OJOL bisa Rp 14 ribu. Kalikan 20 hari jika kalian kuliah atau bekerja. Apalagi jika dihitung setahun akan sangat terasa besarnya.

2. Berinternet dengan free wifi
Sebisa mungkin batasi penggunaan internet di ponselmu. Manfaatkan sebaik-baiknya jika kalian berada di area free wifi untuk berinternet.

3. Naik busway untuk jarak menengah dan jauh
Jika kalin harus menempuh jarak menengah, dan tidak terlalu diburu waktu, manfaatkan sarana busway atau transportasi angkutan kota yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Kenapa? Tarif transport seperti busway tergolong murah. Dan ini sangat menolong dompet dan ATM kalian yang teriak-teriak karena lebih banyak kosong.

4. Paket internet paling murah.
Ambil paket internet yang paling murah. Tak perlu pura-pura lupa dengan ambil paket internet bulanan dalam jumlah lumayan. Setelah dipaketin dan pulsa habis, kalian seolah kaget dan nyaris pingsan. Kan tidak lucu gan.

4. Menelpon dengan paket telpon murah
Jika kalian harua menelpon seseorang, jangan lupa setting dengan paket telpon murah.

5. Traveling dengan tiket promo atau numpang di rumah teman.
Karena sedang berhemat, kalian harus sering bergerilya mencari tiket promo jika keinginan untuk traveling sudah ada di ubun-ubun. Strategi lain adalah numpang di rumah teman yang ada di daerah yang menjadi destinasi kalian. Tapi tetap harus tahu diri ya. Jangan mentang-mentang numpang, lupa kasih oleh-oleh. Hari gini masak ditumpangin hanya bilang terimakasih?

6. Makan sehari dua kali.
Namanya juga sedang berhemat. Adalah aib jika kalian jor-joran makan bahkan sehari sampai tiga empat kali. Itu namanya menghianati komitmen berhemat. Cukup sehari makan dua kali saja. Selebihnya, lebih banyak makan angin.

7.Membawa bekal lunch dari rumah.
Jurus ini bisa diterapkan bagi kalian yang mempunyai waktu untuk memasak. Atau di sekitar lokasi kalian ada penjual nasi yang rasanya enak dan harga bersahabat untuk tanggal tua. Kenapa tidak membeli sarapan dan makan siang di tempat tersebut? Kalau ada teman yang tatapannya sinis karena memihat kamu bawa bekal, ajak aja sekalian makan bareng. Tapi setelah itu jangan lupa bilang ke dia, besok gantian. Kalau seperti itu bukan berhemat lagi, tapi memang dasarnya pelit.

8. Jual baju layak pakai secara online
Jurus berhemat lain adalah menambah pemasukan dengan menjual baju bekas layak pakai secara online. Tapi kalian tidak perlu membeli baju baru jika baju kalian sudah terjual. Karena, apa point-nya untuk komitmen berhemat kalian?

9. Beli tas yang multifungsi bisa backpack dan dicangklong.
Karena kalian suka bergaya, sementara bujet pas-pasan, maka ketika membeli tas pun perlu dipikirkan fungsinya. Tas multifungsi seperti bisa dicangklong, sebagai backpack alias tas panggung bisa menjadi pilihan kalian.

10. Beli satu baju tapi bisa dibolak balik.

Pasti tidak enak kan, kalau tiap posting di medsos bajunya sama. Nah, agar terlihat ganti baju, belilah baju yang desainnya bisa dipakai dua sisinya alias bias side A dan side B.

11.Manfaatkan fasilitas promo ojek online.
Promo dari OJOL akan menjadi salah satu penyelamat hidupmu. Tapi sebaiknya tetap kasih tips bukan gratisan. Agar hidupmu berkah.
Demikian tips berhemat sedikit ngawur tapi banyak benarnya ala Crazy Poor Asians. Selamat mencoba.

Empat Tema Obrolan Anggun dan Najwa.Yang Keempat Bikin Gemes.

Ada empat tema yang menjadi obrolan Anggun ketika bertemu Najwa Shihab. Apa saja?

Anggun Cipta atau dulu dikenal dengan Anggun C Sasmi tertawa lepas ketika bertemu dengan Najwa Shihab yang akrab disapa Nana dalam program Catatan Najwa yang tayang di Narasi TV beberapa waktu lalu.

Berikut tema obrolan penyanyi yang sukses di Perancis dan baru saja menikah di Bali inj dengan jurnalis yang terkenal dengan program talkshow Mata Najwa.

1. Minimnya Solidaritas Sesama Perempuan
Menurut Anggun, sebagai sesama perempuan harus mempunyai solidaritas tinggi. “Harus saling mendukung,” kata Anggun. Namun faktanya tidak demikian. “Secara tidak sadar kita kerap kali perempuan malah menjatuhkan sesama perempuan,” ujar Najwa.

Najwa menambahkan sesama perempuan kerap memuji dengan nada nyinyir. Bahkan perempuan kerap berkomentar soal pilihan perempuan lain bahkan hal-hal di luar kontrol seperti bentuk perut perempuan ketika hamil, cara perempuan membesarkan anak, dll.

“Kita bertepuk tangan atas kesuksesan sesama teman perempuan. Maksudnya bertepuk tangan itu kita bukan kalah dalam persaingan,” kata Najwa.

Anggun kemudian menambahkan,”Justru itu memberi semangat.” Menurut Anggun girls compete with each other. Woman empower one another.

2. Support Via Vallen
Baik Anggun maupun Najwa Shihab men-support Via Vallen yang mengalami pelecehan seksual oleh pesepakbola nasional.

Menurut Anggun tidak seharusnya perempuan dihukum dua kali. Pertama dilecehkan oleh laki-laki. Kedua, disalahkan oleh kaum perempuan sendiri.

“Via Vallen kamu nggak sendiri,” kata Anggun. Kemudian Najwa Shihab menambahkan,” Ada Anggun. Ada Nana.”

3. Figur Ayah
Keduanya baik Anggun dan Najwa membicarakan figur ayah mereka. Ayah Anggun bernama Darto Singo dalah penulis buku anak. Anggun menceritakan salah satu buku karangan ayahnya berjudul Biru Darah Gadisku.

Sedangkan ayah Najwa Shihab bernama Quraish Shihab adalah seorang cendikiawan muslim yang meminta Najwa memperhatikan umat Islam, bangsa, menampilkan tuntunan agama dan budaya bangsa.

4. Haters
Anggun mengaku merasa gemes terhadap haters di dunia maya. “Gemes. Pingin gue cubitin satu-satu,” kata Anggun. Dalam menanggapi netizen yang nyinyir di medsos,

Anggun akan melakukan dua hal. “Mulainya nyinyir, sudah nyinyir, ada hinaan, kalau sudah gitu gue langsung blok. Atau di-mute.”

Menurut Anggun jika komentar nyinyir dibiarkan, akan menjadi norma baru. Anggun menegaskan kritik berbeda dengan hinaan, cacian. “Kritik itu memberi saran, bukan untuk menjatuhkan.”

Delapan Fakta Menarik Wewey Wita

 

wewey

Besar dalam keluarga keturunan Tionghoa yang serba kekurangan, tidak membuat semangat Wewey untuk menjadi juara sirna. Melalui pencak silat, Wewey sukses menjadi cahaya bagi keluarga dan bangsa.

Salah satu atlet pencak silat Indonesia Wewey Wita diajak nge-vlog Presiden Joko Widodo usai peristiwa bersejarah yakni pelukan pesilat peraih medali emas Hanifan ke Jokowi dan Prabowo. Wewey sendiri menyumbang medali emas ke-30. Siapa nyana, perjalanan hidup Wewey Wita tidak seindah yang dibayangkan kebanyakan orang. Karena stigma yang tertanam di sebagian besar masyakarat kalau orang keturunan Cina pasti kaya. Berikut fakta menarik Wewey Wita.

1.Keturunan Tionghoa asal Ciamis
Wewey Wiwi lahir dari orang tua keturunan Tionghoa dan sang bapak berkewarganegaraan Singapura. Ibu Wewey berasal dari Ciamis, Jawa Barat. Nama lahir Wewey adalah Yeo Chuwey.

2.Bukan dari keluarga kaya
Stigma yang tertanam pada sebagian besar orang Indonesia adalah bahwa Cina itu kaya. Kenyataannya tidak demikian dengan keluarga Wewey. Orang tuanya jatuh miskin setelah usaha ayahnya di bidang kayu gulung tikar gara-gara ditipu koleganya. Orang tua Wewey pun balik ke Ciamis dan tinggal di kontrakan.

Kedua orang tua Wewey mencoba berjualan bakso hingga toko kelontong. Tapi nasib baik belum menyapa keluarganya. Hingga suatu ketika karena tidak mampu bayar, listrik di rumah orang tua Wewey diputus. Untuk men-charge ponsel milik ayahnya, yang merupakan harta berharga satu-satunya, Wewey menumpang di tetangga. Ada ucapan menyakitkan dari tetangga Wewey yang membekas hingga sekarang saat ia numpang nge-cahrge. “Memang listrik punya nenek moyang lu?”

Untuk membantu ibunya, Wewey kecil kerap main gundu dan kartu. Ia sering menang jika main gundu dan kartu dan uangnya diberikan ke ibunya. Wewey juga kerap membeli jajajan yang ada uang Rp 5 ribu di dalamnya dan dikocok sebelumnya untuk diberikan ke ibunya.

3.Masuk di cabor yang tidak lazim bagi warga keturunan Tionghoa
Warga negara keturunan biasanya aktif di cabang olahraga wushu, kungfu, basket, bridge, bulutangkis. Namun tidak demikian dengan Wewey Wita. Ia masuk dalam olahraga pencak silat yang lebih dekat dengan unsur keIndonesiaan.

4.Didaftarkan guru ikut lomba pencak silat.
Perkenalan Wewey dengan pencak silat terjadi secara kebetulan. Guru sekolah mendaftarkan Wewey yang saat itu kelas 4 SD ikut lomba pencak silat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Karena tidak bisa mengembalikan uang pendaftaran dan takut durhaka,akhirnya Wewey mengikuti lomba. Berat badan Wewey yang melewati ambang batas, akhirnya diterjunkan ke lomba melawan anak SMP. Hanya dengan persiapan dua hari Wewey harus bertanding melawan anak SMP. Di luar dugaan Wewey menang.

5.Usia Kurang dari Persyaratan
Setelah berprestasi dalam kejuaran antar pelajar, saat usia 14 tahun Wewey ikut lomba mewakili Kabupaten Ciamis di ajang pekan olahraga daerah. Karena usianya kurang dari ketentuan, yakni 17-35 tahun, akhirnya usia Wewey dipalsukan menjadi 17 tahun.Lagi-lagi Wewey kembali menang menjadi juara melawan orang-orang yang usianya di atas dia. Dari kejuaran itu Wewey mendapat uang Rp 10 juta yang diserahkan kepada orang tuanya untuk menghidupi kelima adiknya

6.Sudah bertanding 15 tahun
Wewey kemudian bergabung PPLP di Bandung. Ia kemudian mengikuti pertandingan demi pertandingan untuk membantu ekonomi keluarganya. Total sudah 15 tahun Wewey bertanding. Tahun ini Wewey kembali berlaga di Asian Games dan berhasil mempersembahkan emas untuk Indonesia. Semangat Sang Juara!

7.Kekasihnya atlet juga
Wewey saat ini menjalin hubungan serius dengan atlet pencak silat bernama Denny Aprisandi. Denny tergabung dalam PSHT Palembang. Saat Wewey ikut berlaga di Asian Games, Denny terlihat memberikan dukungan.

 

8.Pernah menjadi model hijab sporty
Dalam salah satu postingan instagramnya, Wewey terlihat menggunakan hijab instan model sporty yang praktis digunakan untuk aktivitas olahraga. Ternyata Wewey menjadi model dari merek hijab sportiy tersebut.

IMG_20180830_231242

Dalam sebuah wawancara dengan liputan 6 Wewey mengungkapkan apa yang memotivasinya selama bertanding di Asian Games 2018. “Mungkin kalau saya pribadi ada energi tambahan karena ini adalah negara kita. Rumah kita banyak sekali masyarakat yang mendoakan dan mendukung, serta bertepatan dengan Hari Kemerdekaan. Mungkin kami semua ingin memberikan yang terbaik. Jadi itu kunci kami bisa sukses,” terang Wewey

Quotes “Jika boleh jujur, aku sebenarnya sudah letih. Namun di sisi lain kerja belum selesai, belum apa-apa. Aku akan berhenti jika sudah memberikan yang terbaik bagi bangsaku, negaraku: Indonesia.

Cerita Lena dan Leni : Dari Pemulung Menjadi Atlet Nasional

 

Lena

source: Instagram.com/lenitwins

Keinginan sederhana Lena Leni agar bisa bersekolah gratis dengan berprestasi di tim sepak takraw sekolah, mengantarkan keduanya menjadi atlet nasional.

Semangat membuat hidup yang sulit menemukan secercah harapan meski keadaan sedang terhimpit. Seperti bara semangat dari atlet kembar nasional cabang olahraga (cabor) sepak takraw Lena dan Leni.

Memulung dan Cuci Piring

Lenisource : Instagram.com/lenitwins

Lena dan Leni lahir dan dibesarkan di Tukdana, Indramayu, Jawa Barat dari lingkungan keluarga yang serba kekurangan. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani dan ibunya seorang ibu rumah tangga.

Keterbatasan ekonomi orang tua “memaksa” kedua gadis kembar ini harus mencari uang seusai jam pulang sekolah sejak usia belia. Saat duduk di bangku SD keduanya harus memulung untuk menyambung hidup. Saat duduk di bangku SMP keduanya harus bekerja membantu cuci piring di kantin sekolah dan mencuci baju tetangga untuk menambah uang saku sekolah.

Sepak Takraw Untuk Sekolah Gratis
Memasuki bangku SMA, keduanya juga masih menghadapi masalah biaya sekolah. Meski secara keuangan orang tua tidak men-support keduanya karena hidup di tengah serba kekurangan, keduanya tetap semangat sekolah.

Kebetulan keduanya mendapat informasi jika masuk tim sepak takraw dan berprestasi akan dibebaskan dari biaya sekolah. Terdorong keinginan bebas biaya sekolah, Lena dan Leni bergabung di tim sepak takraw sekolah. Namun, keduanya tidak mempunyai uang untuk membeli sepatu sepak takraw. Lena dan Leni menggunakan uang hasil memulung untuk membeli sepatu sepak takraw.

Siapa nyana prestasi dara kembar ini terus melejit bukan hanya tingkat sekolah. Tetapi juga tingkat pekan olahraga daerah dan berlanjut ke pekan olahraga nasional. Keduanya mengikuti tiga kali PON tahun 2008, 2012, dan 2016.

Atlet Nasional
Kini Lena dan Leni masuk dalam tim sepak takraw yang bertanding di Palembang dalam event Asian Games 2018. Keduanya pernah berlaga di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan dan berhasil menyumbang dua mendali perunggu. Pada Sea Games Sea Games 2017 keduanya menyumbang medali perak.

Selain sukses menjadi atlet nasional, Lena dan Leni juga telah mengajak orang tuanya berkunjung ke baitullah. Bahkan keduanya telah dua kali menyambangi tanah suci.

Menurut Leni dalam akun instagramnya, prestasi yang diraihnya bersama saudara kembarnya itu butuh proses. “Semua butuh proses. Prestasi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.”

Mengenai perjuangan hidupnya yang tidak gampang, dalam salah satu postingan instagram Leni berujar, “ Kehidupan ini keras saudara. Tapi jangan gampang menyerah dengann keadaan. Allah tidak akan merubah jika kita tidak merubahnya sendiri. Semua butuh proses. Perjuangan dan doa. Yakinlah Allah akan memberi jalan kepada hambaNya yang mau berusaha dan berdoa.”
Sukses dan semangat atlet kita!

Menjadikan Hidup Lebih Bermakna

AMeaningfulLife-1-1-17_Image-1080x675

source : elemence.net

Hidup menjadi lebih bermakna jika kita bisa berperan sebagai lampu penerang, sekoci penyelamat, atau tangga yang menjadi jalan bagi orang yang dibawah menuju tujuan yang diinginkan.

Be a lamp, or a lifeboat, or a ladder. – Rumi

Menjadikan hidup kita lebih bermakna tidak mungkin tercipta tanpa adanya relasi dengan sesama dan makhluk hidup di sekitar kita. Hidup lebih bermakna jika keberadaan kita memberi arti, manfaat bagi sesama atau makhluk hidup di sekitar kita. Hidup bermakna sulit diperoleh dari sebuah pola relasi yang dibangun untuk mengejar gengsi, untuk mendapatkan benefit secara materi dari relasi yang dijalin.

Sufi besar abad ke13 yang mempunyai pengaruh kuat dan masih sangat terasa hingga sekarang, Jalaluddin Rumi menjabarkan pemaknaan hidup melalui pola hubungan antar manusia sebagai lampu (lamp), sekoci (lifeboat), atau tangga (ladder).
Pepatah Rumi dijabarkan oleh psikolog bernama Dr Leslie Becker-Phelps Ph.D seperti dilansir di psychtoday.com sebagai berikut.

Lampu
Pribadi yang berperan sebagai lampu adalah yang mampu menjadi cahaya bagi hidupnya dan orang lain di sekitarnya. Ia menjadi inspirasi bagi orang yang kesulitan dalam hidupnya. Ia menjadi penerang bagi orang yang merasakan ketidakadilan untuk tetap bisa berpikir jernih dan bijak serta bertindak secara tepat.

Sekoci
Menjadi sekoci artinya anda menjadi penyelamat hidup anda sendiri dan orang-orang yang sedang terbelit masalah. Anda datang menawarkan bantuan kepada orang yang sedang tertimpa kesusahan. Anda berada di sana untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan. Anda datang menawarkan bantuan seperti melunasi hutang orang kurang mampu yang digunakan untuk berobat, melahirkan, melanjutkan jenjang pendidikan dll.

Tangga
Hidup bagi sebagian orang terasa sangat sulit. Karena mereka tidak tahu cara menyelesaikan masalah. Kalau pun tahu cara menyelesaikan masalah, mereka dibatasi dengan keadaan yang pas-pasan. Sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan, menggapai mimpi terasa sangat sulit. Mereka yang hidup di lingkungan kalangan kurang mampu wawasannya terbatas dan jarang mendapat masukan. Atau mereka yang sudah mengecap bangku kuliah dan lulus, sudah berusaha mencoba mencari pekerjaan melamar ke berbagai perusahaan, namun nasib baik belum berpihak. Atau sudah berusaha keras membanting tulang berwirausaha, ternyata usahanya sering mengalami kegagalan.

Orang-orang yang stuck tetapi mempunyai semangat maju, mempunyai keinginan hidup lebih baik memerlukan tangga yang bisa membawa mereka mencapai tujuan. Mereka membutuhkan orang yang menjadi perantara, akses untuk membawa mereka mencapai mimpi. Anda bisa menjadi tangga agar orang lain maju, bisa meraih mimpi-mimpinya untuk kehidupan yang lebih baik.

Menjadi tangga bisa diartikan anda memberi rekomendasi jika ybs perlu rekomendasi untuk bekerja, memberi link atau jaringan kepada yang kesulitan untuk bekerja, berobat, dll. Atau anda menjadi mentor bagi lulusan kuliah yang kesulitan dalam menjalankan bisnisnya.