Sarapan di Hotel Onih Hanya Rp 60 Ribu. Makan Sekenyangnya!

Ingin sarapan murah tapi super lengkap? Coba saja breakfast di Hotel Onih Bogor.

Kalau lagi jalan-jalan pagi ke Kota Bogor, Jawa Barat, coba deh mampir breakfast di Hotel Onih di Jalan Paledang, Kota Bogor.

Lokasinya lumayan strategis. Bagi pengunjung dari arah Jakarta, lokasi Hotel Onih sekitar 800an meter dari Stasiun Bogor. Untuk mencapai lokasi, bisa jalan kaki sekalian olahraga pagi.

Sarapan di Hotel Onih bisa menjadi salah satu referensi sarapan murah meriah dan super lengkap. Pasalnya, hanya dengan Rp 60 ribu kita bisa menikmati breakfast ala hotel bintang tiga.

Dengan harga Rp 60 ribu, pengunjung bisa bebas melahap nasi uduk lengkap dengan lauknya, prasmanan nasi plus lauk pauk, lontong sayur. Ada juga salad, buah potongan, omelet, bubur kacang hijau, bubur ayam, sate, cilok, gorengan, aneka roti manis dan tawar, serta sosis bakar.

Selain menu di atas, ada juga jajanan ringan seperti wafer beng beng, pop mie,dll. Jika pengunjung mau minum kopi atau teh, tinggal pilih sendiri merek teh dan kopi sachetan yang dipajang di salah satu gerobak dari arah pintu masuk.

Untuk minuman, ada air putih, infused water, dan jus. Juga teh dan kopi dan teh.

Soal rasa, menu makanan di Hotel Onih tidak mengecewakan. Kualitas makanan juga terjaga standar hotel bintang tiga. So, don’t worry soal rasa. Dari semua menu yang ada, bubur ayam sama nasi uduk lengkap dengan lauknya, rasanya juara.

Tips :
Meski ada rencengan kop atau teh, jajanan atau snack di booth, sebisa mungkin jangan ambil untuk dibawa pulang. Pasalnya, audah ada peringatan tertulis di gerobag atau booth untuk tidak membawa pulang makanan.

Kalau mau mencicipi semua hidangan, usahakan porsinya kecil saja, biar makanan tidak sisa alias mubadzir alias nyampah.

Usahakan datang pagi, agar bisa memgeksplorasi sambil menikmati semua jenis hidangan. Karena restoran hotel tutup sekitar jam 10 pag

Apa? Bakwan Jagung Seporsi Rp 58 Ribu

Ada harga ada rupa. Seperti seporsi bakwan jagung di Bunga Rampai yang beda harganya dengan warung makan.

Bakwan jagung biasa dijual di warung paling banter Rp 6 ribu hingga Rp 12 ribu untuk 6 bakwan. Tapi, tidak untuk bakwan jagung di restoran fine dining seperti Bunga Rampai di Jalan Cik Ditiro Menteng, Jakarta Pusat.

Bakwan jagung ditata dalam wadah cantik, dibawakan oleh pramusaji berpakaian etnik, dan dijual di restoran bukan kaleng-kaleng. Maka, wajar jika seporsi bakwan bakwan jagung dengan saus kacang dibandrol Rp 58 ribu.

Bakwan jagungnya garing, renyah, enak banget dicocol saus kacang. Selain bakwan jagung, ada juga pastel. Pastel enak. Sayangnya berminyak. Sepotong pastel harganya dibandrol Rp 15 ribu sepotong. Ow ow.

Bunga Rampai menjadi salah satu resto fine dining dengan cita rasa lokal. Beragam menu ditawarkan di resto dengan bangunan bercat putih ini. Seperti nasi putih, merah, hijau, dan merah harga seporsi Rp 25,5 ribu.

Menu lain yakni tahu telor Rp 70,5 ribu, tahu tempe penyet, tumis bunga teratai, dll. Tumis bunga teratai berisi tahu dan bunga teratai enak, tapi lebih mirip chinese food.

Bagi penyuka kerupuk, Bunga Rampai juga menyediakan kerupuk campur Rp 44,5 ribu, emping Rp 20,5 ribu, kerupuk udang Rp 40,5 ribu.

Menu seafood seperti udang goreng dibandrol Rp 182 ribu, cumi goreng Rp 138 ribu

Bagi penyuka nasi goreng, Bunga Rampai menawarkan empat varian dengan harga sama yakni Rp 150 ribu. Harga nasi bakar campur juga sama dengan nasi bakar, Rp 150 ribu. Harga sama untuk menu nasi bali dan nasi buketan.

Nah untuk pehobi pedas, ada aneka sambal dengan harga Rp 20,5 ribu untuk sambal matah, Rp 21 ribu untuk sambal mangga, gandaria Rp 28,5 ribu, dan sambal idjo Rp 34,5 ribu.

Untuk makan siang, bisa memilih menu nasi plus tumis teratai, es kelapa muda sirsak, udang goreng, dan bakwan goreng.

Es kelapa muda sirsak di Bunga Rampai ini modelnya tidak seperti es kelapa jeruk yang dijual di warung es kelapa atau rumah makan kebanyakan. Sajian es kelapa muda sirsak disajikan dalam potongan sirsak utuh bukan dijus atau dihaluskan, dicampur dengan serutan kelapa.

Seperti di resto fine dining umumnya, begitu kita duduk, pramusaji akan menaruh kain serbet alias napkin di pangkuan kita, supaya tidak kotor. Duduk manis deh nunggu pesanan.

Pertama kali masuk Resto Bunga Rampai Menteng, Jakarta Pusat, impresi yang masuk adalah klasik. Meja kursi makan terkesan klasik dengan lampu-lampu gantungan campuran modern dan klasik.

Tatanan piring, gelas dan napkin di atas meja juga apik. Belum lagi pajangan ornamen dan aksesori ruangan yang juga bergaya klasik.

Hal yang menggembirakan adalah, pesanan yang kita order ga perlu nunggu waktu lama. Hanya sekitar 10 sampai 15 menit, pesanan langsung datang. Di awal sudah diinfoin oleh pramusaji kalau pesanan akan datang dalam waktu 10 sampai 15 menit. Bikin senang kan, apalagi pas lagi lapar-laparnya.

Menikmati Petang di Skyloft

Mau menikmati petang di Jakarta dengan cahaya lampunya? Coba saja ke Skyloft.

Resto Skyloft berada di lantai 13 Hotel All Seasons Thamrin, Jakarta Pusat. Sesuai namanya ada kata Sky, maka resto ini tidak jauh-jauh dari model resto di atap bangunan gedung alias rooftop.

Untuk mencapai resto ini, harus melewati lift di All Seasons Hotel. Ga mungkin mencapainya dengan minta bantuan Pak Tarno prok prok prok hehe. Begitu lift sampai di lantai 13, di sebelah kiri akan terlihat ruangan resto yang dituju.

Konsep restoran casual dining. Menu yang ditawarkan ala Indonesian dan Western. Bagi penyuka makanan lokal ga perlu worry. Kuliner nusantara disajikan di resto ini dengan kualitas rasa yang nagih. Sayangnya pelayanannya agak lama hehe.

Yang istimewa dari resto ini adalah view-nya, ambience-nya. Suasana resto didesain cozy bikin pengunjung yang datang betah berlama-lama. Tapi juga jangan keterlaluan sampai nunggu diusir keluar karena merasa comfy hihi.

Sambil mengudap makanan di Skyloft, kita bisa melihat wajah Jakarta kala petang dengan kerlap kerlip lampu gedung dan jalanan. Pengunjung pun bisa memilih duduk di dalam atau luar ruangan.

Soal harga makanan, standar seperti resto-resto lain yang mengusung konsep rooftop. Seporsi makanan seperti salad, soto sekitar Rp 60 ribu, Rp 80 ribuan sampai ratusan ribu belum termasuk tax dan minuman. Kalau ditambah appetizer plus minuman satu orang sekitar Rp 200 ribu.

Lokasi resto milik hotel All Season ini sangat mudah dijangkau, karena memang strategis banget. Dari stasiun MRT Dukuh Atas, bisa sekitar 10 hingga 20 menit dengan berjalan kaki.

Bagi pengguna kereta, lokasi resto ini juga sangat dekat, hanya selemparan batu dari Stasiun BNI dan Stasiun Sudirman. Yang mau menikmati kudapan sambil melihat Jakarta bertabur cahaya, bisa mencoba di Skyloft.

Asinan Betawi di 3 Dari : Di antara Kerlip Lampu, Suara Air, dan Nyanyian Kodok.

Namanya terbilang unik, 3 Dari. Resto berkonsep fine dining yang tak pernah sepi dari kunjungan kaum urban ini berlokasi di Pelataran pintu satu Senayan sekitar area Gelora Bung Karno, Jakarta. Ketika masuk lokasi resto, security akan menanyakan soal reservasi.

Halaman resto 3 Dari terbilang luas. Sebagian halaman untuk parkiran kendaraan. Jika kita bertandang malam, dari arah pintu masuk, pengunjung sudah disuguhi pemandangan sorot lampu dari fasad bangunan restoran dan taman nan ciamik.

Pengunjung kemudian diarahkan masuk resto melalui jalanan setapak dengan kerlap kerlip lampu tembak di sepanjang sisinya. Romantisnya.

Begitu masuk ruangan resto, akan terlihat sepasang meja kursi tamu unik dengan tatanan apik. Sebagian besar furniture di resto ini bergaya etnik. Nuansa pun terasa lebih eksotik.

Terlebih kalau pengunjung menilik area outdoor. Begitu keluar pintu, akan disambut dengan gemericik air dan suara kodok dari danau buatan yang membelah dua bangunan resto.

Untuk menu restoran, seperti resto-resto lain berkonsep fine dining, menu-nya sebagian besar Indonesia dengan improvisasi ala-ala resto mahal. Misalnya, asinan betawi dengan kuah asinan ditata di cawan cantik, isi sayuran ditambah varian sayur seperti kol ungu.

Atau menu nasi goreng kambing yang diguyur dengan kaca mede. Wuiiihhh mantap mantap.

Sayangnya nih, pengunjung harus bersabar. Karena penyajian makan terbilang lama haha. So, kalau ke sini, lebih enak bareng banyak teman biar bisa chit chat lama sambil nunggu pesanan datang ke meja.

Harga makanan cumi yang tampil dengan beberapa style berkisar Rp 89 ribu hingga Rp 115 ribu. Untuk menu sayuran range-nya Rp 59 ribu sampai Rp 189 ribu untuk menu brokoli scalop.

Bagi pecinta seafood, resto 3 Dari memiliki menu olahan udang, kerapu, dan gurame dengan harga bandrol sekitar Rp 195 ribu dan Rp 75 ribu per ons.

Olahan daging dengan varian empal, rendang, dendeng, sate sapi, dan kambing bakar, harganya sekitar Rp 165 ribu sampai Rp 225 ribu.

Menu lain yang bisa dipilih yakni mie seperti mi shoa, pad thai, mie panjang umur dibandrol Rp 89 ribu sampai Rp 99 ribu. Juga ada olahan ayam, nasi goreng, salad, appetizer, dan beragam minuman dengan harga paling miring Rp 29 ribu.

Dengan harga bandrol yang ada, maka satu orang pengunjung yang ingin menikmati makanan dan minuman di sini dengan menu yang paling murah, harus mengeluarkan uang sekitar Rp 120 ribu plus tax alias pajak.

Kue Kekinian Artis yang Bertahan dan Ogah-Ogahan

Apa kabar kue kekinian artis. Ada yang bertahan namun ada juga yang menghilang.

Dua tahun lalu jagat kuliner tanah air sempat digegerkan dengan hadirnya kue kekinian para artis. Seperti seleksi alam, setelah dua tahun berlalu, tersisa kue-kue artis yang masih kokoh bertahan, dan ada yang terlihat setengah gamang tanpa ada aktivitas jelas. Bahkan sudah beberapa di antaranya yang tiada kabar alias menghilang.

Tetap Eksis

Berikut deretan kue kekinian artis yang masih eksis alias aktif di akun instagramnya.

1. Kastera by Luna Maya

Kastera yang dibesut Luna Maya dengan akun IG @kastera.id masih aktif. Postingan terakhir pada Jumat (25/10). Gerai Kastera juga tetap eksis di beberapa shopping mall premium seperti Lippo Mall Kemang, Living world, Space food, Mall Taman Anggrek, dan Pacific Place. Namun, untuk gerai di Pacific Place ada seorang konsumen yang bertanya apakah Kastera di mall itu sudah tutup.

2. Makassar Baklave by Irfan Hakim

Makassar Baklave besutan Irfan Hakim berlokasi di Jalan Hasanuddin, Makassar. Pada Jumat (25/10) terlihat anak-anak sedang mengunjungi rumah produksi Baklave. Seperti terlihat pada postingan akun IG Makassar Baklave.

3. Vava cake premium by Titi Kamal

Vava cake premium milik Titi Kamal tetap berkibar dengan dua gerainya. Gerai pusat ada di Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dan satunya lagi di Pejaten, Jakarta Selatan. Akun IG Vava Cake juga tetap aktif dengan postingan terakhir pada 17 Oktober dan IG story pada 27 Oktober.

4.Strudel Malang by Teuku Wisnu

Strudel Malang milik Teuku Wisnu menjadi pioneer kue artis kekinian. Hingga kini Strudel Malang yang berlokasi di Jalan Ardimulyo Singosari Malang, Jawa Timur tetap eksis dengan postingan terakhir pada Minggu (27/10).

5. Cirebon Sultana by Indra Bekti

Cirebon Sultana milik artis Indra Bekti menjadi salah satu kue kekinian artis yang masih bertahan. Kue kekinian berlokasi di Jalan Kartini, Cirebon, Jawa Barat ini terakhir posting pada Minggu (27/10).

6. Medan Napoleon by Irwansyah

Medan Napoleon milik Irwansyah yang berlokasi di Jalan Wahid Hasyim,Medan tetap eksis. Akun IG Medan Napoleon juga eksis dengan postingan terakhir pada Minggu (27/10).

7. Bogor Rain Cake by Shireen Sungkar.

Ternyata bukan hanya kue kekinian milik Teuku Wisnu yang tetap eksis. Kue kekinian milik istri Wisnu yakni Shireen Sungkar dengan label Bogor Rain Cake juga tetap eksis. Postingan terakhir Bogor Rain Cake pada Minggu (27/10).

Vakum?

Dua kue kekinian artis yakni Kuenya Ayu milik Ayu Ting Ting dan Princess Cake besutan Syahrini masih ada akun IGnya. Namun, kedua kue kekinian ini belakangan terlihat vakum. Postingan terakhir keduanya pada Juli 2019.

Kue kekinian lain yang masih ada akun IGnya tapi sudah lama vakum yakni Pevo Cake milik Pevita Pearce di Bogor, Jawa Barat dan Really Cake milih Prilly Latuconsina di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Postingan terakhir Really Cake dua tahun lalu yakni 13 Agustus 2017. Sementara postingan terakhir Pevo Cake pada 22 Agustus 2018.

 

 

Ke Surabaya? Ya Spikoe

Tak afdol rasanya jika ke Surabaya pulangnya tidak menenteng sekotak Spikoe. Seperti apa rasanya?

Oleh-oleh apa yang akan dibeli jika jalan-jalan ke Surabaya? Pasti ada yang menjawab Spikoe. Yup, penganan serupa bolu lapis itu memang tengah happening.

Untuk mendapatkan Spikoe, bisa dengan empat cara. Pertama pergi langsung ke tokonya yang berlokasi di Jalan Rungkut Madya Surabaya. Kedua, order via go food. Ketiga, order via jastip online. Keempat, nitip teman.

Pilihlah sesuai keperluan, situasi, dan kondisi. Setiap pilihan pasti ada plus minusnya. Karena ingin sekali membawa pulang spikoe, ada dua orang ibu paruh baya yang datang langsung ke counter Spikoe. Ternyata keduanya harus pesan terlebih dahulu. “Kalau mau beli harus pesan dulu,”kata mereka. Alhasil, spikoe baru ada di tangan keduanya esok hari dan diantar ke tempat keduanya menginap.

Boks Mewah
Packaging alias bungkus spikoe terbilang mewah dan kokoh. Box terdiri dari dua bagian yakni wadah spikoe berupa kotak berwarna putih dan tutup berupa kotak cokelat dengan kombinasi tulisan warna gold.

Di salah satu sisi kotak tertera komposisi spikoe yang terdiri dari tepung, telur, gula, mentega, margarin, selai, dan cokelat.

Begitu box dibuka, akan terlihat kertas putih penutup spikoe dengan logo spikoe di tengahnya.

Harum wangi Spikoe langsung menguar begitu kotak dibuka. Terlebih setelah kertas putih pelapis spikoe dibuka. Akan terlihat kue seperti bolu lapis dengan tekstur lembut dengan lapisan cokelat dan filling krim diantara bolu warna kuning dan lapisan bolu cokelat.

Tekstur Spikoe yang sangat soft dengan harum kue yang menggoda lidah, membuat yang menyantapnya ingin nambah dan nambah lagi.

Spikoe ini akan terasa lebih nikmat jika dikudap bersama secangkir teh atau kopi hangat. Apalagi disantap kala pagi atau sore hari sambil membaca buku atau mendengarkan musik.

Untuk kehalalan, tak perlu worry. Karena spikoe resep kuno buatan Nyonya Santosa ini telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dari sisi harga, sekotak Spikoe rasa kuno dengan kemasan mewah elegan ini dibandrol Rp 80 ribu. Jika ke Surabaya, jangan lupa Spikoe. Selamat berburu.

Sarapan di Antara Lautan Jajan Pasar di Sari-Sari

Sarapan Jajan Pasar di Bandung

 

Biasanya sebagian kita kalau sedang di Bandung, Jawa Barat memilih sarapan yang disajikan oleh hotel atau tempat kita menginap. Atau kalau bosen menyantap sarapan ala hotel, kita memilih sarapan dengan bubur ayam Bandung. Atau hidangan lain seperti nasi uduk, serabi, gorengan, dll.

Ternyata di luar menu mainstream tersebut, kita bisa menyantap jajanan pasar sebagai sarapan kita. Coba saja datang ke Sari-Sari di Jalan Tirtayasa, Bandung.

Begitu masuk ruangan, kita akan takjub atau terbelalak dengan melimpahnya jajanan pasar dengan bentuk, rupa, dan rasanya. Ada jajanan rasa gurih seperti pastel, risol, martabak, tahu isi, dll. Ada juga jajan pasar rasa manis seperti kue talam, lapis, bolu, roti, singkong Thailand, colenak, dll.

Di luar jajanan rasa manis dan gurih, pengunjung masih bisa mencoba kuliner lain yang lebih berat seperti nasi bakar dll.

Seperti Minggu pagi sebulan lalu, puluhan orang terlihat memenuhi bangku yang disedikan. Mereka mengisi pagi mereka dengan sarapan di Sari-Sari.

Menariknya, pengunjung dari luar kota juga bisa membeli oleh-oleh berupa snack yang dijajakan di salah satu sisi ruangan.

Tertarik? Yuk cobain sarapan di Sari-Sari.