Liburan Tiap Bulan. Mau?

 

Hari gini apa sih yang tidak bisa. Termasuk liburan tiap bulan. Jangan bilang tidak punya uang. Uang bisa dicari selama kita mau bekerja mencarinya. Kalau penghasilan pas-pasan apa masih bisa? Tetap bisa kalau kita membuat liburan sebagai prioritas. Mana mungkin liburan untuk makan sehari-hari saja sulit? Yakin ngomong begitu? Yang dimakan apa dulu dan dimana lokasinya?

Seperti kata pepatah kuno “Jika ada kemauan pasti ada jalan. Atau there is a will there is a way.” Tanpa kemauan, maka liburan hanya ada dalam angan-angan. Kenapa? Karena kamu tidak pernah merencanakan liburan. Dan liburan tidak harus punya uang lebih.

Caranya gimana?

  1. Disiplin menyisihkan uang. Setiap bulan usahakan sebelum dipakai untuk keperluan hidup bulanan, sisihkan uang untuk target liburan kamu. Besarnya tergantung lamanya liburan yang kamu inginkan, lokasi liburan, dan fasilitas liburan. Jika targetmu berlibur di lokasi tempat tinggal maka alokasi uang yang disisihkan untuk liburan tentu tidak besar.  Karena planningnya liburan tiap bulan, maka uang yang kamu sisihkan lebih gampang ditaruh di tabungan. Ini berlaku terutama bagi kelompok orang yang nggak suka ribet dengan aturan deposito.
  2. Atur waktu liburan sesuai dengan hari libur kerja  dan tanggal merah. Kadang yang menjadi kendala berlibur adalah tidak adanya waktu untuk liburan karena kerja. Nah, karena keterbatasan waktu itulah kamu harus bikin planning jauh-jauh hari terkait waktu liburan. Mungkin di bulan-bulan tertentu liburannya pas weekend dengan konsekuensi macet jika menggunakan kendaraan seperti mobil, bis. Juga, lokasi liburan  biasanya padat karena banyak pengunjung. Sebenarnya liburan tanggal merah juga beresiko macet dan lokasi wisata penuh oleh pengunjung jika obyek wisatanya di dalam negeri. Tapi apa boleh buat. Daripada tidak liburan?
  3. Tentukan lokasi liburan sesuai dengan budget. Jika uang tabungan jumlahnya sedikit, maka memilih lokasi liburan harus rasional. Pilih lokasi yang dekat dan tidak banyak biaya tambahannya seperti tiket masuk, parkir, dll.
  4. Tidak harus beli oleh-oleh. Hal lain yang memberatkan kita traveling adalah komponen oleh-oleh. Kalau ada teman yang nitip oleh-oleh tapi tidak janji menggantinya dengan uang, patut menjadi pertimbangan untuk menolaknya. Kamu bisa menolak secara halus. Jika kamu tidak tegas dengan persoalan oleh-oleh, maka tiap traveling kamu akan terbebani dengan komponen ini.
  5. Pilih destinasi wisata yang berdekatan. Jika kamu ingin bersiwata ke suatu daerah dan mendapat banyak obyek, bisa mencari informasi destinasi wisata yang lokasinya berdekatan. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya transportasi dan waktu.
  6. Mengurangi biaya lain-lain untuk traveling. Setiap kita pasti mempunyai pos pengeluaran yang sebenarnya bisa ditiadakan karena bukan kebutuhan pokok. Nah, jika kamu sudah bisa menghilangkan pos pengeluaran yang tidak perlu, alokasikan uang tersebut untuk biaya traveling. Lumayan kan?
  7. Cari penghasilan tambahan. Jika ingin liburan tiap bulan, maka salah satu solusinya adalah menambah income dengan penghasilan tambahan. Langkah ini ditempuh jika kamu sudah tidak bisa mengotak atik pengeluaran lagi.

Menghemat Bujet Hotel Untuk Traveling Lagi. Mau?

 

Menghemat anggaran untuk hotel dan digunakan untuk traveling lagi? Siapa yang nolak. Nih tipsnya.

Bisa dipastikan hampir setiap tahun harga tiket hotel naik. Bahkan, kadang kenaikannya signifikan. Kondisi ini akan menjadi masalah tersendiri bagi penyuka traveling. Karena melancong ke mana pun pasti perlu penginapan. Terlebih, bagi mereka yang terbiasa menginap di hotel berbintang ketika traveling layaknya seorang turis. Nah, bagi kalian yang sering bepergian, ada baiknya menyimak tips berhemat dari alokasi angaran untuk hotel seperti dilansir save70.com. Dijamin kalian bisa menabung dan bisa digunakan untuk traveling lagi. Asik kan…

Layanan Ekstra

Jika mencari tempat penginapan, usahakan paket yang disediakan hotel tersebut sudah termasuk pelayanan ekstra seperti sarapan, wifi, dan makanan anak-anak jika kamu membawa anak selama traveling.

Juga kopi, teh yang disediakan di lobby hotel. Atau bisa berupa infused water plus snack seperti yang disediakan di lobby Hotel Best Western Premier La Grande di Bandung, Jawa Barat. Atau aneka jamu seperti di Hotel Tentrem, Yogyakarta. Pasalnya, fasilitas sarapan, cemilan, kopi, teh dan sejenisnya serta wifi lumayan mengurangi pengeluaran selama traveling.

Menjadi Member

Jika kamu sering stay di hotel sama atau menginap di hotel yang punya jaringan sama, untuk menghemat biaya hotel, salah satu caranya dengan mengikuti program member. Apa manfaatnya menjadi member? Selain mengumpulkan poin, kamu juga mempunyai kesempatan menginap gratis. Lainnya, dengan menjadi member kamu bisa memperoleh penawaran istimewa dari pihak hotel.

Tinggal di Hotel yang Jauh dari Pusat Kota

Jika kamu memilih tinggal di hotel yang ada di pusat kota, bisa dipastikan harga tiket meningapnya akan tinggi. Sebaliknya, anda bisa berhemat jika menginap di hotel di luar kota. Tips ini bisa dipertimbangkan jika ongkos transportasi di negara atau daerah tersebut lumayan murah. Ini menjadi pertimbangan jika kamu tidak membawa kendaraan sendiri.

NWXV9816[1]

 Makan di Luar

Biasanya makanan yang disediakan hotel harganya lebih mahal ketimbang di rumah makan atau restoran. Jika tidak kepepet sebaiknya tidak membeli makanan di hotel. Meski, ada beberapa grup hotel yang harga makanannya terbilang murah,

Upgrade ke Suite Room .

Jika bepergian bersama keluarga, lebih baik meng-up grade kamar yang direservasi dari spesifikasi biasa menjadi suite room atau presidential. Mengapa? Karena suite room ruangannya lebih luas dan mempunyai kamar tidur sendiri yang memungkinkan untuk menampung anggota keluarga dalam jumlah banyak.

Pilih Kamar di Sudut.

Pilihlah ruangan kamar di sudut. Pasalnya, ukuran kamar di sudut biasanya lebih luas ketimbang kamar biasa.  Meskipun, secara harga tiket tidak lebih murah dari kamar biasa.

Hindari Makan Makanan di Mini Bar

Hal lain yang berhubungan dengan hotel dan bisa mengurangi pengeluaran kamu adalah tidak mengambil makanan dan minum yang ada di dalam minibar. Mengapa? Yang pasti harga item di minibar lumayan mahal. Lebih baik kamu membawa cemilan sendiri dengan membelinya dari luar.

Hindari Weekend

Tingkat okupansi hunian di hotel meningkat setiap akhir pekan dari Jumat hingga Ahad. Karena demand alias tingkat permintaan meningkat pas akhir pekan, maka harga tiket hotel pun ikut naik,    Tiket akan jauh lebih murah jika kita menginap pada malam Senin hingga malam Kamis.

Beli Tiket Secara Online

Jika ingin mendapat deal terbaik untuk harga tiket hotel, lebih baik membeli secara online. Pasalnya, membeli secara online bisa menghemat sekitar 10 hingga 15 persen disbanding membeli tiket secara langsung di hotel. Lumayan kan jika bisa menghemat 10 hingga 15 persen?

Nah, demikian tips berhemat dari anggaran untuk hotel.

“Makan emping sama buah kawis…Happy traveling guys…”

 

 

JNOW3143[1]

Keluarga dengan 7 anak ini Traveling ke 39 Negara.Yuk Intip Rahasianya.

IMG-20171105-WA0003

Greg Denning bersama istriya Rachel dan ketujuh anaknya telah mengunjungi 39 negara seperti dituturkan Greg kepada cnbc.com. Mereka mulai traveling pada tahun 2007 dengan empat anak waktu itu, Bermodal 10 ribu dollar AS atau jika dikurskan sekarang sekitar Rp 135,73 juta, pada 2007 keluarga Dennington mantap memulai traveling keluarga dengan bepergian ke Costa Rica. Uang itu diperoleh dari hasil menjual rumah dan mobil mereka selama tinggal di Utah, Amerika Serikat. Praktis keluarga Dennington tidak mempunyai tempat tinggal lagi.

Negara Mana Saja Yang Pernah Dikunjungi?

Negara-negara yang pernah dikujungi keluarga Denning selama sepuluh tahun antara lain Italia, Jerman, Guatemala, Praha, Slovenia, Kroasia, Polandia, Maroko, Thailan dan masih banyak lagi. Bisa diintip di instagram world school family ya.

Namun, dari puluhan negara yang pernah dikunjungi, keluarga Denning memfavoritkan negara-negara di Eropa. Mengapa? Menurut Greg, kota-kota di Eropa Timur view-nya cantik, aman, dan biaya hidupnya murah. Meski demikian, ada tiga negara yang sangat mereka sukai yakni Polandia, Kroasia, dan Slovenia. “Polandia, Kroasia, dan Slovenia favorit untuk traveling dengan biaya murah.”

Sebulan Rp 67,8 Juta Hinga Rp 80 Jutaan. Wow!

Kalau dilihat sepintas dari perjalanan keluarga dengan tujuh anak usia sekolah ini, sepertinya fun-fun saja ya guys. Dari gambar-gambar di instagram milik Greg yakni world school family anak-anaknya terlihat ceria. Mereka juga asik menikmmati traveling mereka. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Terlebih anak-anak keluarga Denning masih usia sekolah. Salah satu fakta menarik, mereka membawa buku seberat 181,4 kilo alias 700 pounds karena anak-anaknya tidak sekolah formal tetapi diajar ibunya dengan model home schooling.

Lainnya yang lumayan menjadi beban adalah untuk mebiayai kegiatan traveling keluarga besar ini, sebulan bisa menghabiskan sekitar 5 ribu hingga 6 ribu dollar AS atau skeitar Rp 61 juta hingga Rp 80 juta sebulan. Wow! Banyak kan? Padahal, dalam wawancara dengan huffingtonpost.com Greg mengaku selama traveling keluarganya sudah berusaha hidup hemat!

Karena keluarga ini homeless alias tidak punya tempat tinggal, dari mana mereka memperoleh uang? Ternyata Greg mendapat income dari bisnis online yang tidak mengenal batas lokasi. Ia biasanya mendapat tawaran kerjasama dari orang-orang yang ditemui selama perjalanan. Selain itu, Greg juga mengaku menjadi motivator bagi kepemimpinan anak muda terutama dalam public speaking dan presentasi. Nah, dari sanalah pundi-pundi mengalir untuk keluarga ini. Kebayang kan dengan uang pengeluaran Rp 67 juta hingga Rp 80 juta per bulan di Indonesia, sudah termasuk keluarga tajir. Tapi, itu masih termasuk hidup hemat menurut keluarga Greg hehe

Tips Traveling Puluhan Negara Bersama Keluarga

Berdasarkan wawancara Greg dengan ncbc.com maka berikut jurus ajaib untuk melakukan traveling hingga puluhan negara.

  1. Berani mengerjakan hal sulit. Menurut Greg, traveling dengan keluarga apalagi dalam jumlah besar itu bukan hal mudah. Seluruh anggota keluarga harus berani menerima tantangan mengerjakan hal sulit. Karenarani adaptasi dengan warga setempat, bukan perkara mudah. Kadang berhasil, kadang gagal, imbuhnya.
  2. Berperilaku seperti traveler bukan turis. Memangnya beda menjadi traveler dengan turis? Kata Greg ada perbedaan mendasar antara traveler dengan turis. Traveler itu bertindak seperti warga lokal. Misalnya, menempati apartemen atau rumah bukan hotel. Yang pasti biaya sewa apartemen atau rumah lebih murah ketimbang tiket hotel.
  3. Hidup Hemat. Selama bepergian diusahakan hidup hemat jika takut kantong jebol ya. Caranya? Jangan makan makanan impor ketika di luar negeri. Sudah di luar negeri, tetapi makan makanan impor? Hehe ya nggak apa-apa sih kalau uangnya lebih. Tapi kalau bujet terbatas, silakan puasa sepuasnya haha. Menurut Greg, makan makanan impor ketika traveling itu harganya sangat mahal. Nah!
  4. Lakukan dari negara yang berasahabat bagi traveler dan murah. Untuk memulai petualangan traveling bersama keluarga, Greg menyarankan bepergian ke Thailand. Pasalnya, negeri Gajah Putih itu sangat friendly bagi traveler baik yang kantongnya tebal maupun kantong tipis.  Pasalnya, biaya hidup di Thailand terbilang murah.

Selamat mencoba guys. Jangan lupa berdoa sebelum bepergian hehe. Dadaaaa