Morning Routine untuk Weekend Produktif

“If you win the morning, you win the day” – Tim Ferriss, 4 hour work week.

Morning Routine alias rutinitas pagi meliputi bangun tidur lebih awal diikuti dengan serangkaian ritual yang membuat kita siap dan tetap berenergi sepanjang hari.

Berikut rutinitas pagi saat weekend yang bisa dijadikan referensi khususnya bagi yang muslim.

1. Wake up. Bangun tidur sekitar pukul 04.30 wib atau 05.00 wib. Kemudian membaca doa bangun tidur, membaca hamdalah sebagai syukur masih diberi nikmat usia.

2. Make your bed. Bangun tidur ya merapikan tempat tidur. 3. Pray alias sholat shubuh. 4. Membaca QS Al Baqarah 10 ayat terakhir.

5. Stretching. Gerakan ringan seperti sit up 30 kali, tarik nafas. 6. Membersihkan wajah dengan ritual ala Korea ada 7 step ya.

6. Meyiramin tanaman. Kegiatan ini sekaligus sebagai relaksasi 7. Minum segelas air putih 8. Minum segelas lemon dan madu.

9. Minum segelas jus. 10. Membaca buku selama 15-30 menit. 11. Sholat duha. 12. Membaca QS Al Waqiah. 13. Olahraga ringan seperti jalan kaki bolak balik di dalam rumah, atau melakukan exercise menggunakan alat-alat sederhana.

14. Sarapan praktis sederhana dengan roti tawar gandum (ga dipanggang ya) hanya dikasih selai kacang cokelat ditaburi irisan kacang almond, wijen.

Bisa dicoba ya guys saat akhir pekan. Cayoo

Puasa Media Sosial atau Cerdas Bermedia Sosial?

lemonpolka.com

Tahu Kapan Harus Stop. Tahu Mana Platform Yang Membuatmu Up and Down.

Kurangi melihat media sosial seperti IG saat kamu tidak punya uang/uang pas-pasan, tidak bisa traveling, jobless, tidak menghasilkan uang, peluang dari IG.

Kurangi membuka facebook jika hidupmu belum lengkap, tidak normal seperti jalan hidup orang kebanyakan, atau tidak berprestasi. Misalnya kamu sedang jomblo tidak punya pasangan, belum menikah, sudah menikah tapi belum punya anak. Atau karirmu, sekolahmu biasa saja, tidak ada prestasi yang bisa dishare.

Batasi membuka twitter jika kamu sedang ada masalah. Karena sebagian twit yang beredar di lini masa kadang malah membuat harimu semakin mendung.

Mengapa? Twitter saat ini menjadi salah satu platform media yang kerap digunakan untuk mengeluarkan uneg-uneg, kekesalan, kemarahan, atau masalah pribadi. Twitter juga menjadi ladang subur buzzer politik untuk mendapat dukungan dengan opini-opini, klaim sepihak.

Batasi membuka whatsapp jika kamu sedang banyak agenda atau kerjaan yang harus diselesaikan. Pasalnya, begitu kamu membuka whatsapp, waktu kamu akan habis untuk menjawab chat masuk atau komentar dalam grup whatsapp.

Begitu kita sudah mulai terlibat dalam chat, kita akan susah mengontrol waktu kita. Terlebih jika kita ikutan ngobrol dalam grup. Dengan engage dalam obrolan di grup, kita akan intens melihat WA. Karena penasaran dengan respons anggota lain terkait chat kita.

Selain menghabiskan waktu dengan chat yang kadang tidak perlu, kekepoan kita akan menggiring pada kegiatan stalk status WA. Belum lagi asumsi yang muncul setelah membaca status seseorang. Akhirnya kamu sibuk bersumsi kehidupan orang lain. Padahal kamu sendiri merasa waktu untuk urusan hidupmu terasa sangat kurang. Rugi bukan?

Salah satu platfotm yang bisa kamu kunjungi ketika hidupmu terasa pahit seperti pil atau jamu adalah Quora. Di sana kamu akan menemukan orang yang bernasib sama, kurang beruntung nasibnya seperti kamu. Tapi ingat, kamu juga tetap skeptis dan kritis. Karena cerita yang tertuang di Quora belum tentu riil, benar. Karena sebagian merupakan akun anonim. Jadi, kamu harus menyaring info masuk yang dibaca. Kamu pun harus pintar mengontrol diri. Tidak menghabiskan banyak waktu berselancar di Quora. Padahal masih banyak hal yang harus dikelarin.

Ketika sedang patah hati, diputuskan, pisah, atau cinta tak terbalas, kamu bisa mendownload aplikasi novelme atau storial. Jadikan sedihmu tidak selamanya negatif. Tapi menjadi hal positif dalam hidup. Karena kamu bisa sharing kesedihanmu dalam format cerita. Juga punya kesempatan peluang mendapatkan pundi-pundi rupiah dari sana.

Jika kamu kesulitan mengontrol diri ketika bermedia sosial baik dari sisi emosi maupun waktu. Tidak bisa stop, untuk log out bahkan kecanduan menghabiskan waktu hanya untuk kepo kehidupan orang lain hingga masuk dalam urusan hidup orang lain tersebut yang tidak kamu kenal secara langsung.

Atau merasa minder setelah melihat postingan orang lain di IG yang terlihat kaya, bahagia, bisa traveling ke berbagai dunia, bisa makan di resto yang harganya tidak terjangkau oleh kantongmu.

Kamu merasa sedih, merasa sendiri, merasa menjadi orang sial setelah melihat postingan teman di facebook yang terlihat bahagia bersama pasangan hidup dan anak-anaknya sementara kamu belum ketemu jodoh.

Emosi sedih, kecewa dengan diri sendiri, kecewa dengan jalan hidup, tidak puas dengan hidup dijalani, menjadi indikator kuat bahwa kamu harus puasa media sosial.

Kamu bisa puasa media sosial secara temporer beberapa saat atau bertahap. Misalnya jika tadinya sehari main IG, FB, twitter bisa tiga jam, bisa dikurangi seminggu sekali saja. Dari seminggu bisa berlanjut 2 bulan sekali, atau sebulan sekali.

Treatment ini kemudian dievaluasi. Juga perilakumu ketika bermedia sosial apakah ada perubahan atau sama saja. Apakah kamu sudah bisa mengontrol diri atau masih dililit candu media sosial.

Dari evaluasi ini, kamu bisa memutuskan mana yang paling tepat untuk dirimu. Puasa media sosial, atau cerdas menggunakan media sosial dengan disiplin meregulasi diri terkait waktu dan platform yang tepat disesuaikan dengan emosi dan keadaan diri sendiri.

Don’t look down on those who have social media. It literally isn’t about the social media but about the person. Like anything, if you use it right, it can be good. And if you use it wrong you will waste precious time.

Refleksi Hari Kartini: Menjadi Perempuan Sukses?

Sukses kerap menjadi Tuhan baru bagi sebagian kaum perempuan. Hingga kerap serupa belenggu.

Perempuan sukses dengan deskripsi fisik cantik, tas branded, wajah glowing, dan sahabat sosialita menjadi impian sebagian besar kaum perempuan modern.

Definisi sukses yang lebih dominan digambarkan dari sisi materi dan disupport dengan keberadaan media sosial seperti instagram yang menuhankan visual, jelas membuat standar sukses duniawi kian bergerak ke bandul materi.

Media yang menuhankan visual, tampilan sempurna telah mendorong kaum perempuan sekarang sangat peduli dengan penampilan.

Maka, tak perlu pura-pura kaget dengan fenomena sepinya toko buku berganti dengan riuhnya konter-konter kecantikan dan perawatan. Orang berlomba tampil me-refresh look-nya, tapi acap lupa menyegarkan pemikiran dan sudut pandangnya.

Bukan berarti tampil cantik secara fisik tidak penting. Tapi jangan menomorduakan kecantikan secara intelektual. Karena perempuan lah menjadi madrasah, pendidik ketika Tuhan menakdirkan dirinya kelak menjadi seorang ibu.

Keinginan terlihat sukses secara materi juga telah membius sebagian kaum perempuan di daerah urban berkompetisi terlalu keras dalam hidupnya.

Keinginan dilihat sebagai pribadi hebat menstimuli kaum perempuan menjadi sesosok hero di depan banyak orang dengan padatnya jadwal dan harus selalu terlihat sibuk demi image perempuan kini yang berprestasi.

Doktrin sukses yang mengarah kepada partisipasi perempuan di ranah publik membuat kaum perempuan yang harus berjibaku mengurusi urusan domestik rumah tangga seolah rendah diri. Merasa tak punya arti.

Padahal, jika seorang perempuan yang dengan sadar memilih di rumah dan dengan sepenuh hati mengerjakan tugas kerumahtanggaan serta mengasuh, dan mendidik anak, dirinya telah menjadi pahlawan untuk keluarganya.

Sukses bukan diukur berkarir di luar rumah atau menjadi ibu rumah tangga. Yang berkarir di kantor tapi tidak melupakan tugas sebagai istri dan ibu adalah pahlawan bagi keluarganya.

Sebaliknya, perempuan yang memilih berkarir di luar rumah, tapi menomorsatukan karirnya, lebih banyak di luar rumah ketimbang berkumpul keluarga, dan menyerahkan urusan rumah tangga kepada pembantu, bukanlah sukses yang sebenarnya. Ia adalah seorang perempuan ambisius yang menomorsatukan mimpi-mimpi dan targetnya.

Demikian juga perempuan yang memilih di rumah, tidak bekerja, tetapi malas mengerjakan tugas rumah tangga, menyerahkan tugas-tugas domestik kepada asisten rumah tangga, menyerahkan pengasuhan anak kepada youtube, adalah perempuan malas yang merasa sebagai pahlawan dengan berlindung di balik statusnya sebagai seorang ibu rumah tangga.

Perempuan sukses adalah perempuan bertanggung jawab dengan pilihan-pilihan hidupnya. Perempuan sukses adalah perempuan yang teguh, berani menghadapi tantangan dan omongan orang atas pilihan hidupnya.

Perempuan sukses adalah perempuan rajin yang berusaha mentransformasi hidupnya dari bangku sekolah, kuliah, dan kursus-kursus online untuk kebaikan hidupnya.

Perempuan sukses adalah perempuan muda yang teguh tidak tergoda oleh kegiatan sia-sia yang menggerus energinya.

Perempuan sukses adalah perempuan yang menghormati orang tua, mendoakan, dan berbuat baik mengharumkan nama orang tua.

Perempuan sukses adalah perempuan yang aktif berkontribusi untuk perubahan baik di lingkungan internal keluarga atau di lingkungan masyarakat. Seperti berkampanye sosial selama masa pandemi covid19.

Perempuan sukses adalah perempuan yang takut kepada TuhanNya. Perempuan yang menata harinya agar selalu bergerak ke arah lebih baik.

Perempuan sukses adalah perempuan yang meyakini Tuhan Maha Adil tidak mungkin mendiskriminasi kaum perempuan seperti yang dituduhkan sebagain kalangan dengan berpendapat ayat-ayat suci misoginis, memarjinalkan kaum perempuan.

Selamat Hari Kartini para perempuan masa depan. Artikulasikan sukses sesuai kemampuanmu. Jangan menjadikan sukses sebagai belenggu.

Berjemur Yang Bagus Jam Berapa? Bukan Jam 10.00 WIB?

2020-04-04-22-22-09-148

Riset menemukan waktu berjemur terbaik ternyata bukan jam 10.00 pagi.

Berjemur menjadi salah satu aktivitas rutin sebagian warga selama menjalani masa karantina. Sayangnya, ada perbedaan pendapat mengenai waktu terbaik untuk berjemur.

Selama ini publik meyakini sinar matahari jam 09.00 wib bagus untuk kesehatan. Namun, argumen ini dipatahkan dengan adanya penemuan baru yang menyebutkan waktu berjemur terbaik adalah jam 10 pagi.

Seperti dilansir laman alodokter.com dengan berjemur pada pukul 10.00 pagi selama 15 menit, tubuh kita terpapar sinar matahari pagi yang menghasilkan sinar UV (ultraviolet).

Sinar ultraviolet dari cahaya matahari pagi diubah oleh tubuh menjadi vitamin D. Kebutuhan akan vitamin D ini terbilang urgen katena berperan dalam metabolisme kalsium, imunitas tubuh, serta mentransmisi kerja otot dengan saraf.

Riset waktu terbaik berjemur pukul 10.00 pagi lagi-lagi dipatahkan oleh penemuan terbaru. Seperti dilansir kompas.com, dokter ahli gizi dan magister filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum, memaparkan hasil penemuan dari dokter ahli gerontologi (ilmu penuaan) di RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr Siti Setiati.l SpPD-KGER

Riset menggunakan sampel wanita lanjut usia di Jakarta pada musim hujan pada. februari hingga Maret 2020. Jumlah partisipan sekitar 80 orang dengan usia skeitar 60 tahun ke atas.

Dari penelitian tersebut terungkap bahwa waktu berjemur terbaik untuk warga Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya adalah pukul 11.00 hingga 13.00 siang.

Hasil riset tersebut telah diterbitkan dalam laman penelitian biomedis dan bioinformatika National Center for Biotechnology (NCBI). Riset ini mengungkapkan bahwa sinar ultraviolet B (UVB) tertinggi berada pada pukul 11.00 WIB pagi sampai pukul 13.00 WIB.

Presiden Minta Warga Mendoakan Sang Ibunda dari Rumah

Ibunda Presiden Republik Indonesia Eyang Sudjiatmi Notomiharjo meninggal dunia pada Rabu (25/3) pada 16.45 wib di RS Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah.

Presiden Jokowi melalui siaran live di televisi mengungkapkan sang ibunda sudah empat tahun menderita kanker tenggorokan dan dirawat di RSPAD Jakarta.

Eyang Sudjiatmi lahir pada 15 Februari 1943. Lahir dari keluarga pedagang. Semasa hidup almarhumah berdagang dan ikut kursus merias pengantin. Almarhumah dikaruniai empat orang anak dengan anak pertama adalah Presiden Jokowi.

Melalui siaran langsung Presiden memohon maaf dan doa untuk almarhumah ibunya. Presiden juga menghimbau menteri Kabinet tidak takziah ke Solo.

Seperti dituturkan Walikota Solo FX Rudi Hadyatmo jenazah ibunda Presiden akan dimakamkan pada Kamis (26/3) sekitar pukul 13.00 wib. Rudi mengungkapkan warga tidak berkermun jika ingin melepas jenazah.

Meskipun Presiden menghimbau pejabat publik tidak takziah ke rumah duka, sejumlah pejabat publik terlihat melayat ke kediaman almarhumah.

Seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Kesehatan Terawan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Mensesneg Pratikno.

Usai takziah Ganjar menyampaikan pesan Presiden Jokowu. “Terima kaaih atas ucapan bela sungkawa. Keluarga berharap warga mendoakan dari rumah. Agar semua besok mendoakan dari rumah,” terang Ganjar.

Resep Menjalani Takdir Hidup dengan Lapang : Menganggap Diri Tidak Penting

PicsArt_03-12-09.56.19

Refleksi Kajian Gus Baha

Menurunkan ego alias menganggap diri tidak penting menjadi keyword dalam menjalani takdir hidup yang ditetapkan Allah SWT.

Dalam salah satu ceramahnya, KH Bahauddin Nursalim alias Gus Baha mengungkapkan salah satu kunci penting dalam menerima qada dan qadar Allah SWT adalah dengan menganggap diri kita tidak penting.

Faktor yang mendorong manusia memprotes takdir hidupnya adalah hadrun nafsi. “Hadrun nafsi menjadi awal protes terhadap Allah SWT,” terang Gus Baha.

Pasalnya, kekecewaan, protes, atau gugatan atas ketentuan hidup dari Allah SWT akan muncul ketika manusia menganggap dirinya sebagai sosok penting. Ketika manusia lebih mendewakan hak-haknya.

Begitu menganggap dirinya penting, maka akan muncul beragam pertanyaan kritis terkait takdir hidupnya. Bahkan, dalam taraf ekstrim, ketika manusia kecewa dengan takdir hidupnya, ada yang membenci kelahirannya, keberadaannya di dunia.

Keadaan membenci kelahirannya di dunia atau biasa disebut antinatalitas kadang membuat anak protes terhadap orang tua yang melahirkan mereka.

Seperti dilansir dari odditycentral.com seorang laki-laki India berpaham antinatalism bernama Raphael Samuel melaporkan orang tuanya ke pihak kepolisian. Ia tidak terima dilahirkan di dunia. Ia lupa, orang tua-nya pun tak punya otoritas atas kelahirannya. Mungkin, jika boleh memilih, orang tua akan meminta kepada Tuhan, anak yang akan dilahirkan bukan dirinya.

Menganggap diri sendiri sebagai orang yang tidak penting itu sama saja mengendalikan ego untuk selalu menjadi individu yang penting baik di mata orang lain bahkan di hadapan Tuhan.

Padahal, posisi kita sebagai makhluk hidup ciptaan Allah SWT, tidak ada nilainya. Allah SWT sebagai pemilik alam dan seisinya, ketika belum menciptakan manusia juga sudah berkuasa atas jagad raya. Kenapa kita merasa penting, bahkan kadang seperti mengintervensi Tuhan atas takdir hidup di luar keinginan.

Menganggap diri bukan orang penting akan memberi banyak manfaat ketika menjalin relasi dengan orang lain. Pasalnya, kita tidak akan memaksakan hak-hak kita atas kepentingan orang lain atau publik.

Bahkan, dengan menganggap diri tidak penting, kita akan mudah memaklumi, bijak menyikapi suatu keadaan yang bagi sebagian orang menyebalkan.

Pasalnya, ketika orang lain memperlakukan kita tidak seperti yang kita inginkan, kita tidak mudah suudzan, berburuk sangka. Kita justru akan memikirkan hak-haknya sebagai manusia seperti kita.

“Paling mudah mengimani takdir Allah adalah tidak menganggap diri penting. Sehingga tidak sumpek (lapang-red),” tutur Gus Baha.

Justru kalau kita egonya tinggi, menganggap diri penting, kita akan mudah suudzan, berburuk sangka. Karena diri kita dikuasi nafsu, ego kita sendiri.

“Allah adalah ahkamul hakimin. Allah adalah pencipta yang tahu masa depan makhlukNya. Kita, menurut Al Hikam, Ihya (Ihya Ulumuddin-red), Imam Al Ghazali, adalah maqam fana, maqam rusak. Artinya kita tidak bisa ikut-ikutan atas keputusan Allah SWT. Kalau ikut-ikutan akhirnya tidak ridho qadha dan qadarNya.”

Bahkan menurut tafsir Imam Suyuti, Allah SWT berfirman. “Kalau kamu ga mau terima qadhoaku, tidak mau Aku menjadi Tuhanmu, cari Tuhan yang lain.

Sikap seorang hamba sejatinya mengimani qadha. Sadar bahwa qadha adalah keputusan Allah di zaman azali tentang masa depan semua hambaNya. “Lahulmulku walahul hamdu wahuwa alaa kulli syaiin qadir. Sudah cukup sampai di sini (mengimani qadha-red).

Merasa Hidup Seperti Template?

PicsArt_02-06-10.42.56

Ketika kamu merasa hidupmu membosankan, seperti template, kamu mungkin perlu melakukan hal-hal kecil.

Pernah ga sih kamu merasa bosan karena hidupmu seperti template. Kecil, remaja, dewasa, kuliah, bekerja, menikah.

Sejatinya ketika kamu merasa hidupmu seperti template, di saat itulah proses hidupmu normal seperti orang kebanyakan.

Jika mendadak ada perasaan bosan, itu hal yang wajar. Namanya juga perasaan, kan kadang datang, tapi juga ada kemungkinan menghilang.

Di balik rasa bosan menjalani ritme dan rutinitas hidup, sejatinya ada peluang-peluang kecil yang membuat hidupmu lebih berwarna.

Juga sebagai ungkapan syukur proses hidup kita berjalan normal saat orang lain mumgkin harus menjalaninya secara berbeda seperti tidak bisa kuliah karena alasan biaya. Atau menganggur lama untuk mendapatkan pekerjaan. Atau belum menemukan jodoh padahal usia sudah matang.

Dengan melihat dari perspektif berbeda, sudah seharusnya kita mengelola rasa bosan agar tidak merugikan masa depan. Berikut trik mengatasi rasa bosan dalam hidup.

1. Lakukan hal-hal kecil yang tak biasa.
Misalnya ambil rute jalan berbeda seperti biasanya saat pergi dan pulang bekerja. Hal kecil lain yakni mencoba kuliner baru sekitar kantor yang belum pernah dicoba sebelumnya.

2. Aktivitas baru. Perasaan bosan, menjadi sinyal kamu perlu aktivitas baru. Kenapa tidak mencoba bergabung di satu komunitas yang punya minat sama. Kamu akan bertemu dengan orang-orang baru. Siapa tahu juga, dari hobby ini menjadi pintu baru bagi rezekimu.

3. Tidak harus langsung keluar kantor. Jika kamu merasa bosan dan tertekan dengan keadaan sekarang, bukan berarti kamu harus keluar kantor. Langlah resign dilakukan, jika kamu sudah mendapat job baru atau bisnismu sudah berjalan.

4. Lebih banyak membaca buku. Satu buku menawarkan banyak pengetahuan baru. Dengan banyak membaca, kamu akan mendapat banyak wawasan yang berpotensi mencerahkan harimu.

5. Batasi akses ke media sosial. Kalau lagi suntuk, sebel dengan jalan hidupmu yang kamu anggap membosankan, sangat biasa, sebisa mungkin menghindari aktivitas intens di media sosial.

Kegiatan membuka laman media sosial, akan membuatmu merasa hidupmu sangat memprihatinkan dan tidak ada apa-apanya dengan orang lain. Mengapa? Dengan melihat postingan orang lain yang sedang bepergian, atau posting barang-barang branded, capaian karir, prestasi, kamu akan semakin tertekan dan membenci hidupmu sendiri.

6. Pelihara hewan. Memelihara hewan bisa menjadi alternatif untuk mengurangi kebosanan dalam menjalani hari-hari yang terasa melelahkan. Mereka bisa menghadirkan kesenangan juga mendatangkan perasaan dibutuhkan.

7. Aktif mendengarkan ceramah agama. Tentunya, kita juga harus kritis dalam memilih guru agama. Harus dilihat akhlaknya, garis keilmuannya. Pasalnya, jika salah memilih guru mengaji, akibatnya malah bisa membuat frustasi. Jadinya bertambah problemnya, bukan hanya bosan, tetapi juga frustasi.

Guys, tidak selalu yang terasa membosankan itu harus diakhiri. Karena hidup merupakan proses pengulangan, proses penuaan dari yang baru menjadi lama dan terbiasa. Tinggal kita bagaimana mengisinya.

Jika rasa bosan datang, sikapi secara matang. Toh rasa yang ada bisa saja menghilang. Tinggal sikap kita, mau dibelenggu oleh rasa bosan, atau kita memilih mengelolanya?

Bahagia itu Sederhana. Membandingkan yang Merusaknya

IMG_20191201_140104

Sejatinya bahagia itu sederhana. Tak perlu syarat materi itu dan ini. Karena bahagia datang dari hati.

Kebahagiaan bisa hadir dari hal-hal sederhana. Seperti membaca buku sambil mendengarkan musik di hari Minggu. Atau minum secangkir kopi hangat di pagi hari. Hal-hal kecil jika disyukuri sudah membuat bahagia di hati. Karena bahagia memang datangnya dari hati. Bukan dari materi.

Sayangnya, kita dari kecil terbiasa membandingkan diri kita dengan orang lain. Hal yang tak mungkin dihindari, sebagai konsekuensi manusia adalah masuk sosial yang melakukan observasi sosial, meniru orang lain untuk survive dalam life span atau rentang perjalanan hidupnya.

Compare with others kadang diperlukan untuk memacu kita bergerak maju dan menjadi pribadi lebih baik. Tapi, kalau compare-nya over dosis dan tidak pada tempatnya, maka akan merusak hidup kita.

Lakukan perbandingan dengan orang lain secara hati-hati. Karena jalan kita dengan jalan mereka berbeda. Cerita kita dengan mereka berbeda. Takdir kita dengan mereka berbeda. Mengapa tega membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang kamu lihat sebagai sosok sempurna? Padahal, realitanya bisa jadi ybs memang sukses secara materi, karir, dan dikaruniai kehidupan yang lengkap. Tapi, tidak ada yang bisa menggaransi ybs hidupnya damai, dipenuhi berkah, bisa jadi banyak masalah, atau ybs malah menjadi pribadi yang kurang bersyukur akhirnya merasa hidupnya terus kekurangan.

Belajar menerima jalan hidupmu yang terbaik. Sambil terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dan lagi. Full video on my youtube channel.

Yang Dilakukan Ketika Orang Lain Mengeluh Mendengar

Mendengar orang mengeluh secara terus menerus dan berulang bukan hal menyenangkan. Bagaimaan menyikapinya?

PicsArt_10-03-10.37.57

Dari sekian banyak teman atau kolega, pasti ada yang kerap mengeluh. Bagaimana kalau si pengeluh ini sahabat, teman kerja, atau pasangan kita.

Kebayang kan, kalau pagi hari pas kita duduk di meja dia sudah mengeluhkan kondisi jalan yang macet. Padahal kita juga mengalami hal sama. Kira-kira menurutmu mengganggu tidak?

Nah jika kamu punya orang dekat yang suka mengeluh, tips dari psychologytoday.com di bawah ini bisa dipraktekkan.

1 Jangan mengeluh tentang keluhan. Meskipun kamu kesal mendengar dia mengeluh terus-menerus, sebisa mungkin hindari mengeluh tentang keluhannya. Pakai kalimat yang tone-nya lebih positif agar kamu tetap semangat.

Misalnya jika dia mengeluh soal macet, kamu bisa bilang,” Memang nyebelin sih. Ya udah ngeteh dulu saja biar rileks.”

2. Jangan memberi saran atas keluhannya. Karena dia hanya ingin mengeluh, melepas emosinya.

Misalnya kamu mendengar dia mengeluh jalanan macet. Kamu tak perlu ngasih saran ke dia yang masih kesal karena jalanan macet. Atau malah ceramah panjang lebar. Simpan dulu argumen dan ceramahmu.

“Memang macet tiap hari. Daripada kamu ngeluh terus2an, kan pas macet bisa dipakai untuk baca buku, berita dari HP. Atau buat dzikir, baca sholawat.”

Simpan argumen dan ceramahmu saat dia mengeluh. Karena hanya membuat dia semakin kesal. Saranmu bisa disampaikan jika dia sudah rileks dan dengan ucapan yang tidak terkesan menggurui.

3. Jangan membuat drama atas keluhannya. Misalnya dia mengeluh soal macet. Kamu malah ikut-ikutan mengeluh soal macet bahkan sampai ngomong kasar, ngumpat kan jadinya malah aneh ya. Yang awalnya mengeluh siapa, eh kamu malah yang bersemangat ngumpat.

4. Kasih Tahu Keberatanmu. Jika temanmu atau pasanganmu terus-terusan mengeluh, dan kamu merasa sudah mengganggu hari-harimu, sebaiknya ungkapkan keberatanmu dengan bahasa baik dan tidak menyinggung perasaannya.

Belajar Berhenti Mengeluh

PicsArt_09-13-09.35.59

Pernah ga sih dalam hidupmu, sehari saja kamu sama sekali nggak mengeluh atau komplain? Padahal keadaan seolah membenarkan atau memantaskan kamu untuk mengeluh.

Misalnya nih, kamu sudah setel alarm pagi, bangun jam 5. Sudah menyiapkan baju untuk OOTD hari itu hingga tidak perlu menambah waktu hanya untuk mantes-mantesin baju demi penampilan paripurna. Kamu berharap dengan perencanaan bagus kamu tidak telat masuk kuliah atau kerja. Ternyata ada kondisi di luar yang tidak bisa kamu kontrol.

Di tengah jalan, kendaraan yang kamu kendarai atau tumpangi mogok. Atau kamu menunggu kendaraan umum lama sekali. Atau kamu sudah mencoba pakai ojeg online agar cepat, ternyata drivernya lama sekali sampai, begitu jalan, kondisi jalanan macet parah banget di luar dugaan.

Kondisi eksternal di jalan yang tidak bisa dikontrol akan mengaduk emosi kita. Kondisi tidak enak itu mendorong kita untuk mengurangi stres dengan coping strategy berupa menyampaikan keluhan atau uneg-uneg kepada orang sekitar atau melampiaskannya di media sosial.

Apakah setelah mengeluh keadaan emosi kita lebih baik? Bisa ya bisa juga tidak. Kita akan merasa lebih baik telah mengeluarkan emosi negatif seperti kesal, marah atas keadaan dalam bentuk keluhan.

Tapi tanpa kita sadari, kita telah menyebarkan energi negatif, sampah ke orang-orang di sekitar kita atau teman-teman di media sosial. Seharusnya hari mereka indah tapi setelah mendengar atau membaca keluhan kita yang merupakan energi negatif, mereka akan merasa sesak, atau kesal.

Sebagai terapi mengurangi stres, mengeluh bisa dilakukan sesekali. Lebih baik lagi jika belajar mengurangi bahkan berhenti mengeluh karena ternyata tindakan kita membuat orang lain kesal, sebal, marah, dadanya sesak.

Jika ingin melampiaskan kekecewaan atas keadaan yang tidak inginkan, tetapi tidak merugikan orang lain, kita bisa menulisnya di buku harian, atau mengadu kepada Tuhan mengadukan kondisi, keadaan menyebalkan di luar kontrol kita sebagai manusia.

Hal positif lain yang bisa dilakukan adalah belajar berhenti mengeluh. Mulai sehari saja dulu. Caranya bagaimana? Pertama, belajar menerima keadaan sulit, menyebalkan dengan menganggap kamu sedang apes dan orang lain juga ada yang mengalami hal serupa sehingga kamu tidak merasa menjadi orang paling malang sedunia.

Kedua, belajar mengurangi menghakimi diri sendiri bahkan menghakimi orang lain atas keadaan yang tidak kamu kehendaki. Misalnya, saat kendaraan yang kamu naiki mogok, bermasalah, kamu tidak menyalahkan diri sendiri mengapa naik kendaraan tersebut. Atau menyalahkan sopir mengapa dia lalai mengecek kendaraan sebelum berangkat.

Dua tips sederhana di atas mudah-mudahan bisa mengurangi ekskalasi keluhanmu dari parah banget sering mengeluh menjadi ketagihan eh bisa berhenti mengeluh.

Muda dengan Kolagen. Makanan Apa Saja yang Kaya Kolagen?

Kolagen ternyata mempunyai peran penting dalam membuat kulit kita lembab, halus, dan awet muda. Kepo dong, bahan apa saja yang kaya kolagen? 

Unsur kolagen dalam tubuh membuat kulit kita kenyal, lembab, dan halus. Sayangnya, seiring bertambahnya usia, jumlah kolagen dalam tubuh terus berkurang. Akibatnya semakin menua kulit akan berkerut, mengering. Kebutuhan akan koleagen membuat industri suplemen kolagen diminati dan tumbuh subur.

Padahal, kita bisa mendapatkan asupan kolagen dari bahan-bahan alami. Apa saja bahan makanan yang kaya kolagen?
1. Sayuran Merah

Sayuran merah seperti tomat, paprika merah, kubis merah, lobak merah mengandung likopen yang mendukung produksi kolagen. Bukan hanya mendukung kolagen, sayuran merah juga berperan sebagai antioksidan yang dapat menurunkan risiko gangguan otak, kanker, dan penyakit kardiovaskular.

2. Ikan
Bagi kalian penyuka ikan, berbahagialah. Ternyata ikan memiliki kolagen paling tinggi. Kandungan omega 3 dalam ikan berguna melindungi selaput lemak sekitar sel kulit. Salmon menjadi contoh ikan yang kaya omega 3.
3. Kedelai
Nah untuk jenis kacang-kacangan, kedelai menjadi sumber kolagen yang baik karena mengandung protein lisin, dan hormon genistein yang berfungsi meningkatkan kolagen di dalam tubuh.
4. Sayuran dan buah berwarna oranye
Sayuran dan buah berwarna oranye seperti ubi, wortel, buah mangga kaya akan vitamin A yang tidak hanya mendongkrak produksi kolagen tetapi juga meningkatkan elastisitas kulit dan sirkulasi darah.

5. Jeruk
Buah jeruk seperti grapefruit, lemon, dan jeruk nipis mampu mengubah asam amino lisin dan prolin menjadi kolagen. Sehingga jeruk bisa menjadi salah satu alternatif makanan pilihan untuk meningkatkan kolagen dalam tubuh.
6. Berry
Buah berry seperti strawberry, blueberry, raspberry, atau blackberry kaya akan anthocyanidins. Zat ini berfungsi meningkatkan produksi kolagen dan menangkal radikal bebas.
7. Bawang putih
Bawang putih kaya akan taurine , asam lipoat yang berfungsi membangun ulang serat kolagen yang rusak. Bawang putih juga mengandung sulfur alami yang diperlukan tubuh untuk memproduksi kolagen.
8. White tea
Varian white tea bisa melindungi kulit dari kerusakan lebih jauh – caranya dengan menghambat aktivitas enzim penuaan.

Mengapa Cinta

picsart_01-14-10.02.02

 

 

Aku sedang membaca ulang artikelku di layar monitor komputer ketika chat-mu datang menandai layar.  “Kamu lagi apa sweetheart? ” tanyamu.  Sambil mataku masih menatap layar komputer, aku membalas chat-mu.  “Hai by , nih lagi baca artikel. Kamu? ” Lama di layar tidak muncul chat-mu. Aku pun kembali larut dengan kerjaanku.

Selang 10 menit kemudian chat-mu kembali hadir. “Habis meeting dengan klien sweetheart.  Kamu sudah makan? ” Aku melongok jam di ponsel. Nggak salah nih jam segini nanyain makan siang. Hmmm Akhirnya aku membalas pertanyaannya. “Kan sudah jam 3 sore by. Maksudnya makan malam? Jangan-jangan kamu yang belum makan.” Selang 5 menit tidak ada reply. Aku kembali mengetik.

Hampir sejam tidak ada chat dari kamu. Akhirnya aku inisiatif mengirim chat.  “Hmmm sibuk banget bosque.” Hingga 15 menit chatku belum kamu balas.  Akhirnya aku mengirim chat lagi. “Hmmmm.”

Saat aku mengemasi barang mau pulang, namamu muncul di screen ponsel.  “Beb, sorry lama nggak bales. Lagi jawab telpon klien. Maaf ya.”

Aku membalas, “Ya udah nggak papa. Hanya peluru cemburu hampir menembakku.” Kamu mengirim emoji love.  “Aku cinta kamu,  Zeaku.” Aku pun membalas dengan emoji cinta.

Kamu mengirim chat lagi. “Sweeteart, mengapa kamu mencintaiku?” tanyamu. Hmmm kamu menanyakan lagi mengapa aku cinta, batinku. Sejatinya aku pernah menjawab pertanyaanmu beberapa waktu lalu. Tapi sepertinya menurutmu kurang meyakinkan. Kamu tidak yakin dengan jawaban yang kupaparkan.
“Aku mencintaimu karena aku melihat sebagian diriku ada di kamu, ” balasku mantap berharap engkau percaya dan tidak menyangsikannya. Seperti yang lalu, kamu pun bertanya lagi soal rasa di dada. “Hanya itu?” tanyamu. Aku membalas, “Loving someone doesn’t need a reason, baby”
#
Entah kenapa kamu sepertinya ragu aku mencintaimu. Apakah cinta perlu alasan rasional untuk menegaskan bahwa rasa yang ada bisa dikuantifikasi dan akhirnya bisa menjadi garansi?
#
Jika ditanya soal alasan kenapa aku mencintai kamu, tidak akan pernah ada jawaban tunggal. Karena faktor-faktor pemicu cinta datang sangatlah kompleks tidak sesederhana memasak mie instan yang hanya perlu mie, panci dan air untuk menjadi santapan.

Esoknya kita janjian ketemu makan siang di restoran Jepang kesukaanmu. Kita langsung bertemu di sana. Begitulah aku. Tidak seperti keanyakan cewek yang minta dijemput atau diantar ke sana ke mari, aku akan lebih memilih sendiri jika itu merepotkanmu.

Begitu kita bertemu di lobby restoran, aku sudah melihat rindu dari sorot matamu. Rindu yang telah menggunung tak mampu ditahan hingga akhir pekan. Hingga kita pun memilih bertemu di tengah tenggat kerjaan.  Walaupun kita tahu, pertemuan adalah candu. Bukankah setelah pertemuan tidak ada jaminan rindu bakal berkurang. Yang ada rindu seakan kian mengekang. Tapi kita tak punya pilihan lain selain bertemu untuk menuntaskan dahaga rindu.

Kilatan rindu dari sorot matamu kian kuat kala kita duduk dekat. Ada tarikan nafas berat di sela sorot matamu yang memandang tajam ke arahku. Tanpa setahumu, rinduku sejatinya melebihi kadar rindumu. Hingga nyaris membuatku gila hanya mengingatmu. Tapi bedanya, aku rapi menyimpannya.

Aku pikir setelah kita berjumpa, kamu lupa dengan pertanyaan kemarin mengapa aku mencintaimu. Tanpa kamu tahu, aku mencintaimu menghilangkan sebagian kewarasanku. Tapi, tentu saja hanya aku yang tahu.

Ternyata, pertanyaan itu masih memenuhi benakmu. Sambil menatapku, kamu bertanya pertanyaan serupa. Tapi aku lebih suka dengan matamu ketimbang pertanyaanmu. Mata yang selalu menyimpan bayangku di sana. Mata yang menyorotkan semangat hidup yang sama. Kamu memanggilku pelan, ” Sweetheart.”

Dengan tersenyum, aku pun berujar,”Kamu kepo banget by. Mau tahu banget atau mau tahu saja.” Kamu hanya mengangkat alismu. Aku pun menegakkan posisi dudukku. “Baiklah tuanku, karena kamu penasaran, aku akan menjawabnya, ” jawabku tersenyum melanjutkan, “Aku mencintaimu karena ketika aku melihat kamu, aku seperti melihat sebagian diriku. Sebagian aku adalah kamu.”

Mendengar argumenku, kamu tersenyum menatapku. Kemudian jemarimu mengelus rambutku tidak peduli masih ada makanan yang belum disantap.

Setelah menjawab pertanyaanmu aku berharap, tidak ada lagi keraguan soal yang sama. “Jangan bertanya lagi soal yang sama ya sayang. Karena akuuuuu tetaaap tidaaaak…..ehmmm, ” kataku pura-pura berpikir sesuatu. “Tidak kenapa beb?” tanyamu. “Karena akyyy tetaaap tidak akan kasih kamu sepeda, ” balasku dengan mimik serius sambil tanganku memainkan piring di meja. Kamu pun langsung tertawa. Kamu tahu, aku paling suka melihat kamu tertawa. Karena dunia terlihat lebih berwarna.

picsart_01-14-10.02.02