Morning Routine untuk Weekend Produktif

“If you win the morning, you win the day” – Tim Ferriss, 4 hour work week.

Morning Routine alias rutinitas pagi meliputi bangun tidur lebih awal diikuti dengan serangkaian ritual yang membuat kita siap dan tetap berenergi sepanjang hari.

Berikut rutinitas pagi saat weekend yang bisa dijadikan referensi khususnya bagi yang muslim.

1. Wake up. Bangun tidur sekitar pukul 04.30 wib atau 05.00 wib. Kemudian membaca doa bangun tidur, membaca hamdalah sebagai syukur masih diberi nikmat usia.

2. Make your bed. Bangun tidur ya merapikan tempat tidur. 3. Pray alias sholat shubuh. 4. Membaca QS Al Baqarah 10 ayat terakhir.

5. Stretching. Gerakan ringan seperti sit up 30 kali, tarik nafas. 6. Membersihkan wajah dengan ritual ala Korea ada 7 step ya.

6. Meyiramin tanaman. Kegiatan ini sekaligus sebagai relaksasi 7. Minum segelas air putih 8. Minum segelas lemon dan madu.

9. Minum segelas jus. 10. Membaca buku selama 15-30 menit. 11. Sholat duha. 12. Membaca QS Al Waqiah. 13. Olahraga ringan seperti jalan kaki bolak balik di dalam rumah, atau melakukan exercise menggunakan alat-alat sederhana.

14. Sarapan praktis sederhana dengan roti tawar gandum (ga dipanggang ya) hanya dikasih selai kacang cokelat ditaburi irisan kacang almond, wijen.

Bisa dicoba ya guys saat akhir pekan. Cayoo

Tips Menghilangkan Kebiasaan Menunda

Menunda pekerjaan memang kadang menyenangkan. Tapi bisa berakhir petaka. Mau?

Kamu suka nunda pekerjaan? Kamu tidak sendiri. Banyak di antara kita yang suka menunda pekerjaan.

Penyebab kita menjadi procrastinator salah satunya kita tidak menyukai pekerjaan itu. Atau kita merasa tidak mendapat penghargaan atas pekerjaan yang kita lakukan.

Faktor lain yang membuat kita menjadi procastinator yakni merasa masih ada waktu untuk menyelesaikan deadline. Dan baru sadar saat waktunya sudah mepet.

Tahu kan akhirnya yang terjadi. Outputnya tidak optimal. Kualitas pekerjaan kita tidak sebaik jika kita mengerjakannya di awal waktu. Mengapa? Karena masih ada waktu untuk merevisi, membenahi, mengedit pekerjaan kita.

Nah, berikut tips agar kita tidak lagi menunda pekerjaan hingga menjadi habit kita.

1. Kenali faktor yang menyebabkan kita menunda pekerjaan. Setelah tahu, kita bisa mencari solusi untuk keluar dari zona procrastinator.

2. Setting deadline lebih awal. Karena otak kita selalu beranggapan masih ada waktu untuk mengerjakan suatu tugas, maka langkah yang bisa kita ambil adalah menyusun deadline lebih awal dari deadline sesungguhnya.

Contohnya, deadline pekerjaan tanggal 10, maka kamu setting di otakmu tanggal 7 atau 8. So, masih ada waktu beberapa hari untuk merevisi kerjaan.

3. Ciptakan lingkungan kondusif. Salah satu faktor yang membuat kita menunda kerjaan yang seharusnya dikelarin adalah adanya gangguan-gangguan yang sifatnya menyenangkan. Sehingga kita malah terdistraksi melakukan hal lain yang menyenangkan ketimbang menyelesaikan kerjaan kita.

Hal-hal yang membuat kita terganggu dan akhirnya beralih tidak jadi menyelesaikan tugas antara lain ngobrol dengan teman, pasangan baik secara face to face maupun chat.

Adanya gangguan suara berisik, ponsel, medsos, acara TV dan masih banyak lagi. So, singkirkan dulu gangguan-gangguan tersebut agar kita bisa fokus dengan kerjaan kita.

4. Ya lakukan saja. Biar kita tidak menunda kerjaan, ya lakukan sekarang. Ga perlu menunggu setelah ngelarin ini, ngelarin itu. Eh tahu2 sudah jam 10 malam! Akhirnya begadang kan?

So, tetapkan waktu. Disiplin dengan waktu yang telah ditetapkan. Lakukan dengan fokus. Konsentrasi guys! Hehe

Logika Tauhid dari Angka

Ternyata dari angka, manusia bisa mengenal Allah SWT, Tuhan yang esa. Seperti diajarkan Imam Amudi.

Dalam salah satu kajiannya, Gus Baha alias KH Bahauddin Nursalim membahas logika tauhid dari belajar angka. Beliau merujuk pada kitab Nailul Ma’mul karangan Syaikh Mahfud At Turmusi (Termas).

Di dalam kitab tersebut dituliskan ada seorang ulama ternama bernama Imam Amudi. Beliau tidak mengajar fiqih, tarikh, persolatan, tetapi mengajar matematika.

Menurut Imam Amudi ilmu yang paling efektif untuk menjelaskan logika tauhid itu matematika. Hal itu ia ungkapkan ketika ketemu para malaikat, dan di depan para malaikat Imam Amudi ditanya Allah SWT kenapa dia belajar matematika.

Imam Amudi kemudian menjawab,” Supaya saya mentauhidkan engkau.” Kemudian Imam Amudi diminta Allah untuk mengajarkan kepada malaikat.

“Kamu membuat angka berapa saja satu juta satu miliar tetap awalnya satu. Di dunia, galaksi, planet, tetap asal usulnya satu. Yang lain itu pengembangan. Di luar dzat yang wahid, itu pengembangan. Jadi angka sebanyak apapun, berapapun bilangan semuanya berasal dari satu.”

Imam Amudi kemudian dikenal sebagai ulama ahli matematika yang mengenalkan konsep tauhid dari angka. Beliau juga menjadi ahli tauhid. MasyaAllah.