Jatuh lagi, dan lagi

Jatuh lagi, dan lagi

Semua juga tahu, perjalanan hidup tidak konstan, mulus seperti jalan Pantura ketika mau lebaran. Bahkan, jalan Pantura pun ada masa-masanya halus, tidak sepanjang bulan. Apalagi jalan kehidupan?

Masih ingat kan, kemarin kamu tertawa bersama teman-temanmu. Tak berselang lama, tawamu berganti airmata. Kesedihan karena kamu tidak dianggap sebagai bagian.

Kamu seolah pecundang yang hanya bertahan menumpang. Dan, kesedihan pun dengan leluasa bertandang.

Tapi ya begitu kamu, yang senantiasa menjalani hidup dengan semangat yang ada. Enggan berputus asa pada rasa.

Sedihmu kamu luapkan dalam genangan airmata. Tidak peduli kamu sedang dimana. Hanya airmata teman setia ketika lara mencubit jiwa.

Jatuh, dan jatuh lagi adalah cerita biasa dalam perjalanan anak manusia. Ingat lagi kan, ada masanya Tuhan menganugerahkan bertubi-tubi kesuksesan, keberhasilan.

Tapi kamu lupa ketika larut dalam suka. Ada masa-masa gagal, menjadi manusia tak berarti, kemudian melukai jiwa menanti di depan mata. Dan benar benar terjadi tanpa kamu bisa menghindari.

Yang bisa kamu lakukan adalah mencoba berdiri. Berpegang pada diri sendiri, untuk berusaha bertahan. Melarutkan tangisan dalam sujud-sujud sepertiga malam.

Karena sejatinya yang paling mengerti kamu adalah Tuhan, pencipta jiwa dan raga. Juga dirimu sendiri. Dialah teman teman terbaikmu dan teman setia. -SS-

2 thoughts on “Jatuh lagi, dan lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s