Pelajaran Penting Untuk Perempuan

Bergosip itu buruk dan membuat dirimu turun kelas.

Apa saja hal tidak penting tapi kita lakukan dan menguras energi kita?

Semakin bertambah usi, kita akan menyadari hal-hal yang sejatinya tidak penting, tapi kita kerap melakukan demi keseimbangan relasi sosial kepada sesama perempuan. Akhirnya, kerap menjadi penghalang dalam berprogres menjadi pribadi baru.

1. Berteman dengan genk atau kelompok yang suka gosip. Kita beranggapan dengan berteman dengan genk bigos tersebut, posisi kita akan aman. Dalam artian tidak digosipin seperti teman yang lain.

Nyatanya, genk gosip selalu haus bahan ghibah dan tidak peduli itu teman sekelompok atau orang lain. Bahkan, kamu juga tidak luput menjadi bahan gosipan genkmu ketika kamu absen tidak ngumpul bareng mereka.

2. Berbuat baik dengan harapan teman perempuan lain suka dengan kita. Faktanya, perempuan kadang membenci perempuan lain tanpa perlu alasan kuat.

So, buang jauh-jauh mimpimu untuk disukai semua teman-temanmu. Pasalnya, perempuan lebih mudah terbakar iri ketimbang laki-laki. Juga mudah tersulut emosi tanpa berpikir seribu kali dengan logika.

3. People pleaser. Alias berusaha menyenangkan orang lain. Caranya, dengan menuruti kemauan teman. Karena sikap tersebut, kita kerap menghabiskan waktu yang sejatinya bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat untuk hidup atau kehidupan kelak.

Misalnya, teman-teman se-genkmu ngajak pergi belanja ke mall. Padahal kamu tidak lagi butuh apapun, dan ada kerjaan yang harus dikelarin.

Karena kamu tidak bisa menolak, akhirnya kamu ikutan pergi belanja ke pusat perbelanjaan hingga berjam-jam. Padahal, kamu punya schedule menyelesaikan tugasmu. Akhirnya kamu harus menambah waktu untuk ngelarin kerjaan.

4. Tidak berani berkata tidak. Misalnya nih, kamu bersama teman-temanmu ke mall. Saat teman-temanmu membeli baju, mereka juga nyodorin beberapa baju ke kamu, kamu tidak berani bilang tidak atau menolak. Akhirnya kamu membeli baju yang sejatinya kamu tidak perlukan.

5. Kerap memikirkan perkataan orang. Apa pun yang akan kamu lakukan, keputusan apapun yang akan kamu ambil, kamu kerap mempertimbangkan omongan orang lain.

Mulai dari cara berpakaian, mengaplikasikan make up, makan, belanja, memilih pasangan hidup hingga kegiatan ibadah pun kamu merasa perlu mempertimbangkan respons orang lain.

Karena pola pikir tersebut, kamu kerap ragu-ragu, tidak berani ambil keputusan, ragu-ragu bertindak karena takut menjadi bahan omongan.

Padahal, kita diam saja, kalau teman-teman kita memang suka gosip, diam kita juga akan menjadi bahan gosip. Nah lho.

Jika kamu terus bersikap seperti di atas, tanpa kamu sadari, banyak energi yang keluar hanya untuk menyesuaikan dengan anggapan orang.

Padahal, kebutuhanmu berbeda dengan mereka. Jalan hidupmu berbeda dengan mereka.

Omongan orang tentang kehidupan kita tidak akan ada habisnya. Bahkan, ketika kita sudah bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma sosial dan norma kelompok.

Kalau sudah tahu begitu, ada baiknya dipilah. Tidak semua hal harus mempertimbangkan omongan orang lain.

Karena sebagian besar mereka hanya berkomentar saja. Tidak ikut andil meringankan beban hidupmu. Kenapa omongan mereka seolah-olah seperti sabda raja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s