Keputusan Salah atau Keadaan yang Salah?

Kita kerap menyesali sebuah keputusan. Kita anggap keputusan itu salah. Benarkah demikian?

Manusia punya rencana. Tuhan yang menentukan jalan cerita. Seperti yang dialami sebut saja Giyan. Pada akhir Februari 2020, ia memutuskan resign dari kantor lamanya.

Sejatinya kantor lama Giyan lumayan kondusif baik dari sisi corporate culture maupun teamwork-nya. Tapi ada satu yang kurang. Seperti di dunia ini sih, mana afa yang sempurna. Iya, yang kurang satu, dan lumayan dibutuhkan seorang Giyan yang tengah merancang masa depan, besaran income.

Gaji yang diterima Giyan di kantor lama lumayan. Tapi memang belum seperti yang diharapkan. Sementara ada panggilan kerja dari salah satu kantor yang selama ini memang ia incar.

Tanpa berpikir panjang, Giyan pun memutuskan keluar dan memilih menerima panggilan kerja di kantor baru yang rencananya ia mulai masuk kantor sekitar pertengahan Maret 2020.

Siapa sangka, tanggal 2 Maret 2020 pemerintah mengumumkan kasus baru corona di Indonesia. Dan itu menjadi musibah bagi seorang Giyan. Belum sempat ia masuk kantor barunya, ia malah menerima pembatalan penerimaan karyawan baru karena omset bisnis perusahaan lesu gara-gara corona. Finally, Giyan jobless alias nganggur saat masa pandemi.

Kisah serupa dialami sebut saja namanya Raras. Ia perempuan muda, energik, punya karir bagus di salah satu perusahaan ternama. Namun, ada salah satu mimpi besarnya yang terus mengusiknya, menjadi entrepreneur.

Setelah rundingan dengan ortu, dan keluarganya, ia memutuskan keluar dari kerjaannya dan mulai mewujudkan mimpinya, memulai bisnis pada Januari 2020.

Butuh modal lumayan untuk mewujudkan mimpi Raras. Ia harus menguras tabungan untuk membeli peralatan untuk men-support bisnisnya. Belum lagi sewa ruangan setahun. Bahkan, Raras harus berhutang ke bank untuk menambah modal usaha.

Dua bulan berjalan lancar jaya. Siapa sangka, di bulan ketiga, semuanya berubah karena corona. Omset bisnis Raras terjun bebas. Sementara ia harus menggaji 2 orang karyawannya.

Yang paling bikin ia pusing, tagihan dari bank yang terus berjalan tiap bulan, padahal pemasukan sangat minim.

Baik Raras maupun Giyan menyesali keputusannya. Mereka merasa telah membuat keputusan salah yang mengantarkan keduanya ke jurang kegagalan.

Keputusan atau Keadaan?

Sejatinya jika keadaan dunia baik-baik saja, tidak ada wabah corona, keputusan Giyan dan Raras tepat, tidak ada yang salah.

Kalau keadaan dunia aman, Giyan bisa mendapat gaji jauh lebih besar dari kantor sebelumnya. Yang berarti Giyan bisa investasi lebih banyak lagi untuk masa depannya. Peluang karir pun juga akan lebih baik.

Hal sama juga berlaku bagi Raras. Kalau tidak muncul virus corona, bisnis Raras akan berjalan lancar. Raras tidak akan kesulitan membayar cicilan ke bank.

So, dari ilustrasi di atas, sejatinya keadaan yang paling pegang peranan. Meskipun, keputusan kita menjadi pintu pembuka kita akan selamat atau dapat musibah karena keadaan dari keputusan yang kita ambil.

Namun, menyesali keputusan yang telah diambil juga tidak merubah keadaan. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar kondisi diri tidak kian terpuruk adalah beradaptasi dengan keadaan.

Cara beradaptasi dengan new normal seperti apa? Caranya menambah skill yang diperlukan di masa sekarang. Memformulasikan bisnis sesuai tuntutan new normal.

Lainnya, lebih realistis memasang target baik dalam hal karir maupun bisnis. Berhenti menyesali keputusan dan menganggap sebagai langkah keberanian sebagai pelajaran dalam hidup.

Dengan sedikit merubah mindset, kamu akan mendapati dirimu lebih semangat. Menganggap dirimu sebagai pahlawan untuk hidupmu, bukan seorang pecundang.

There is no good decision or bad decision. It’s all about situation. Don’t lose the hope and more than regret. Take it as a learning.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s