Tidak PD Karena Masih Single

Menjadi tidak percaya diri karena masih single? Apa yang harus diubah dan dilakukan?

“Beb, masih ada cowo yang suka sama gw ga ya?” tanya temenku, Rika. Aku yang lagi melihat jalanan sore, langsung menoleh ke arahnya.

“Ka, lo itu manis, smart. Fakultas lo aja lebih keren dari gw,” jawabku.

Mendengar balasanku, kulihat ada sedikit cahaya di wajah di Rika. Tapi kemudian terlihat mendung lagi. “Tapi cinta kan ga melulu soal smart beb. Buktinya gw dari dulu sampai sekarang tetap jomblo. Lo malah yang banyak disukai cowok.”

Sambil membenarkan tali tasku, aku membalas omongan Rika. “Itu hanya perasaan lo saja Ka. Lo itu unik. Cuma mungkin belum ketemu cowok yang tepat.”

Lagi-lagi Rika langsung membantah omonganku. “Kalau unik, kenapa tiap gw suka sama cowok, mereka ga suka sama gw,” kata Rika dengan mimik sedih.

Nasib percintaan yang hampir selalu zig zag, alias tidak pernah ketemu yang sama-sama cinta, sedikit banyak membuat Rika tidak percaya diri.

Rika lebih banyak menutup diri. Ia cenderung pendiam. Pernah ada satu event, aku ajak dia. Biar rutenya ga cuma kost dan kantornya saja.

Ternyata, Rika mengaku tidak bisa enjoy, menikmati event tersebut. Ia merasa look-nya beda sama aku. “Lo kan stylish beb. Lab gw kayak begini,” kata Rika yang terlihat tidak nyaman dengan penampilannya.

Aku sendiri, jika di posisi Rika mungkin juga kadang merasa minder. Melihat teman-teman yang lain sudah punya pasangan, berkuarga. Apalagi jika kegiatannya lebih banyak seputar kost dan kantor. Tapi mindernya tidak boleh berlarut. Karena akan membuat kita sebagai pribadi menjadi kurang menarik.

Kurang Kasih Sayang
Jika flashback ke background keluarga Rika, ketidakpedean Rika sedikit banyak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua.

Rika dibesarkan dari keluarga sederhana yang orang tuanya kurang hangat ke anak-anaknya. Ia mengaku tidak dekat baik ke ibunya maupun ayahnya.

Pola tersebut berlangsung dari Rika kecil sampai dewasa. Namun tidak demikian dengan perlakuan ortu Rika ke adiknya. Kedua orang tua Rika sangat sayang ke adiknya. Kebetulan, secara fisik, adik Rika yang terpaut 2 tahun itu juga lebih cantik.

Bukan hanya dalam hal fisik saja yang membuat adik Rika lebih menonjol ketimbang Rika. Bahkan dalam hal prestasi akademik, adiknya Rika ini juga lebih bagus ketimbang Rika.

Padahal menurutku, Rika sudah termasuk cerdas. Sebagai anak daerah, bisa diterima di salah satu fakultas bergengsi di PTN top di Jakarta.

Malangnya, dalam hal percintaan pun, adiknya Rika juga lebih beruntung. Ia banyak ditaksir cowok. Beda dengan Rika yang hingga bekerja belum pernah punya teman dekat.

Tanpa melihat jauh ke luar, ke teman-teman sekitar, kondisi adiknya Rika secara tidak langsung bisa membuat Rika tidak PD. Terlebih kurangnya support orang tua pada diri Rika.

Sebagai teman, aku gampang menasehati ini dan itu. Tapi untuk menjalaninya, bukan hal gampang. Karena kita mudah membandingkan dengan orang lain, bahkan saudara sendiri.

Untuk kamu yang saat ini jalan hidupnya seperti Rika, yuk belajar mencintai jalan hidup sendiri, belajar mencintai diri sendiri (self love).

Belajar mengekspolarasi kelebihan diri. Dengan tahu kelebihan sendiri, kita akan lebih percaya diri. Bukan berarti sombong. Tapi kita tahu, kita tidak sejelek yang kita pikirkan, kita kira.

Hal lain yang harus dilakukan adalah belajar menerima kondisi sekarang adalah yang terbaik sambil berusaha membuat perubahan dengan membuka diri berteman dengan banyak orang.

Yang tak kalah penting lagi, agar bisa lebih luas melihat dunia, aktif di komunitas baik offline maupun online. Siapa tahu dari sana kamu ketemu teman-teman asik yang membuat hidupmu menjadi lebih berwarna. Atau ketemu someone special yang selama ini hanya ada dalam angan.

Tapi, sejatinya ada yang perlu dirubah juga dengan mindset-mu. Bahwa masih single, lajang, itu tidak identik dengan lebih buruk, kalah, tidak cantik, tidak laku. Karena jika pemikiran ini masih diyakini, maka kamu akan mewariskan mindset sama kepada generasi seterusnya. Padahal punya pasangan, pacar, suami itu bukan sebuah prestasi. Hingga dianggap sebagai kompetisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s