Lathi “Pemuja Setan?”

Ada pesan kebaikan dari lirik lagu Lathi. Tapi yang mencuat malah isu pemuja setan. Kamu tim mana?

Salah satu lagu yang tengah hits di kanal Youtube saat ini adalah Lathi. Lagu Lathi besutan grup musik beraliran EDM beranggotakan Reza Arap, Eka Gustiwana dan Gerald berkolaborasi dengan penyanyi Sara Fajira.

Menariknya, Lathi saat ini berhasil masuk dalam daftar 100 lagu top global atau ada di peringkat 21. Atau berada di atas lagu Daechwita milik Suga BTS yang menduduki posisi 24.

Dari kostum dan judul lagu, lagu ini sudah bisa ditebak ada unsur Jawanya. Tapi, impresi awal bagi sebagian besar yang mendengar lagu ini adalah lagu barat, karena liriknya menggunakan bahasa Inggris. Terlebih, dibawakan oleh Weird Genius. Lagi-lagi menggunakan bahasa Inggris.

Baru pada reff “Kowe ra iso mlayu soko kesalahan” asumsi kalau lagu ini memang dari Indonesia lebih berdasar. Tapi, sekali lagi, bisa saja itu yang bikin orang barat dan pernah berkunjung ke Jogja. Who knows.

Siapa sangja Lathi merupakan karya anak bangsa kolaborasi grup Weird Genius dengan penyanyi Sara Fajira.

Pemuja Setan?
Uniknya, karena kareografi dan make up Sara selama video Lathi sebagian terlihat seram dan berdarah-darah untuk menggambarkan luka dia, diimpresikan sebagai pemuja setan oleh sebagian warga Malaysia yang tidak mengerti bahasa Jawa.

Terlebih dengan adanya komentar seorang ustadz di Malaysia yang menganggap lagu Lathi sebagai pemuja setan.

Sejatinya, heboh anggapan lagu Lathi sebagai pemuja setan oleh sebagian warga Malaysia tetap mengandung unsur positif dalam hal popularitas lagu ini. Secara tidak langsung menjadi medium marketing yang membuat Lathi kian dikenal.

Apalagi saat ini di platform IG juga ada lathi challenge. Juga di tik tok yang membuat lagu Lathi kian dikenal banyak orang.

Pesan Positif Menjaga Lisan

Sejatinya lirik lagu Lathi berbahasa Jawa “Ajining diri soko lathi” Bisa diartikulasikan sebagai pesan untuk menjaga lisan. Karena kita dihargai salah satunya dari ucapan kita.

So, mau ikut yang pro atau kontra? Karya seni memang bisa multi tafsir. Tergantung pengalaman yang melihat dan mendengarnya. Karena tiap kepala mempunyai perspektif berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s