Refleksi Hari Kartini: Menjadi Perempuan Sukses?

Sukses kerap menjadi Tuhan baru bagi sebagian kaum perempuan. Hingga kerap serupa belenggu.

Perempuan sukses dengan deskripsi fisik cantik, tas branded, wajah glowing, dan sahabat sosialita menjadi impian sebagian besar kaum perempuan modern.

Definisi sukses yang lebih dominan digambarkan dari sisi materi dan disupport dengan keberadaan media sosial seperti instagram yang menuhankan visual, jelas membuat standar sukses duniawi kian bergerak ke bandul materi.

Media yang menuhankan visual, tampilan sempurna telah mendorong kaum perempuan sekarang sangat peduli dengan penampilan.

Maka, tak perlu pura-pura kaget dengan fenomena sepinya toko buku berganti dengan riuhnya konter-konter kecantikan dan perawatan. Orang berlomba tampil me-refresh look-nya, tapi acap lupa menyegarkan pemikiran dan sudut pandangnya.

Bukan berarti tampil cantik secara fisik tidak penting. Tapi jangan menomorduakan kecantikan secara intelektual. Karena perempuan lah menjadi madrasah, pendidik ketika Tuhan menakdirkan dirinya kelak menjadi seorang ibu.

Keinginan terlihat sukses secara materi juga telah membius sebagian kaum perempuan di daerah urban berkompetisi terlalu keras dalam hidupnya.

Keinginan dilihat sebagai pribadi hebat menstimuli kaum perempuan menjadi sesosok hero di depan banyak orang dengan padatnya jadwal dan harus selalu terlihat sibuk demi image perempuan kini yang berprestasi.

Doktrin sukses yang mengarah kepada partisipasi perempuan di ranah publik membuat kaum perempuan yang harus berjibaku mengurusi urusan domestik rumah tangga seolah rendah diri. Merasa tak punya arti.

Padahal, jika seorang perempuan yang dengan sadar memilih di rumah dan dengan sepenuh hati mengerjakan tugas kerumahtanggaan serta mengasuh, dan mendidik anak, dirinya telah menjadi pahlawan untuk keluarganya.

Sukses bukan diukur berkarir di luar rumah atau menjadi ibu rumah tangga. Yang berkarir di kantor tapi tidak melupakan tugas sebagai istri dan ibu adalah pahlawan bagi keluarganya.

Sebaliknya, perempuan yang memilih berkarir di luar rumah, tapi menomorsatukan karirnya, lebih banyak di luar rumah ketimbang berkumpul keluarga, dan menyerahkan urusan rumah tangga kepada pembantu, bukanlah sukses yang sebenarnya. Ia adalah seorang perempuan ambisius yang menomorsatukan mimpi-mimpi dan targetnya.

Demikian juga perempuan yang memilih di rumah, tidak bekerja, tetapi malas mengerjakan tugas rumah tangga, menyerahkan tugas-tugas domestik kepada asisten rumah tangga, menyerahkan pengasuhan anak kepada youtube, adalah perempuan malas yang merasa sebagai pahlawan dengan berlindung di balik statusnya sebagai seorang ibu rumah tangga.

Perempuan sukses adalah perempuan bertanggung jawab dengan pilihan-pilihan hidupnya. Perempuan sukses adalah perempuan yang teguh, berani menghadapi tantangan dan omongan orang atas pilihan hidupnya.

Perempuan sukses adalah perempuan rajin yang berusaha mentransformasi hidupnya dari bangku sekolah, kuliah, dan kursus-kursus online untuk kebaikan hidupnya.

Perempuan sukses adalah perempuan muda yang teguh tidak tergoda oleh kegiatan sia-sia yang menggerus energinya.

Perempuan sukses adalah perempuan yang menghormati orang tua, mendoakan, dan berbuat baik mengharumkan nama orang tua.

Perempuan sukses adalah perempuan yang aktif berkontribusi untuk perubahan baik di lingkungan internal keluarga atau di lingkungan masyarakat. Seperti berkampanye sosial selama masa pandemi covid19.

Perempuan sukses adalah perempuan yang takut kepada TuhanNya. Perempuan yang menata harinya agar selalu bergerak ke arah lebih baik.

Perempuan sukses adalah perempuan yang meyakini Tuhan Maha Adil tidak mungkin mendiskriminasi kaum perempuan seperti yang dituduhkan sebagain kalangan dengan berpendapat ayat-ayat suci misoginis, memarjinalkan kaum perempuan.

Selamat Hari Kartini para perempuan masa depan. Artikulasikan sukses sesuai kemampuanmu. Jangan menjadikan sukses sebagai belenggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s