Bahagia dengan Mindset Minimalis

PicsArt_02-09-10.32.05

Bahagia datangnya dari hati, bukan materi. Mindset minimalis bukan hanya terkait materi, memeluk hati untuk senantiasa bahagia.

Minimalism belakangan sedang ramai dibicarakan sejak Marie Kondo mengenalkan konsep minimalis terkait barang kepemilikan. So, belakangan kita kian akrab dengan konsep declutter. Kita sibuk merapikan baju-baju kita agar mudah diambil ketika perlu, dan kita mengurangi baju-baju yang tidak kita butuhkan agar tidak mubadzir dan memenuhi rumah kita.

Sejatinya, minimalis bukan hanya sekedar membatasi kepemilikan materi berdasar needs alias kebutuhan. Minimalis juga meliputi mindset alias pemikiran, body alias raga, dan hati.

Minimalis dalam hal pemikiran dipraktekkan dengan memilah pikiran-pikiran tidak penting dan penting. Salah satu cara yang bisa dipraktekkan adalah memfilter info-info yang masuk dari gawai alias gadget kita. Apakah info yang kita baca berguna atau hanya menjadi sampah bagi otak kita.

Minimalism dalam hal pikiran juga bisa diartikan membatasi percakapan sia-sia yang akhirnya membebani pikiran kita. Misalnya terlibat obrolan dalam grup WA yang sebenarnya bukan menjadi urusan kita. Atau ikutan gosip di akun-akun gosip IG yang tidak ada kaitan dengan hidup kita.

Lalu, apa yang dimaksud dengan minimalism dalam hal body? Tentu saja menjaga agar berat badan kita tidak berlebihan. Caranya tentu saja aktif bergerak, makan secukupnya dengan gizi berimbang, minum air putih sesuai kebutuhan tubuh.

Selain itu aktif puasa senin kamis atau puasa 3 hari setiap bulan hijriah untuk memberi kesempatan organ pencernaan kita istirahat.

Minimalism dalam hati terkait dengan emosi. Minimalism dalam hati akan menirkan kecewa yang kerap menjadi tabir datangnya bahagia.

Cara merealisasikan minimalism dalam hati adalah tidak berekspektasi orang lain harus memperlakukan kita seperti yang kita standarkan atau idealkan. Tanpa adanya ekspektasi alias harapan diperlakukan seperti yang kita inginkan, kita akan tidak gampang kecewa alias baperan untuk hal-hal remeh temeh yang sejatinya tidak penting bagi hidup kita.

Terbayang kan, betapa ringannya hidup kita. Karena tidak terbebani oleh kegiatan mencari-cari barang dan baju yang kita lupa taruh di mana. Tidak terbebani oleh info-info sampah yang bisa merusak hari dan mendatangkan energi negatif bagi kita.

Lainnya, kita merasa ringan melangkah karena tubuh kita tidak berlebihan beratnya. Kita juga tidak mudah baper, uring-uringan, marah hanya karena orang lain memperlakukan kita tidak sesuai dengan bayangan, atau keinginan kita.

Menikmati Petang di Skyloft

Mau menikmati petang di Jakarta dengan cahaya lampunya? Coba saja ke Skyloft.

Resto Skyloft berada di lantai 13 Hotel All Seasons Thamrin, Jakarta Pusat. Sesuai namanya ada kata Sky, maka resto ini tidak jauh-jauh dari model resto di atap bangunan gedung alias rooftop.

Untuk mencapai resto ini, harus melewati lift di All Seasons Hotel. Ga mungkin mencapainya dengan minta bantuan Pak Tarno prok prok prok hehe. Begitu lift sampai di lantai 13, di sebelah kiri akan terlihat ruangan resto yang dituju.

Konsep restoran casual dining. Menu yang ditawarkan ala Indonesian dan Western. Bagi penyuka makanan lokal ga perlu worry. Kuliner nusantara disajikan di resto ini dengan kualitas rasa yang nagih. Sayangnya pelayanannya agak lama hehe.

Yang istimewa dari resto ini adalah view-nya, ambience-nya. Suasana resto didesain cozy bikin pengunjung yang datang betah berlama-lama. Tapi juga jangan keterlaluan sampai nunggu diusir keluar karena merasa comfy hihi.

Sambil mengudap makanan di Skyloft, kita bisa melihat wajah Jakarta kala petang dengan kerlap kerlip lampu gedung dan jalanan. Pengunjung pun bisa memilih duduk di dalam atau luar ruangan.

Soal harga makanan, standar seperti resto-resto lain yang mengusung konsep rooftop. Seporsi makanan seperti salad, soto sekitar Rp 60 ribu, Rp 80 ribuan sampai ratusan ribu belum termasuk tax dan minuman. Kalau ditambah appetizer plus minuman satu orang sekitar Rp 200 ribu.

Lokasi resto milik hotel All Season ini sangat mudah dijangkau, karena memang strategis banget. Dari stasiun MRT Dukuh Atas, bisa sekitar 10 hingga 20 menit dengan berjalan kaki.

Bagi pengguna kereta, lokasi resto ini juga sangat dekat, hanya selemparan batu dari Stasiun BNI dan Stasiun Sudirman. Yang mau menikmati kudapan sambil melihat Jakarta bertabur cahaya, bisa mencoba di Skyloft.

Merasa Hidup Seperti Template?

PicsArt_02-06-10.42.56

Ketika kamu merasa hidupmu membosankan, seperti template, kamu mungkin perlu melakukan hal-hal kecil.

Pernah ga sih kamu merasa bosan karena hidupmu seperti template. Kecil, remaja, dewasa, kuliah, bekerja, menikah.

Sejatinya ketika kamu merasa hidupmu seperti template, di saat itulah proses hidupmu normal seperti orang kebanyakan.

Jika mendadak ada perasaan bosan, itu hal yang wajar. Namanya juga perasaan, kan kadang datang, tapi juga ada kemungkinan menghilang.

Di balik rasa bosan menjalani ritme dan rutinitas hidup, sejatinya ada peluang-peluang kecil yang membuat hidupmu lebih berwarna.

Juga sebagai ungkapan syukur proses hidup kita berjalan normal saat orang lain mumgkin harus menjalaninya secara berbeda seperti tidak bisa kuliah karena alasan biaya. Atau menganggur lama untuk mendapatkan pekerjaan. Atau belum menemukan jodoh padahal usia sudah matang.

Dengan melihat dari perspektif berbeda, sudah seharusnya kita mengelola rasa bosan agar tidak merugikan masa depan. Berikut trik mengatasi rasa bosan dalam hidup.

1. Lakukan hal-hal kecil yang tak biasa.
Misalnya ambil rute jalan berbeda seperti biasanya saat pergi dan pulang bekerja. Hal kecil lain yakni mencoba kuliner baru sekitar kantor yang belum pernah dicoba sebelumnya.

2. Aktivitas baru. Perasaan bosan, menjadi sinyal kamu perlu aktivitas baru. Kenapa tidak mencoba bergabung di satu komunitas yang punya minat sama. Kamu akan bertemu dengan orang-orang baru. Siapa tahu juga, dari hobby ini menjadi pintu baru bagi rezekimu.

3. Tidak harus langsung keluar kantor. Jika kamu merasa bosan dan tertekan dengan keadaan sekarang, bukan berarti kamu harus keluar kantor. Langlah resign dilakukan, jika kamu sudah mendapat job baru atau bisnismu sudah berjalan.

4. Lebih banyak membaca buku. Satu buku menawarkan banyak pengetahuan baru. Dengan banyak membaca, kamu akan mendapat banyak wawasan yang berpotensi mencerahkan harimu.

5. Batasi akses ke media sosial. Kalau lagi suntuk, sebel dengan jalan hidupmu yang kamu anggap membosankan, sangat biasa, sebisa mungkin menghindari aktivitas intens di media sosial.

Kegiatan membuka laman media sosial, akan membuatmu merasa hidupmu sangat memprihatinkan dan tidak ada apa-apanya dengan orang lain. Mengapa? Dengan melihat postingan orang lain yang sedang bepergian, atau posting barang-barang branded, capaian karir, prestasi, kamu akan semakin tertekan dan membenci hidupmu sendiri.

6. Pelihara hewan. Memelihara hewan bisa menjadi alternatif untuk mengurangi kebosanan dalam menjalani hari-hari yang terasa melelahkan. Mereka bisa menghadirkan kesenangan juga mendatangkan perasaan dibutuhkan.

7. Aktif mendengarkan ceramah agama. Tentunya, kita juga harus kritis dalam memilih guru agama. Harus dilihat akhlaknya, garis keilmuannya. Pasalnya, jika salah memilih guru mengaji, akibatnya malah bisa membuat frustasi. Jadinya bertambah problemnya, bukan hanya bosan, tetapi juga frustasi.

Guys, tidak selalu yang terasa membosankan itu harus diakhiri. Karena hidup merupakan proses pengulangan, proses penuaan dari yang baru menjadi lama dan terbiasa. Tinggal kita bagaimana mengisinya.

Jika rasa bosan datang, sikapi secara matang. Toh rasa yang ada bisa saja menghilang. Tinggal sikap kita, mau dibelenggu oleh rasa bosan, atau kita memilih mengelolanya?