Ketika Kamu Merasa Sendiri

Hidup tak selalu hangat dan menyenangkan. Ada kalanya hidup menyajikan dingin dan kesendirian. Apa yang harus dilakukan?

LRM_EXPORT_117470598203337_20190615_063009158

Ina baru saja sampai kamar kostan ketika hari mulai gelap. Ia merebahkan tubuhnya di kasur yang tak seberapa besar. Perlahan, ada perasaan sepi usai lelah beranjak pergi.

Seperti kaum urban lain, hari-hari Ina disibukkan dengan aktivitas rutin di kantor. Kegiatan Ina berputar dari aktivitas kantor dan pulang pergi kantor ke kost-an.

Usai kuliah, sebagian teman-teman Ina memilih kembali ke daerah asal. Kalaupun masih tinggal di kota sama, satu persatu teman kuliahnya disibukkan dengan keluarga barunya. Mengurus suami, juga balita yang mulai hadir dalam keluarga.

Seperti sahabat Ina bernama Dine. Sebelum Dine berkeluarga, keduanya kerap menghabiskan weekend bersama. Keluyuran tidak jelas mengitari Jakarta. Atau berburu baju di Thamrin City, Jakarta. Tapi semua berubah setelah Dine menikah dan langsung dianugerahi baby. Dine disibukkan mengurus keluarga kecilnya. Tinggallah Ina yang tetap sendiri mengisi kegiatan akhir pekan.

Kehadiran sahabat, apalagi kalau tinggal berjauhan dengan keluarga inti, sangatlah penting. Sahabat menjadi support system ketika Dine menghadapi masalah di kantornya. Atau gamang menyikapi respons cowok yang membuatnya kebingungan. Atau sebagai penguat, ketika lingkungan sekitar seakan menghujat dan menghukum karena Ina belum kunjung menemukan pasangan hidup.

Sayangnya, hidup tidak selalu menghadiahkan orang-orang terdekat sebagai support system. Padahal realita kadang menguras air mata dan melemahkan jiwa.

Lantas, apa yang harus dilakukan ketika kamu merasa sendiri dan tidak punya support system? Berikut yang bisa kamu lakukan agar hidup terasa lebih ringan.

1. Dekatkan diri kepada Tuhan
Jika kamu tidak punya teman dekat, keluarga, atau sahabat, kamu masih punya Tuhan yang siapa mendengar kapanpun dan di manapun. Ceritakan semua pengalaman sedihmu, masalahmu, kegagalanmu, kekecewaanmu atas hidup kepada Tuhan. Mintalah kemudahan dan diringankan dalam menjalani ujian dan kesulitan hidup.

2. Pelihara hewan
Tahu nggak sih, hewan bisa menjadi teman yang mengisi kesendirianmu. Untuk kasus anak kost memang agak susah kalau harus memelihara hewan.

3. Rawat tanaman
Merawat tanaman juga bisa menepiskan perasaan sepi. Anggap tanamanmu sebagai teman yang kamu sayangi. Rawat tanaman dengan menyirami secara rutin. Dengan kegiatan ini, kamu akan merasa dibutuhkan oleh tanaman dan merasa tidak sendiei lagi. Sebagai anak kost seperti status Ina, kamu masih bisa merawat tanaman di pot.

4. Punya hobby
Kamu pasti punya hobby yang bisa membuatmu melupakan hutang sejenak. Eits tapi hutang harus dibayar ya haha. Nah, tekuni hobby-mu agar hidupmu terasa lebih berwarna dan tidak membosankan.

5. Ikut klub buku
Bagi kamu pecinta baca buku, mengapa tidak ikut gabung ke klub buku. Di sana, selain kamu bisa bertukar ilmu dan pengalaman, juga punya peluang mendapat teman baru.

6. Bergabung menjadi volunteer
Dengan bergabung menjadi volunteer atau relawan, kamu akan merasa sebagai manusia yang berguna dan dibutuhkan. Bukan hanya bagus untuk kesehatan mental, dengan bergabung menjadi relawan, kamu juga akan mendapat teman baru. Siapa tahu dari sekian banyak orang baru itu ada yang bisa menjadi sahabatmu. Atau menjadi pendamping hidupmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s