Menyusun Goal Secara Efektif. Dan Cara Mewujudkannya

LP Goalsource freepik.com

“It is not enough to take steps which may some day lead to a goal; each step must be itself a goal and a step likewise.” – Johann Wolfgang von Goethe

Setiap pribadi dalam hidupnya pasti mempunyai goal atau tujuan baik kecil atau besar, jangka pendek maupun jangka panjang. Contoh goal kecil adalah “Saya besok akan bangun pagi dan berolahraga.” Contoh goal besar “Saya akan memberangkatkan orang tua naik haji atau umroh.”

Contoh goal jangka pendek “Saya akan menyelesaikan bab 1 dalam seminggu ini.” Contoh goal jangka panjang “Saya setiap hari makan serat dan berolahraga agar tetap sehat ketika sudah tua.”

Namun, seiring berjalannya waktu, kita bukan mendekati goals tetapi malah menjauh. Mengapa? Salah satunya kita tidak menulis goal dalam hidup kita. Dan akhirnya melupakan goal itu sendiri.

Padahal menurut Napoleon Hill goal adalah mimpi yang mempunyai tenggat waktu. Jika goal mempunyai tenggat waktu, namun kita tidak melakukan apapun untuk mencapai goal sesuai tenggat waktu yang kita tetapkan, maka goal tidak akan terwujud.

Sehingga goal kemungkinan besar akan terwujud jika kita menjalankan kegiatan yang mendekatkan kita kepada goal. Ketika kita mempunya goal, menuliskannya, seharusnya juga bertekad untuk menyelesaikannya.

Sebuah studi yang dilakukan pada mahasiswa Harvard MBA, dalam waktu sepuluh tahun, para siswa yang telah menuliskan tujuan mereka menghasilkan sepuluh kali lebih banyak dari teman sekelas mereka yang tidak menuliskan tujuan mereka.
Berikut cara menulis goal secara efektif dan membantu kamu mencapainya menurut Janice Kersh dikutip dari addicted2success.com.

1. Tentukan Tujuan
Ini mungkin lebih sulit dari yang kita pikirkan. Hal ini disebabkan karena kita kerap terjebak dalam rutinitas sehari-hari dan kehilangan jejak hasrat sejati dalam hidup. Tapi ada beberapa orang yang membentuk hidup mereka sesuai dengan tujuan mereka. Menurutmu siapa yang lebih bahagia: orang yang didefinisikan oleh keadaan mereka atau orang yang menciptakan keadaan mereka? Kategori mana kamu sekarang? Kategori mana yang kamu inginkan?

2. Lihatlah Big Picture
Bayangkan di mana posisimu dan seperti apa dirimu di tahun mendatang, bahkan lima tahun yang akan datang. Pikirkan tujuan jangka panjang. Jangan memikirkan rincian atau bagaimana kamu akan mencapainya. Biarkan dirimu bermimpi dan memikirkan apa yang sebenarnya diinginkan. Entah itu goal pribadi atau goal profesional, biarkan nurani yang berbicara.

Mungkin kamu ingin bekerja di kantor baru, resign, menjadi pekerja lepas, pindah ke kota lain untuk menikmati suasana baru, menurunkan berat badan, berolahraga lebih rajin, lebih banyak membaca buku daripada membaca gosip di medsos, lebih banyak bepergian, lebih banyak bersedekah, atau menikah dan membina sebuah keluarga seperti yang diimpikan.

Apa pun goal anda, entah itu kelihatannya remeh, kecil, atau sepintas dianggap nothing, lebih baik ditulis

.
3. Lihatlah Gambar Kecil
Setelah melihat big picture atau gambar besar, sekarang saatnya melihat gambar kecil yaitu celah antara anda posisi atau keadaan kamu sekarang dan impian. Apa langkah pertama yang ingin dilakukan jika goal-mu adalah resign? Jika ingin keluar dari pekerjaan sekarang maka kamu harus menambah skill, meng-upgrade kemampuan, dan mulai mengirim lamaran atau aktif bertanya kepada kolega terdekat mengenai lowongan pekerjaan.

Atau kamu memimpikan pekerjaan yang diidam-idamkan sejak di bangku kuliah. Maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah kualifikasi yang diperlukan agar kamu diterima. Jika sudah memenuhi syarat, maka kirim resume.
Jika goal-mu adalah banyak bepergian, maka kamu harus lebih giat lagi menabung untuk membiayai biaya traveling. Atau mencari pekerjaan sampingan untuk membiayai traveling. Selain itu, pastikan kamu sudah merencanakan jauh-jauh hari terkait alokasi waktu bepergian karena kamu harus minta izin cuti atau mencari waktu saat pekerjaan tidak padat atau high season. Juga mencari waktu yang memungkinkan kamu mendapat tiket pesawat murah, dan promo hotel atau kegiatan wisata di lokasi tujuan.

4. Gunakan Bahasa Positif
Saat menetapkan goal cobalah menyusunnya dengan cara positif. Pengaturan goal yang positif akan memberi energi positif dalam pencapaian goal. Misal kamu ingin resign dari kantor sekarang dan menginginkan tempat baru. Jangan menulis “Berhenti dari kantor menyebalkan.” Sebaiknya tulis “Saatnya menemukan passionku.” Atau “Mencari pekerjaan yang membuat hatiku senang.”
Menulis dengan tone positif akan membuat kamu lebih bersemangat untuk mencapai goal. Penulisan yang positif juga akan membantu kamu mengatasi rintangan dan membuat kamu bertekad mencapai prestasi di masa depan.
Apapun goal kita, studi menunjukkan bahwa menulis dengan tone positif dapat memberi dampak signifikan dalam mewujudkan goal. Definisikan dengan tepat apa yang kita inginkan. Siapkan langkah-langkah kita untuk sampai kepada goal. Dan katakan secara berulang sebagai bentuk afirmasi goal kita adalah langkah kuat dalam mewujudkan goal atau tujuan kita. So, ambil pena dan menulislah.

LP Goal 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s