Reda Sebentar Saja

Redalah sebentar saja
Menghujani ruang pikiranmu dengan segala tentang dia yang berlalu tanpa kata-kata.

Tak bisakah kau sejenak saja
menghilangkan kenangan tentangnya
yang jejaknya kian menipis
disapu isakan lirih tangis.

Tak bisakah kau sebentar saja. Melupakan dia yang memenuhi isi kepalamu. Dia berlalu menjadikanmu masa lalu. Hanya menjadikanmu pilihan seolah dirimu menu makanan di restoran yang bisa ia pesan.
Kala ia bosan dengan perempuan yang ia jadikan masa depan.

Kenapa tidak kau coba sebentar saja
Memalingkan hatimu yang dijajah olehnya. Kepada lelaki yang setia menunggu dari terang hingga matahari lelap di peraduan.

Kenapa tidak mencoba membuka pintu. Untuk dia, lelaki yang sabar mendengar semua tentang kisah hidupmu yang kerap berujung pilu. Dia yang kerap kau sebut cahaya. Ketika hari-harimu sendu dan dia datang menyulapnya dengan tawa.

Coba reda sebentar saja

Melepas kenangan bersamanya di waktu dulu. Menggantinya dengan dia yang siap menggenggam dan menjadikanmu teman di masa depan.

Pelan, kamu akan mulai terbiasa

Melupakan dia yang menganggapmu

hanya sebagai mainan. Atau bahkan sebagai koleksi hati yang pernah ia taklukkan. Dan tak pernah mau tahu menengok ke belakang melihat luka yang tertancap dalam.

“Retak”

Cerita hati yang tak utuh lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s