Ditinggal Tanpa Pesan

blog ditinggal

Credit:  slate.com

Sebut saja namanya Rara. Perempuan yang berprofesi sebagai pengajar itu mengaku trauma untuk memulai sebuah hubungan baru pasca ditinggal tunangannya yang menghilang tanpa pesan. Padahal, hubungan keduanya sebelumnya baik-baik saja.

“Ia menghilang saat semua persiapan untuk pernikahan sudah disiapkan oleh keluarga,” terang Rara. Yang membuat hati Rara kian sedih, ia telah berusaha mencintai tunangannya. Dan ketika rasa itu datang, tunangannya pergi begitu saja.

Rara dan tunangannya dijodohkan oleh pihak keluarga. Awalnya Rara tidak mencintai tunangannya. Tapi, seiring kebersamaan yang dilalui keduanya, seperti pepatah Jawa witing tresno jalaran soko kulina, Rara akhirnya mencintai tunangannya.  Namun, rasa yang baru bersemi, harus pupus seketika, ketika tunangannya pergi tanpa pesan meninggalkan luka yang dalam.

Agak berbeda dengan Rara, Dea juga mengalami hal yang sama. Awalnya ia tidak mempunyai perasaan khusus kepada salah satu teman kantornya. Meskipun, dari awal ia tahu, kalau Reza, sebut saja begitu, menaruh hati kepada dia. Dea juga tahu, selain Reza, ada Amar yang juga menyukainya.

Menurut feeling Dea, Reza tahu kalau teman sekantor mereka, Amar, juga menyukainya. Dengan pendekatan yang intensif sekitar tiga bulan, akhirnya Reza berhasil mendapatkan cinta Dea.

Singkat cerita, Dea jadian dengan Reza. Sebagai sepasang kekasih, keduanya kerap menghabiskan waktu bersama. Namanya sedang mabuk cinta, dunia Dea pun menjadi berwarna. Bahkan, orang lain pun seakan tidak ada. Yang ada hanya dia dan kekasihnya. Karena yang lain pindah ke Meikarta haha.

Ternyata, manis yang dikecap Dea tak bertahan lama. Baru tiga bulan jadian, mendadak Reza resign dan menghilang tanpa pesan. Dea sudah berusaha menghubungi Reza, tapi nomor ponselnya tidak aktif. Ia juga mengirim pesan via whatsapp, bbm, dan line, ternyata offline semua. Dea juga berusaha mencari keberadaan kekasihnya lewat jejak digital, tetapi sia-sia.

“Apa Salah Saya?”

Setelah kejadian pacar menghilang, baik Dea maupun Rara bertanya kepada dirinya sendiri. “Apa salah saya?” Keduanya mengaku tidak mempunyai masalah dengan pasangannya sebelum kekasihnya menghilang. Pertanyaan mengapa meninggalkan, apa salah saya membuat luka di hati keduanya kian dalam.

Tidak mudah bagi keduanya untuk menerima kenyataan dicampakkan tanpa ada kejelasan. Baik Dea maupun Rara menjalani hari-harinya dalam gelap karena tanya yang tak pernah menemjukan jawab.

Gigih di Awal, Menyerah di Tengah Jalan

Keduanya butuh waktu lama untuk berdamai, menerima fakta bahwa kekasihnya sudah meninggalkan mereka. Bahwa kekasihnya yang dahulu berjuang untuk mendapatkan cinta, menyerah begitu saja ketika cinta itu ada di depan mata. Bahwa kekasihnya yang dahulu berjuang mendapatkan perhatian, tiba-tiba menghilang tanpa pesan.

Mungkin ada benarnya kata orang-orang. Makhluk bernama laki-laki itu begitu gigih di awal untuk mendapatkan. Karena itu semacam tantangan. Tapi, begitu  mendapatkan, mereka akan cepat merasa bosan. Mereka tidak sadar sudah mempermainkan sekeping hati yang awalnya tertata rapi. Kemudian porak poranda seperti tsunami, setelah mereka menghuni hati, kemudian pergi.

Mereka tidak tahu, kalau luka yang mereka tancapkan, adalah lubang yang tak pernah sepenuhnya bisa tertutup, meski hati telah memaafkan. Mereka tidak tahu, kehilangan adalah hal pahit yang membuat hidup orang yang ditinggalkan menjadi sulit.

Apa Yang Harus Dilakukan?

  1. Menerima kenyataan. Menerima fakta yang tidak sesuai dengan harapan kita memang hal yang sulit untuk dilakukan. Tetapi, dengan berusaha untuk menerima hal yang terjadi, kamu akan hidup dalam dunia realita, bukan dunia kenangan manis ketika masih bersama dia.
  2. Memaafkan diri sendiri. Ada sebagian orang yang merasa menyesal telah memberikan hatinya dan menghabiskan sebagian waktu hidupnya bersama pasangannya yang tiba-tiba menghilang. Namun, penyesalan hanya akan membuat luka kian dalam. Maafkanlah diri sendiri yang pernah menjalin hubungan dengan si dia. Anggap hubungan yang pernah terjadi menjadi pelajaran hidup yang membuat diri menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bisa menerima kekecewaan dalam hidup.
  3. Berhenti bertanya “Mengapa ditinggalkan .” Pertanyaan “mengapa ditinggalkan” tidak akan membuat hidupmu lebih baik. Justru ketika kamu bertanya seperti itu, kamu akan semakin terluka. Terima saja dia menghilang sebagai salah satu kejadian apes dalam hidupmu. Karena, itu di luar kemauan, kontrolmu. Dan berhenti bertanya “mengapa dia menghilang.”
  4. Meningkatkan kualitas diri. Bisa jadi dia meninggalkan kamu tanpa pesan karena dia telah menemukan sosok baru yang selama ini ia idamkan. Berhenti meratapi diri, dan bangkit meningkatkan kualitas diri. Jika kamu terluka karena kepergiannya, kenapa kamu tidak membuat dia menyesal telah meninggalkan?
  5. Membuka hati untuk hubungan baru. Karena hidup harus terus berjalan, tidak ada gunanya kamu sedih. stuck meratapi yang telah berlalu. Buka kembali hatimu untuk orang baru. Ada banyak haraoan untuk sebuah hubungan di depan.

 

About the Author

Posted by

It's about fashion, beauty, food, traveling, career, love, motivation, story, poetry and women life. Follow IG @lemonpolka @susan_rock13

Add a Response

Your name, email address, and comment are required. We will not publish your email.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The following HTML tags can be used in the comment field: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <pre> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: