Pekerja di Jerman: Produktif dengan Jam Kerja Sedikit, dan Jatah Cuti Panjang.

lp cusppis

source : cuspis.com

Ternyata, untuk bekerja produktif tidak harus bekerja dengan jam kerja panjang. Di Jerman dengan jam kerja 35 jam seminggu dan cuti tahunan 24 hari, mereka tetap bisa produktif. Selain itu, orang Jerman juga memperoleh tunjangan liburan sebesar 25 hingga 30 hari kerja (UU ketenagakerjaan hanya menyebutkan 20 hari kerja).Wow!

Seperti ditulis Amol Sarva di laman huffingtonpost.com, ada kebiasaan positif yang dibangun orang Jerman sehingga produktivitas kerja mereka tinggi.

  1. Jam Kerja adalah Jam Kerja. Dalam budaya kerja di Jerman, ketika bekerja di kantor, mereka hanya mengerjakan hal yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. So, kebiasaan yang kita lakukan di kantor seperti ngobrol, bergosip, membuka akun medsos menjadi perilaku yang tidak bisa ditolerir. Selama bekerja, pekerja di Jerman akan bekerja keras. Mereka akan fokus menyelesaikan pekerjaan secara efisien.
  2. Tidak Ada Hang Out Selepas Jam Kerja. Karena lingkungan kerja formal, pekerja tidak memerlukan waktu hang out selepas jam kerja. Orang Jerman memisahkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan.
  3. Tidak Mengirim Email Urusan Pekerjaan Setelah Pukul 6 Petang. Baru-baru ini pemerintah Jerman melarang mengirim e-mail soal pekerjaan setelah jam 6 petang. So, setelah keluar dari kantor, para pekerja akan fokus dengan kehidupan pribadinya.
  4. Bersenang-senang Dalam Komunitas. Meski lingkup kerjanya formal dan tidak memerlukan hang out selepas jam kerja, para pekerja di Jerman masih bisa bersenang-senang dengan komunitas mereka. Mereka biasanya mengadakan pertemuan secara rutin. Seperti sportvereine untuk klub olahraga, gesangvereine untuk club vokal atau menyanyi), musikvereine untuk klub musik. Wandervereine (club hiking), tierzuchtvereine (klub pecinta binatang umumnya kelinci atau babi pigeon).Bahkan desa-desa kecil di Jerman juga mempunyai klub atau vereine untuk mengakomodai kepentingan warga. Warga Jerman senang bersosialisasi dengan yang lain dalam komunitas mereka.

Ditinggal Tanpa Pesan

blog ditinggal

Credit:  slate.com

Sebut saja namanya Rara. Perempuan yang berprofesi sebagai pengajar itu mengaku trauma untuk memulai sebuah hubungan baru pasca ditinggal tunangannya yang menghilang tanpa pesan. Padahal, hubungan keduanya sebelumnya baik-baik saja.

“Ia menghilang saat semua persiapan untuk pernikahan sudah disiapkan oleh keluarga,” terang Rara. Yang membuat hati Rara kian sedih, ia telah berusaha mencintai tunangannya. Dan ketika rasa itu datang, tunangannya pergi begitu saja.

Rara dan tunangannya dijodohkan oleh pihak keluarga. Awalnya Rara tidak mencintai tunangannya. Tapi, seiring kebersamaan yang dilalui keduanya, seperti pepatah Jawa witing tresno jalaran soko kulina, Rara akhirnya mencintai tunangannya.  Namun, rasa yang baru bersemi, harus pupus seketika, ketika tunangannya pergi tanpa pesan meninggalkan luka yang dalam.

Agak berbeda dengan Rara, Dea juga mengalami hal yang sama. Awalnya ia tidak mempunyai perasaan khusus kepada salah satu teman kantornya. Meskipun, dari awal ia tahu, kalau Reza, sebut saja begitu, menaruh hati kepada dia. Dea juga tahu, selain Reza, ada Amar yang juga menyukainya.

Menurut feeling Dea, Reza tahu kalau teman sekantor mereka, Amar, juga menyukainya. Dengan pendekatan yang intensif sekitar tiga bulan, akhirnya Reza berhasil mendapatkan cinta Dea.

Singkat cerita, Dea jadian dengan Reza. Sebagai sepasang kekasih, keduanya kerap menghabiskan waktu bersama. Namanya sedang mabuk cinta, dunia Dea pun menjadi berwarna. Bahkan, orang lain pun seakan tidak ada. Yang ada hanya dia dan kekasihnya. Karena yang lain pindah ke Meikarta haha.

Ternyata, manis yang dikecap Dea tak bertahan lama. Baru tiga bulan jadian, mendadak Reza resign dan menghilang tanpa pesan. Dea sudah berusaha menghubungi Reza, tapi nomor ponselnya tidak aktif. Ia juga mengirim pesan via whatsapp, bbm, dan line, ternyata offline semua. Dea juga berusaha mencari keberadaan kekasihnya lewat jejak digital, tetapi sia-sia.

“Apa Salah Saya?”

Setelah kejadian pacar menghilang, baik Dea maupun Rara bertanya kepada dirinya sendiri. “Apa salah saya?” Keduanya mengaku tidak mempunyai masalah dengan pasangannya sebelum kekasihnya menghilang. Pertanyaan mengapa meninggalkan, apa salah saya membuat luka di hati keduanya kian dalam.

Tidak mudah bagi keduanya untuk menerima kenyataan dicampakkan tanpa ada kejelasan. Baik Dea maupun Rara menjalani hari-harinya dalam gelap karena tanya yang tak pernah menemjukan jawab.

Gigih di Awal, Menyerah di Tengah Jalan

Keduanya butuh waktu lama untuk berdamai, menerima fakta bahwa kekasihnya sudah meninggalkan mereka. Bahwa kekasihnya yang dahulu berjuang untuk mendapatkan cinta, menyerah begitu saja ketika cinta itu ada di depan mata. Bahwa kekasihnya yang dahulu berjuang mendapatkan perhatian, tiba-tiba menghilang tanpa pesan.

Mungkin ada benarnya kata orang-orang. Makhluk bernama laki-laki itu begitu gigih di awal untuk mendapatkan. Karena itu semacam tantangan. Tapi, begitu  mendapatkan, mereka akan cepat merasa bosan. Mereka tidak sadar sudah mempermainkan sekeping hati yang awalnya tertata rapi. Kemudian porak poranda seperti tsunami, setelah mereka menghuni hati, kemudian pergi.

Mereka tidak tahu, kalau luka yang mereka tancapkan, adalah lubang yang tak pernah sepenuhnya bisa tertutup, meski hati telah memaafkan. Mereka tidak tahu, kehilangan adalah hal pahit yang membuat hidup orang yang ditinggalkan menjadi sulit.

Apa Yang Harus Dilakukan?

  1. Menerima kenyataan. Menerima fakta yang tidak sesuai dengan harapan kita memang hal yang sulit untuk dilakukan. Tetapi, dengan berusaha untuk menerima hal yang terjadi, kamu akan hidup dalam dunia realita, bukan dunia kenangan manis ketika masih bersama dia.
  2. Memaafkan diri sendiri. Ada sebagian orang yang merasa menyesal telah memberikan hatinya dan menghabiskan sebagian waktu hidupnya bersama pasangannya yang tiba-tiba menghilang. Namun, penyesalan hanya akan membuat luka kian dalam. Maafkanlah diri sendiri yang pernah menjalin hubungan dengan si dia. Anggap hubungan yang pernah terjadi menjadi pelajaran hidup yang membuat diri menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bisa menerima kekecewaan dalam hidup.
  3. Berhenti bertanya “Mengapa ditinggalkan .” Pertanyaan “mengapa ditinggalkan” tidak akan membuat hidupmu lebih baik. Justru ketika kamu bertanya seperti itu, kamu akan semakin terluka. Terima saja dia menghilang sebagai salah satu kejadian apes dalam hidupmu. Karena, itu di luar kemauan, kontrolmu. Dan berhenti bertanya “mengapa dia menghilang.”
  4. Meningkatkan kualitas diri. Bisa jadi dia meninggalkan kamu tanpa pesan karena dia telah menemukan sosok baru yang selama ini ia idamkan. Berhenti meratapi diri, dan bangkit meningkatkan kualitas diri. Jika kamu terluka karena kepergiannya, kenapa kamu tidak membuat dia menyesal telah meninggalkan?
  5. Membuka hati untuk hubungan baru. Karena hidup harus terus berjalan, tidak ada gunanya kamu sedih. stuck meratapi yang telah berlalu. Buka kembali hatimu untuk orang baru. Ada banyak haraoan untuk sebuah hubungan di depan.

 

Liburan Tiap Bulan. Mau?

 

Hari gini apa sih yang tidak bisa. Termasuk liburan tiap bulan. Jangan bilang tidak punya uang. Uang bisa dicari selama kita mau bekerja mencarinya. Kalau penghasilan pas-pasan apa masih bisa? Tetap bisa kalau kita membuat liburan sebagai prioritas. Mana mungkin liburan untuk makan sehari-hari saja sulit? Yakin ngomong begitu? Yang dimakan apa dulu dan dimana lokasinya?

Seperti kata pepatah kuno “Jika ada kemauan pasti ada jalan. Atau there is a will there is a way.” Tanpa kemauan, maka liburan hanya ada dalam angan-angan. Kenapa? Karena kamu tidak pernah merencanakan liburan. Dan liburan tidak harus punya uang lebih.

Caranya gimana?

  1. Disiplin menyisihkan uang. Setiap bulan usahakan sebelum dipakai untuk keperluan hidup bulanan, sisihkan uang untuk target liburan kamu. Besarnya tergantung lamanya liburan yang kamu inginkan, lokasi liburan, dan fasilitas liburan. Jika targetmu berlibur di lokasi tempat tinggal maka alokasi uang yang disisihkan untuk liburan tentu tidak besar.  Karena planningnya liburan tiap bulan, maka uang yang kamu sisihkan lebih gampang ditaruh di tabungan. Ini berlaku terutama bagi kelompok orang yang nggak suka ribet dengan aturan deposito.
  2. Atur waktu liburan sesuai dengan hari libur kerja  dan tanggal merah. Kadang yang menjadi kendala berlibur adalah tidak adanya waktu untuk liburan karena kerja. Nah, karena keterbatasan waktu itulah kamu harus bikin planning jauh-jauh hari terkait waktu liburan. Mungkin di bulan-bulan tertentu liburannya pas weekend dengan konsekuensi macet jika menggunakan kendaraan seperti mobil, bis. Juga, lokasi liburan  biasanya padat karena banyak pengunjung. Sebenarnya liburan tanggal merah juga beresiko macet dan lokasi wisata penuh oleh pengunjung jika obyek wisatanya di dalam negeri. Tapi apa boleh buat. Daripada tidak liburan?
  3. Tentukan lokasi liburan sesuai dengan budget. Jika uang tabungan jumlahnya sedikit, maka memilih lokasi liburan harus rasional. Pilih lokasi yang dekat dan tidak banyak biaya tambahannya seperti tiket masuk, parkir, dll.
  4. Tidak harus beli oleh-oleh. Hal lain yang memberatkan kita traveling adalah komponen oleh-oleh. Kalau ada teman yang nitip oleh-oleh tapi tidak janji menggantinya dengan uang, patut menjadi pertimbangan untuk menolaknya. Kamu bisa menolak secara halus. Jika kamu tidak tegas dengan persoalan oleh-oleh, maka tiap traveling kamu akan terbebani dengan komponen ini.
  5. Pilih destinasi wisata yang berdekatan. Jika kamu ingin bersiwata ke suatu daerah dan mendapat banyak obyek, bisa mencari informasi destinasi wisata yang lokasinya berdekatan. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya transportasi dan waktu.
  6. Mengurangi biaya lain-lain untuk traveling. Setiap kita pasti mempunyai pos pengeluaran yang sebenarnya bisa ditiadakan karena bukan kebutuhan pokok. Nah, jika kamu sudah bisa menghilangkan pos pengeluaran yang tidak perlu, alokasikan uang tersebut untuk biaya traveling. Lumayan kan?
  7. Cari penghasilan tambahan. Jika ingin liburan tiap bulan, maka salah satu solusinya adalah menambah income dengan penghasilan tambahan. Langkah ini ditempuh jika kamu sudah tidak bisa mengotak atik pengeluaran lagi.

Menghemat Bujet Hotel Untuk Traveling Lagi. Mau?

 

Menghemat anggaran untuk hotel dan digunakan untuk traveling lagi? Siapa yang nolak. Nih tipsnya.

Bisa dipastikan hampir setiap tahun harga tiket hotel naik. Bahkan, kadang kenaikannya signifikan. Kondisi ini akan menjadi masalah tersendiri bagi penyuka traveling. Karena melancong ke mana pun pasti perlu penginapan. Terlebih, bagi mereka yang terbiasa menginap di hotel berbintang ketika traveling layaknya seorang turis. Nah, bagi kalian yang sering bepergian, ada baiknya menyimak tips berhemat dari alokasi angaran untuk hotel seperti dilansir save70.com. Dijamin kalian bisa menabung dan bisa digunakan untuk traveling lagi. Asik kan…

Layanan Ekstra

Jika mencari tempat penginapan, usahakan paket yang disediakan hotel tersebut sudah termasuk pelayanan ekstra seperti sarapan, wifi, dan makanan anak-anak jika kamu membawa anak selama traveling.

Juga kopi, teh yang disediakan di lobby hotel. Atau bisa berupa infused water plus snack seperti yang disediakan di lobby Hotel Best Western Premier La Grande di Bandung, Jawa Barat. Atau aneka jamu seperti di Hotel Tentrem, Yogyakarta. Pasalnya, fasilitas sarapan, cemilan, kopi, teh dan sejenisnya serta wifi lumayan mengurangi pengeluaran selama traveling.

Menjadi Member

Jika kamu sering stay di hotel sama atau menginap di hotel yang punya jaringan sama, untuk menghemat biaya hotel, salah satu caranya dengan mengikuti program member. Apa manfaatnya menjadi member? Selain mengumpulkan poin, kamu juga mempunyai kesempatan menginap gratis. Lainnya, dengan menjadi member kamu bisa memperoleh penawaran istimewa dari pihak hotel.

Tinggal di Hotel yang Jauh dari Pusat Kota

Jika kamu memilih tinggal di hotel yang ada di pusat kota, bisa dipastikan harga tiket meningapnya akan tinggi. Sebaliknya, anda bisa berhemat jika menginap di hotel di luar kota. Tips ini bisa dipertimbangkan jika ongkos transportasi di negara atau daerah tersebut lumayan murah. Ini menjadi pertimbangan jika kamu tidak membawa kendaraan sendiri.

NWXV9816[1]

 Makan di Luar

Biasanya makanan yang disediakan hotel harganya lebih mahal ketimbang di rumah makan atau restoran. Jika tidak kepepet sebaiknya tidak membeli makanan di hotel. Meski, ada beberapa grup hotel yang harga makanannya terbilang murah,

Upgrade ke Suite Room .

Jika bepergian bersama keluarga, lebih baik meng-up grade kamar yang direservasi dari spesifikasi biasa menjadi suite room atau presidential. Mengapa? Karena suite room ruangannya lebih luas dan mempunyai kamar tidur sendiri yang memungkinkan untuk menampung anggota keluarga dalam jumlah banyak.

Pilih Kamar di Sudut.

Pilihlah ruangan kamar di sudut. Pasalnya, ukuran kamar di sudut biasanya lebih luas ketimbang kamar biasa.  Meskipun, secara harga tiket tidak lebih murah dari kamar biasa.

Hindari Makan Makanan di Mini Bar

Hal lain yang berhubungan dengan hotel dan bisa mengurangi pengeluaran kamu adalah tidak mengambil makanan dan minum yang ada di dalam minibar. Mengapa? Yang pasti harga item di minibar lumayan mahal. Lebih baik kamu membawa cemilan sendiri dengan membelinya dari luar.

Hindari Weekend

Tingkat okupansi hunian di hotel meningkat setiap akhir pekan dari Jumat hingga Ahad. Karena demand alias tingkat permintaan meningkat pas akhir pekan, maka harga tiket hotel pun ikut naik,    Tiket akan jauh lebih murah jika kita menginap pada malam Senin hingga malam Kamis.

Beli Tiket Secara Online

Jika ingin mendapat deal terbaik untuk harga tiket hotel, lebih baik membeli secara online. Pasalnya, membeli secara online bisa menghemat sekitar 10 hingga 15 persen disbanding membeli tiket secara langsung di hotel. Lumayan kan jika bisa menghemat 10 hingga 15 persen?

Nah, demikian tips berhemat dari anggaran untuk hotel.

“Makan emping sama buah kawis…Happy traveling guys…”

 

 

JNOW3143[1]